Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter78


__ADS_3

"renungan ginian bikin sedih juga, mayan seru" ucap Agnes


"Iya.. dah lama aku ngga nangis" sambung Putri


"Nangis bareng bareng gini jadi ngga malu maluin" sambung Awani


"Mau gabung ke sana lagi?" Tanya Agnes


"Ayok!" Ucap Putri bersemangat


"Jirr.. semangat amat mau nangis" ucap Vani


"Ayo Van, ikut" ajak Putri


"Ngga, kalian aja. Ku ada urusan lain" tolak Vani


"Jangan bilang kamu takut nangis, dasar pengecut" ucap Agnes


"Pengecut tuh yang nangis" ucap Vani dengan ekspresi datar, "Dah sana, kalian bersenang-senang.. eh.. bersedih sedih wkwk"


"Ya udah.. kalau urusannya dah selesai, gabung ya" ucap Agnes


"Iyaa ntar" ucap Vani. Ketiga temannya kembali bergabung dengan peserta renungan malam lainnya


Vani berjalan meninggalkan aula dan mencari vending machine yang ada di dalam Villa itu. Ketika menemukannya, ia menghampirinya dan memasukkan uang untuk memilih minuman, "Eh?" Ketika pandangannya menjelajah, ia melihat vending machine yang cukup aneh berada di samping vending machine minuman. Ia memutuskan untuk menghampirinya, "Ini makanan? Kok bisa sih masuk sini?" Ia merasa heran dengan Vending machine yang tertulis bisa menyajikan makanan dalam keadaan hangat, "Wih.. kerennya, spaghetti?! Di mesin?!" Ia langsung memasukkan uang dan memesan acak spaghetti. Setelah menunggu beberapa menit, pesanannya keluar dari vending machine. Ia mengambilnya dan memastikannya, "Oh.. masih panas! Beneran spaghetti" Ia mencoba mencari celah untuk mengintip ke dalam mesin, namun ia tidak menemukan satu lubang pun, "Wah.. ko bisa mesin masak?! Fiks.. pasti di dalam ada orang yang lagi masak"


'Tok.. tok.. tok..'

__ADS_1


Vani mengetuk vending machine itu, "Woy yang di dalem, keluar woy! Ngga sumpek apa di dalem?! Woy!!"


"Ahaha.. kek orang stress ngomong sama mesin" ucap Vani sambil tertawa kecil. Ia mengambil minuman dan makanannya dan langsung pergi dari area vending machine, "Dah canggih aja mesin, kenapa di negaraku belum ada si?" Ucap Vani sambil berjalan di lorong villa. Di tengah perjalanan, Vani menghentikan langkahnya ketika melihat Azka sedang berbincang dengan kepala sekolah. Ia berjalan mendekat dan bersembunyi untuk menguping


"Pak Azka tahu kan kenapa saya panggil?" Tanya kepala sekolah


Azka hanya tertunduk, "Maafkan kesalahan saya"


"Pak Azka tahu kan kalau Vani adik dari tuan Kim Osamu! Kenapa pak Azka hukum dia berlari mengelilingi taman sebanyak itu?! Pak Azka ingin membuatnya menderita?! Bagaimana kalau dia mengadukannya pada kakaknya?! Pak Azka tahu kan apa jadinya kalau tuan Kim Osamu marah?!" Ucap Kepala sekolah


"Maafkan saya, saya tidak akan mengulanginya"


"Ah dasar! Selalu mengatakan maaf maaf maaf dan maaf! Bagaimana kalau saya mengatur perpindahan pak Azka" ucap kepala sekolah, "Hah?" Azka menaikkan pandangannya dan menatap kepala sekolah


"Jangan!" Teriak Vani yang tiba-tiba keluar dari tempat persembunyiannya. Azka dan kepala sekolah kompak menoleh ke arahnya. Vani berlari menghampiri mereka berdua


"Kamu" ucap Azka terkejut


"Ah.. ahahahaa.. bapak hanya bercanda soal perpindahan itu. Tidak masalah jika pak Azka tetap disini. Eh tapi.. dimana kakakmu?" Ucap kepala sekolah ramah


"Oh.. dia udah pergi, ada urusan mendadak jadi ngga bisa ketemu sama bapak" ucap Vani


"Oh begitu yaa, sayang sekali yaa" ucap kepala sekolah, "Ya sudah.. kalian kembali ke tempat kalian dan beristirahatlah" Kepala sekolah masuk ke dalam ruangan dan menutup pintu


Vani tersenyum dan menoleh dengan bangga ke arah Azka, "Pak Azka berhutang ke aku"


Azka tersenyum kecil, "Makasih"

__ADS_1


"Apa? Cuma makasih?! Setelah aku susah payah bujuk kepala sekolah buat pertahanin pak Azka di sini?!" Tanya Vani


"Susah payah? Kamu cuma pakai nama besar kakakmu" ucap Azka


"Ngga masalah.. intinya pak Azka hutang budi ke aku" ucap Vani senang, "Ya udah.. aku pergi dulu, bye bye" Ia berjalan pergi meninggalkan Azka dan keluar dari Villa menggunakan pintu samping. Vani pergi ke taman dan duduk di sekitar patung. Ia menunggu Evano di sana. Setelah beberapa saat berlalu, Evano terlihat berlari mendekat ke arahnya


"Berapa putaran?" Tanya Vani


"Terakhir" jawab Evano dengan nafas terengah-engah. Ia terus berlari melanjutkan putaran terakhirnya


"Semangat" teriak Vani


Setengah jam kemudian, Evano kembali terlihat. Ia menghampiri Vani dan merebut minuman yang dibawanya. Ia duduk di lantai dan langsung meneguk minuman itu hingga habis, "Hahhhh.. hahhh.. hahhhh" Evano mencoba menstabilkan pernafasannya


"Sebagai ucapan terima kasihku, ambil ini" ucap Vani sembari memberikan sebungkus spaghetti pada Evano. Evano menerimanya dan membukanya, "Spaghetti dari vending machine, udah dingin" ucap Evano dengan ekspresi datar


"Kamu kelamaan sih larinya" ucap Vani, "Hum.. kalau kamu mau aku bisa traktir ke cafe sekarang"


"Nggak, aku makan ini" ucap Evano. Ia membuka bungkusan garpu dan segera menyantap spaghetti itu di tempatnya. Vani meletakkan botol minuman lain di samping Evano, "Buat kamu juga" ucapnya. Evano hanya terdiam melanjutkan makanannya


Vani berjalan mendekati patung dan menyandarkan punggungnya dengan rileks ke patung itu, "Wah.. sebenarnya aku ngga mau bilang gini. Tumben seorang Evano mau bantu padahal ini bukan urusannya" ucapnya sambil tersenyum senang


"Ini juga salahku, aku akan bertanggungjawab" ucap Evano sembari memakan makanannya


"Eh? Sebenarnya hukuman keluar dari Villa cuma nulis permintaan maaf loh dan udah selesai. Kalau lari keliling taman, ini murni hukuman spesial buatku" jelas Vani


'uhukk.. uhukk..' Evano tersedak makanannya. Ia mengambil minuman dan meneguknya. Ia langsung menoleh ke arah Vani dengan ekspresi terkejutnya, "Hukuman? Maksudmu?"

__ADS_1


"Aku kerjain pak Azka terus kena hukuman deh. Makasih banget loh, kamu udah mau berkorban lari sepuluh putaran demi aku. Aku jadi terharu" ucap Vani sembari menahan tawanya


"Nggak bisa" ucap Evano sambil berdiri dari duduknya, "Kamu punya hutang ke aku, sia sia aku lari selama ini" ucapnya sembari berbalik. Ia berjalan pergi sembari membawa makanan dan minuman di kedua tangannya


__ADS_2