
Beberapa saat menunggu, Ray kembali dengan membawa dua cup minuman ditangannya. Ia duduk di samping Vani dan memberikan salah satu minuman yang ia bawa, "Ini" ucap Ray
"Makasih" ucap Vani sambil tersenyum
"Lama ya nunggunya?"
"Engga kok, sampai sore juga bakalan ku tungguin" ucap Vani
Ray tersenyum senang dan menoleh ke arah Vani, "Kamu baru aja gombalin aku?"
'Uhuk.. uhukk..' Vani tiba tiba tersedak minumannya. Ia langsung terdiam menoleh ke arah Ray
"Kamu nggak papa?" Tanya Ray khawatir
"Iya gapapa" ucap Vani sembari memalingkan pandangannya
"Van, selesai ujian kapan?"
"Disekolahku cuma seminggu doang ujian. Sehari tiga sampai empat mapel, kenapa emang?"
"Berarti minggu depan kamu kosong?"
Vani menoleh ke arah Ray, "Iya, kenapa?"
"Mau main ketaman hiburan sama aku?" Tanya Ray
"Taman hiburan? Yang wahananya kek pasar malam tapi lebih banyak?" Tanya balik Vani
"Kamu belum pernah kesana?"
"Belum pernah ada yang ajakin, aku juga ngga pernah kepikiran buat kesana"
"Jadi.. mau kan?"
"Mau mau!" Ucap Vani bersemangat
"Yaudah, minggu depan aku ke rumahmu jemput kamu" ucap Ray sembari tersenyum
__ADS_1
"Okeysip" ucap Vani, "Oh ya, mau ajak Kai ngga? Dia pasti belum pernah ke taman hiburan juga, bisa jadi sopir juga"
"Jangan.. kali ini aku cuma mau kita berdua" ucap Ray
Wajah Vani memerah mendengar perkataan Ray. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya, "Iya deh" ucapnya sambil tersenyum
"Kenapa kamu senyum begitu?" Goda Ray
Vani langsung memalingkan wajahnya, "Pengen senyum aja, ga boleh?"
"Aku disini, kamu ngomong ke arah mana?" Ucap Ray. Vani kembali menoleh ke arah Ray
"Kamu makin cantik kalau senyum" ucap Ray sambil tersenyum
'deg.. deg.. degg'
"Aaa.. jangan ngomong lagi" ucap Vani malu sembari membungkam mulut Ray dengan tangannya. Ray sedikit tersentak dengan tindakan Vani, "Aku ga bisa begini. Tiap kamu ngomong, debaran jantungku makin cepat. Bisa bisa meledak ditempat tau!" ucap Vani
Ray meraih tangan Vani dan menariknya menjauh dari mulutnya perlahan, "Ahahahaa.. iya iya, aku nggak goda kamu lagi" ucap Ray senang
"Humpp" Vani langsung menarik tangannya dari genggaman Ray
"Dengan nak Ray?" Ucap seorang sopir taxi yang baru saja berhenti di pinggir trotoar depan mereka
"Oh iya" ucap Ray sembari berdiri dari duduknya. Ia menoleh ke arah Vani, "Ayo, taxinya datang" Vani mengangguk dan Ray membantunya untuk masuk ke dalam taxi
"Mau kemana nak?" Tanya sopir taxi
"Kompleks perumahan jalan Sasageyo" ucap Ray
"Baik" ucap sopir. Ia melajukan taxinya menuju lokasi tujuan
"Kerumahku?" Tanya Vani
"Iya, kamu harus belajar kan?" Ucap Ray
"Hmm.. oke" ucap Vani sedikit kecewa
__ADS_1
"Kita bisa ketemu lagi minggu depan"
"Masih lama"
"Kamu bisa telpon aku kapanpun, aku pasti jawab"
"Tengah malem juga?"
"Iya, aku pasti bangun kalau kamu yang telpon"
"Kalau jam satu atau dua pagi?"
"Kamu mau begadang ya?"
"Engga sih, kan aku bisa set alarm jam satu trus telpon kamu"
"Ngapain? jangan, kamu harus tidur teratur, kamu bisa telpon aku paginya kan?"
"Iya sih, ahahahaa"
Sesampainya di depan rumah Vani, Ray keluar terlebih dahulu dari taxi dan menuntun Vani berjalan menuju pintu rumahnya, "Sampe sini aja" ucap Vani
"Oh.. oke, kamu bisa sendiri?" Ucap Ray
"Iya. balik gih, taxinya nungguin" ucap Vani
"Ya udah, sampai jumpa" ucap Ray sembari tersenyum
"Bye bye" ucap Vani sembari melambaikan tangannya. Ray kembali ke taxi dan taxi itu melaju pergi dari rumah Vani
Vani berjalan jinjit dan masuk ke dalam rumahnya, ("Kenapa ngga kepikiran buat jinjit dari kemarin ya? Dasar b*go") batinnya
Di ruang tamu terlihat Kaituo yang sedang mengintip ke arah luar dari tirai jendela. Ia menyadari kedatangan Vani dan langsung menoleh ke arahnya, "Bye bye" ejek Kaituo
"Dih apaan sih, kang nguping" ucap Vani
"Katanya belajar" ucap Kaituo
__ADS_1
"Ya suka suka aku lah"