Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter152


__ADS_3

Pagi hari menjelang, Vani terbangun dari tidur nyenyaknya semalam. Ia segera menyiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Ia turun ke lantai dasar untuk sarapan di ruang makan, "Pagi" ucap Vani menyapa Kim, Kaituo dan Jack yang sudah lebih dahulu duduk di ruang makan


Kim menoleh ke arah Vani, "Pagi, matamu nggak sakit kan semalem?"


"Ngga, kemarin aku capek langsung tidur" jawab Vani sembari duduk di kursi samping Kim


"Hmm.. syukurlah, kakak nggak perlu cemas"


"Emang khakim cemasin aku?"


"Enggak juga"


"Dih"


Kim tersenyum membalasnya


"Keadaanmu gitu, mau tetap ke sekolah?" Tanya Kaituo


"Gitu gimana?" Tanya Vani


"Lupakan"


"Haha.. kalah yaa"


"Oh ya Vani, kakak siang ini harus balik ke negara C" ucap Kim


"Heh? Kenapa? Kan baru beberapa hari doang disini" ucap Vani


"Udah terlalu lama kakak tinggalin pekerjaan kakak disana, kasihan kan orang yang harus tanggung beban kakak"


"Ya ngga papa, kan yang gantiin khakim sekretaris atau karyawan khakim kan? Itu kan juga tugas mereka"


"Kamu belum bisa mengerti"


"Coba jelasin"


"Tunggu kamu dewasa, kakak kenalin kamu ke dunia perkantoran"


"Kenapa ngga sekarang?"


"Cerewet, makan makananmu! Mau di antar ke sekolah nggak?!" Saut Kaituo


"Dengerin Kaituo" ucap Kim


"Tapi minggu depan kesini lagi" ucap Vani


"Ngga mungkin minggu depan juga lah, mikir" ucap Kaituo


"Hilih.. kalau gitu bulan depan" ucap Vani, "hum.. pas aku ultah harus udah dirumah loh"


"Kakak usahakan" ucap Kim sambil tersenyum

__ADS_1


"Aku selesai makan, duluan ke kampus" ucap Jack sembari berdiri dari duduknya


"Eh.. tunggu mereka berdua, kalian berangkat bareng" ucap Kim


"Oke" ucap Jack sembari kembali duduk di kursinya


"Buruan habisin, ditungguin Jack juga" ucap Kim


"Iya iya" ucap Vani sembari melahap sarapannya


Beberapa saat kemudian, mereka berempat selesai sarapan. Kaituo dan Jack keluar terlebih dahulu untuk menyiapkan mobil. Vani terdiam memperhatikan Kim


"Kenapa?" Tanya Kim, "Kakak nggak pergi jauh kok"


"Ga jauh apanya" ucap Vani dengan ekspresi kesal. Kim menghampirinya dan memberikan pelukan, "Aku kangen Khakim" ucap Vani sedih


"Kalau kangen, minta Kai temenin kamu ke negara C buat cari kakak" ucap Kim


"Hmm.. sendiri aja bisa, ngapain ajak kai"


"Nanti nyasar"


"Telpon Khakim kan bisa"


"Iya, terserah kamu"


"woi.. buruan" seru Kaituo dari pintu depan


"Kai, Jaga Vani!" Seru Kim


"Iya tau! Hati hati di jalan!" Seru balik Kaituo


"Ayo" ucap Vani. Ia kembali menoleh ke arah Kim dan melambaikan tangannya, "Bye bye"


Kaituo dan Vani keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil yang sudah berada di pinggir jalan depan rumahnya. Vani dan Kaituo duduk berdua di kursi belakang, "Apa aku sopir kalian?" Tanya Jack


"Ini mobilku, kau numpang. Setidaknya jadi sopir biar kelihatan tahu diri" jawab Kaituo


"Hah.." Jack menghela nafasnya, "Baik tuan, kita berangkat"


Di sepanjang perjalanan menuju sekolah, Vani hanya terdiam menatap luar jendela mobil. Kaituo menoleh ke arahnya, "Kenapa diem?" Tanya Kaituo, "Hei Van!"


"Aku?" Tanya Vani tersadar sembari menoleh ke arah Kaituo


"Kenapa murung gitu?"


"Jadi duta sampo lain, ahahahaa"


"Dih, stress. Masih kepikiran sama hantu ya?"


"Engga"

__ADS_1


"Terus kenapa?"


"Aku kepikiran Agnes" ucap Vani, "eh.. Jack, bisa mampir ke rumahnya Agnes bentar?"


"Rumah Agnes lewatin sekolahmu, nanti bolak balik. nggak masalah?" Tanya Jack


"Wih.. kok tau rumahnya si? Kan aku belum bilang alamatnya" ucap Vani


"Ah itu.." ucap Jack terhenti, "Cuma alamat doang, aku juga tau" saut Kaituo


"Ngga nanya kamu" ucap Vani


"Ntar kamu berangkat ke sekolahnya sekalian sama Agnes aja" ucap Kaituo


"Ngga, kalian tungguin aku" ucap Vani


"Iya deh"


Beberapa menit di perjalanan, mereka sampai di sekitar rumah Agnes. Dari kejauhan, Agnes terlihat sedang berjalan di halaman rumahnya menuju ke mobilnya, "Itu Agnes" ucap Jack


"Kalian jan ikut" ucap Vani sembari membuka pintu mobil. Ia keluar dan berlari menghampiri Agnes, "AGNES!" Teriaknya


Agnes berhenti melangkah dan menoleh ke arah Vani, "Vani" ucapnya


"Hai" ucap Vani yang baru saja sampai di hadapan Agnes


"Kenapa kesini?" Tanya Agnes


"Aku ngga sengaja lewat trus mampir" jawab Vani


"Rumahmu beda arah, nggak mungkin cuma lewat"


"Kemarin, kamu liat aku sama pak Azka di depan kelas ngga?"


"Nggak"


"Iyakan.. dugaanku bener dong" ucap Vani lega, "Eh.. tapi kenapa kamu ngga kaget lihat mataku di perban gini, jan jan kemarin kamu aslinya liat"


"Ngapain kaget? Biasanya juga sama kan? Selesai bikin ulah, pasti ada perban"


"Ahahahaaa.. iya juga" ucap Vani sambil tertawa, "Sebelumnya aku pikir kamu jauhin aku"


"Emang"


'degg' Senyuman di wajah Vani memudar, "Ha?"


"Kamu lagi banyak kena masalah kan? Banyak yang tahu, ortuku juga tahu. Mereka suruh aku jaga jarak darimu, pasti Awani dan Putri juga sama. Kamu nggak mau seret kita ke masalahmu kan? Jadi, apa salahnya kita berhenti berteman buat sekarang ini"


Vani memaksakan dirinya untuk tetap tertawa, "Ahahahaa.. kamu benar. Repot juga kalau berempat yang kena. itu aja. yaudah, aku duluan" ucapnya sembari berbalik


"Nggak bareng?" Tanya Agnes

__ADS_1


Vani tidak menoleh sama sekali, "Ngga usah, ada Kai yang nungguin. Lagian kalau kita ke sekolah bareng, ntar orang orang ngira kamu sekongkol sama aku lagi. Dah ya.. Bye" Ia langsung berlari kembali menuju mobil Kaituo


__ADS_2