Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter177


__ADS_3

"kalau kamu mau makanan kecil, ambil aja di meja deket pintu masuk. Disana ada banyak" ucap Jorhan


"Beneran ada?" Tanya Vani


"Aku ambilin" ucap Ray sembari berdiri dari duduknya. Vani menahan tangannya, "Aku aja yang ambil, soalnya kalau kamu yang ambil ntar ga sesuai lagi sama yang aku mau" saut Vani


"Ya udah, aku temenin aja" ucap Ray


"Ngga usah, bentar doang" ucap Vani sembari berdiri dari duduknya


"Jangan lama lama" ucap Ray


"Okey" ucap Vani. Ia berjalan pergi meninggalkan mejanya dan mencari meja penyajian makanan kecil. Langkah Vani terhenti ketika ia melihat meja makanan kecil di hadapannya, ia merasa terkejut karena meja itu terbentang dari ujung ruangan hingga ujung lainnya dengan dipenuhi bermacam macam makanan kecil. Ia menjadi bersemangat untuk mencari makanan yang ia sukai


("Wah wah.. banyak bat gilaa") batinnya terpukau, ("Dengan senang hati, aku bantu kurangin. Soalnya kalau ga abis mubasir ini") sambungnya senang


Vani mengambil segelas minuman dingin dan membawanya sembari mencari makanan kecil yang diinginkannya. Ia berjalan menelusuri meja itu dengan tatapan mata yang terpaku pada makanan. Hingga,


'bugg'


'prangg!!' Ia tidak sengaja menabrak seseorang dan minuman yang ia bawa tumpah membasahi bajunya sendiri. Ia terkejut dan refleks langsung jongkok untuk menyingkirkan pecahan gelas dari sepatu orang yang ia tabrak, "Maaf maaf, ga sengaja!" Ucapnya panik


("Suara ini!") Batin orang yang Vani tabrak, "Tinggalkan saja itu, kau harus membersihkan pakaianmu" ucap orang itu


Mendengar suara orang itu, Vani langsung diam membeku dan mendongak ke atas untuk melihat orang itu, ("Suara Khakim?!") Batinnya terkejut, ("Aku ngga salah denger kan, tapi dia di negara C")


"Maaf, tuan. Saya akan mengantarnya mengganti pakaian" seseorang dengan suara yang asing bagi Vani, menarik tangan Vani dan mengajaknya menjauh meninggalkan lokasi itu. Vani hanya terdiam menurutinya, hingga di tengah perjalanan Vani menarik paksa tangannya agar terlepas dari genggaman orang itu, "Cukup sampai sini, aku ga kenal kamu. Terimakasih bantuannya tadi" ucapnya

__ADS_1


Orang itu berbalik ke arah Vani, "Aku Jack"


"Jack? Ngga mungkin, suaramu beda" ucap Vani


"Aku pakai pengubah suara"


"Buka dulu maskermu"


"Cerewet! Ikut aku" ucap orang itu. Ia kembali menarik tangan Vani dan mengajaknya pergi menuju toilet. Di depan pintu toilet, Vani menghentikan langkahnya, "Kenapa berhenti?"


"Ini toilet cowok, yakali aku masuk" ucap Vani, ("Ga beres ni orang") batinnya cemas


"Tenang aja, ada aku. Ayo masuk!" Ucap orang itu. Ia menarik tangan Vani dan membawanya masuk ke dalam salah satu bilik toilet


'Eeeee.. tunggu tunggu, kenapa kesini?!' Ucap Vani lirih, 'buka pintunya! Kamu belum tentu Jack!' Sambungnya panik


'Husttt.. diam! Kamu mau ketauan?!' Ucap orang itu kesal sembari membuka maskernya


'Bisa diam nggak?! Kamu mau ketauan masuk toilet cowok?' Ucap Jack lirih


'kenapa kamu bawa aku kesini?'


'bandel banget jadi orang! Udah ku bilang diam ditempat! Kenapa kamu keluyuran buat masalah!'


Vani menundukkan kepalanya karena merasa bersalah, 'Maaf, aku cuma cari makanan'


'ah.. dasar' keluh Jack lirih. Ia melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Vani, 'ganti bajumu pakai ini'

__ADS_1


'trus kamu?'


'aku ada kaos'


'yaudah' Vani menerima jaket itu. Mereka berdua terdiam sesaat, 'Balik badan! Kamu mau intip aku ganti baju?!'


'iya, tau!!' ucap Jack sembari berbalik. Vani mengganti pakaiannya sembari mengawasi gerak gerik Jack, 'udah?' tanya Jack lirih


'hmm..' gumam Vani


'aku boleh balik badan?'


'iya iya!'


Jack kembali berbalik ke arah Vani. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sesuatu. Ia menunjukkan sebuah cip kecil di telapak tangannya, 'untung aja aku bawa cadangannya' ucap Jack lirih


'cip apa itu?'


'A.. buka mulutmu' ucap Jack lirih. Vani menurutinya. Jack memasangkan sebuah cip kecil di belakang gigi Vani, 'coba ngomong'


'hallo, wahhh... Suaraku jadi kembar sama punyamu, ko bisa ko bisa? hallo tes.. tes, satu dua tiga. Wahhh... Keren juga' Vani merasa begitu senang dengan perubahan suaranya itu


'jangan pernah lepas tudung jubahmu, ayo keluar. tcih.. tanganku jadi kotor kena mulutmu' ucap Jack lirih sembari membuka pintu. Mereka berdua melangkah keluar dari bilik toilet


Dua orang pria asing yang sedang mengobrol sembari membasuh tangan di depan wastafel melihat ke arah mereka berdua. Jack menggunakan salah satu wastafel untuk mencuci tangannya. Setelah tangannya bersih, Jack berjalan meninggalkan toilet dan Vani mengikutinya di belakang


"Puftt.. bro.. lihat barusan? Dua cowok keluar dari satu toilet, ngapain mereka?" Ucap salah satu pria

__ADS_1


"Positive thinking aja, siapa tau yang cuci tangan barusan habis bantu nyebokin cowok pendek tadi" saut temannya


"Bhaks ahahaha.. bisa jadi"


__ADS_2