
"Kemana?" Tanya Vani
"Minimarket depan" Jawab Jack sembari mengenakan jaket
"Ikut" Ucap Vani sembari berdiri dari duduknya
"Hmm" Gumam Jack. Mereka berdua melangkah menuju pintu apartemen
"Tunggu" Ucap Ray
Mereka berdua terhenti dan menoleh ke arahnya, "Kalian pergi berdua?" Tanya Ray
"Iya, kamu tunggu sini aja" Jawab Vani
("Mereka bakalan berduaan lagi?!"), "Jack, biar aku yang pergi. Kau pasti nggak tau bahan yang di butuhin" Ucap Ray sembari berjalan melewati mereka berdua
"Tau, yang biasanya kita buat kan?" Ucap Jack
"Bukan, menu baru. Biar aku aja. Vani ikut aku, bantu bawa belanjaan" Ia membuka pintu apartemen
"Oh iya" Ucap Vani sembari mengejar jalan Ray. Ia terhenti dan menoleh ke arah Jack, "Itu!"
Jack mengangguk Kecil
Vani dan Ray melangkah keluar dari apartemen dan pergi menuju minimarket bersama. Mereka berjalan berdampingan menelusuri trotoar yang cukup sepi. Lampu lampu toko menerangi mereka di sepanjang perjalanan. Kendaraan hanya beberapa kali terlihat melintas di jalan raya samping mereka
"Hari ini cerah ya" Ucap Vani sembari menoleh ke atas dan menatap langit
Ray menoleh ke arahnya, "Cerah?"
Vani menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Ray, "Bhaks ahahaha, malam yang cerah ada nggak si?"
Ray tersenyum kecil menanggapinya, "Ada"
Mereka berdua kembali melangkahkan kaki, "Kamu ngerasa aneh nggak? Dari tadi kita jalan nggak ketemu satu orang pun. Padahal banyak toko disini, jalan rayanya juga sepi gitu" Ucap Vani
"Daerah sini emang sepi, kendaraan biasanya lewat jalan sebelah sana, lebih dekat. Lewat sini sama aja ambil jalan jauh" Jelas Ray
"Trus tokonya? sepi ngapain buka?" Tanya Vani
"Pagi sampai sore disini selalu ramai. Malamnya ya begini, sunyi. Sebentar lagi tokonya tutup semua" Jawab Ray
"Minimarketnya?"
"Minimarket dua puluh empat jam, tenang aja" Ucap Ray
__ADS_1
"Masih jauh nggak?"
"Belokan depan, minimarketnya kelihatan"
"Hmm.. Apa lagi ya" Ucap Vani bingung
"Kamu cari topik pembicaraan?" Tanya Ray
"Abisnya sepi si" Ucap Vani, "Oh ya Ray, gimana kuliahmu?"
"Lancar lancar aja, di sekolahmu masih ada yang ganggu kamu?"
"Udah nggak ada, seniorku udah lulus semua. Sayang banget" Ucap Vani, "Tapi gapapa, sekarang kan aku seniornya"
"Hmm.. Jangan gangguin juniormu" Ucap Ray
"Siapa yang ganggu? Aku tuh tipe senior yang baik hati dan tidak sombong" Ucap Vani bangga
"Ahaha, nggak sombong ya?" Tanya Ray
"Of course" Jawab Vani
Mereka tiba di persimpangan jalan, "Oh itu minimarketnya. Balapan kuy, yang sampai duluan menang" Seru Vani sambil berlari mendahului Ray. "Oh hey" Ray tersenyum kecil dan berlari mengejar Vani
_____≧﹏≦_____
"Curang? Dimananya? Kamu aja lari duluan" Ucap Ray
"Kakimu panjang si, curang" Ucap Vani
"Kenapa salahin kakiku? Kakimu tuh yang kependekan"
"Mana ada, aku kan tinggi" Ucap Vani
"Tinggi darimananya? Sebahuku aja mentok"
Vani memasang ekspresi datar, "Yee anjirr, intinya kamu udah curang, lombanya failed. Nggak sah"
"Mau tanding ulang?" Tanya Ray
"Buat apa? Udah sampai juga" Ucap Vani
"Aku bisa ngalah nanti, biar kamu senang bisa menang"
"Curang!" Ucap Vani
__ADS_1
"Ha? curang?" Tanya Ray bingung
"Ya curang lah, masa lagi lomba ngalah si. Nggak sportif"
"Hmm.. Aku menang curang, aku kalah juga curang, terus aku harus gimana?" Tanya Ray
"Nggak usah lomba deh, nggak ada hadiahnya juga. Ayo, Jadi belanja nggak?" Ucap Vani sembari berjalan mendahului Ray masuk ke dalam minimarket
"Dasar" Ucap Ray sembari berjalan di belakangnya
Di dalam minimarket, Ray mengarahkan Vani untuk mengambil bahan masakan yang dibutuhkan. Selesai mengambil semua bahan, mereka pergi ke kasir untuk membayar
"Berapa totalnya?" Tanya Ray
"Semuanya jadi dua ratus lima belas ribu" Ucap penjaga kasir. Ray terlihat sedang berusaha mengambil uang di dompet dengan satu tangannya
"Disini bisa pakai kartu debit kan?" Tanya Vani
"Oh, bisa" Ucap penjaga kasir
Vani langsung mengeluarkan kartu debit di sakunya dan memberikannya pada penjaga kasir, "Ray, simpan aja", ("kasian, dia susah ambil uangnya")
"Iya makasih Van" Ucap Ray sambil tersenyum, ("Lumayan, hemat lagi")
"Ini kak, terima kasih sudah berbelanja di minimarket ini" Ucap penjaga kasir sembari mengembalikan kartu debit pada Vani. Vani menerimanya dan menyimpannya kembali ke dalam saku
Ray mengambil semua belanjaan di atas meja kasir dan membawanya dengan satu tangan, "Ayo pergi" Ajaknya. Ia berjalan keluar dari minimarket
"Eh?" Vani menyusulnya dan berjalan di sampingnya, "Ray, sini in belanjaannya. Bukannya kamu suruh aku ikut buat bawa belanjaan?"
"Biar aku aja. Toh kamu udah bayar tadi, aku jadi bisa hemat" Ucap Ray
"Jangan bilang tadi kamu pura pura kesusahan ambil uang, terus nunggu aku bayar duluan" Ucap Vani
"Ahaha.. Kalau yang itu bukan pura pura, aku emang kesusahan lakuin aktivitas dengan satu tangan" Jelas Ray
'Degg' langkah Vani langsung terhenti, "Maaf" Ucapnya tertunduk
"Hey, kenapa minta maaf? Bukan salahmu" Ucap Ray
"Kenapa dulu aku sebodoh itu? nyetir mobil dalam keadaan sakit. Harusnya aku tinggal di rumah sakit lebih lama sampai luka tusuk di perutku pulih" Ucap Vani
"Udahlah, yang berlalu biarlah berlalu" Ucap Ray, "Oh ya, mau masak bareng?"
"Masak? Aku nggak bisa. Tapi kalau bantu aku bisa" Ucap Vani
__ADS_1
"Ya udah ayo, Jack pasti udah lapar" Ucap Ray sembari mempercepat jalannya
"Okeysip!" Seru Vani