Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter9


__ADS_3

Sepulang sekolah di rumah Vani,


Ia berpapasan dengan Kaituo ketika sedang berjalan menuju kamarnya. Kaituo terlihat berpakaian dengan rapi dan membawa kunci kontak mobil di tangannya, "Mau kemana?" Tanya Vani


"Ada panggilan dari kantor polisi, kayaknya aku menghajarnya terlalu keras, tangan kirinya retak" Jawab Kaituo


"Hum.. Suruh pengacara aja yang dateng"


"Nggak perlu, cuman panggilan doang. udah ya, aku jalan" Ucap Kaituo


"Kamu kan bawa kontak mobil, mau jalan?"


"Terserah" Kaituo melangkah keluar dari rumah Vani


"Hehe" Vani tertawa kecil. Ia kembali melangkah menuju kamarnya


Di malam harinya, Vani sedang makan malam bersama bibi di ruang makan rumahnya. Kaituo datang menghampiri mereka dan duduk bergabung


"Gimana Kai? Kamu masuk penjara berapa tahun?" Tanya Vani


"Kamu mau aku masuk penjara?" Tanya Kaituo dengan ekspresi datar


"Aku bakalan sedih kalau itu beneran" Jawab Vani sambil tersenyum


"Kamu baru aja bilang sedih pake ekspresi bahagia begitu, dasar" Ucap Kaituo dengan tawa kecil


"Tuan Kaituo terkena masalah?" Tanya Bibi


"Iya bi, cuma masalah kecil, nggak perlu cemas" Jawab Kaituo


"Jadi gimana Kai?" Tanya Vani


"Rekaman cctv Mall bermasalah, mereka nggak punya bukti kuat buat nuntut aku"


"Heh? Ko bisa? Cctvnya mihak kamu?" Tanya Vani


"Aku juga nggak tahu, kebetulan yang nguntungin aku. Baguslah, aku nggak perlu manggil pengacara"

__ADS_1


"Oh ya Kai, apa kamu udah putusin untuk kuliah dimana?" Tanya Vani


"Kamu banyak tanya ya, habiskan dulu makananmu" Jawab Kaituo


"Hmm.." Gumam Vani. Mereka bertiga melanjutkan menyantap makan malam mereka


Selesai makan, Kaituo dan Vani duduk mengobrol di teras Kamar Vani, "Van, aku bawa kabar baik buatmu" Ucap Kaituo


"Hmm? Apaan?" Tanya Vani


"Aku akan pulang ke negara A dan terusin kuliah disana" Jawab Kaituo


'Degg' Vani terkejut mendengarnya, ia menoleh ke arah Kaituo dan menatapnya dengan tajam, "Jangan bilang gara gara kamu putus trus kamu pulang ke negara A?"


"Ahaha, bukan itu, bukannya kamu senang kalau aku jauh darimu? Kamu bisa bebas lakuin apa pun tanpa ada yang larang lagi kan?" Ucap Kaituo


"Haha, benar. Aku yang dulu pasti bakal lompat kegirangan denger ini" Ucap Vani, "Tapi Kai, bukannya kamu pernah bilang mau kuliah di universitas negara B?"


"Iya, aku yang dulu emang ngomong gitu" Ucap Kaituo


Vani memasang ekspresi datar, "Kenapa kamu tiru gaya bicaraku?"


"Kai, kalau kamu pulang ke negara A. Siapa yang antar aku ke sekolah? Kamu kan udah ku anggap supir sendiri" Ucap Vani


"Kamu cuma anggap aku sebagai seorang supir?" Tanya Kaituo


Vani mengangguk mengiyakannya


"Oke fine, abis ini aku langsung pulang ke negara A" Ucap Kaituo sembari berdiri dari duduknya. Vani menarik tangannya dan menahannya, "Jangan jangan, udah malem bahaya. langitnya gelap, kalau pilotnya nggak kelihatan trus pesawatnya nyasar gimana?" Ucap Vani


"Pufftt.. Nggak mungkin itu kejadian"


"Yee siapa bilang nggak bakal kejadian? Udah banyak pesawat hilang tau ngga!"


"Hmm.. "


"Kai, kuliah disini aja ya, ntar pas kamu berangkat sekalian anterin aku ke sekolah. Aku kan belum cukup umur buat nyetir mobil sendiri"

__ADS_1


"Dua bulan lagi usiamu genap tujuh belas tahun, kamu udah bisa buat sim dan nyetir mobil sendiri" Ucap Kaituo


"Aku nyetir sendiri? Kalau aku kecelakaan gimana?" Tanya Vani


"Kamu udah cukup dewasa buat pahami batas kecepatan mengemudi" Jawab Kaituo


"Yah Kai, jangan gitu lah. segitu pengennya ninggalin aku apa? Khakim nggak disini, trus kamu mau pergi! Aku sendiri lagi dong"


"Kalau kamu bilang kai aku kesepian tanpa kamu, mungkin akan ku pertimbangkan lagi" Ucap Kaituo sambil tersenyum


('Apa aku harus ngomong kata kata alay itu?!'), "Ya udah, pergi aja gih" Ucap Vani dengan ekspresi datar


Kaituo menghela nafasnya dan menyandarkan punggungnya di kursi, "Hahh.. Aku memang nggak berarti ya bagimu"


Vani menoleh ke arahnya, "Nggak kok, sebelumnya kan aku pernah bilang. Kamu udah ku anggap supir sendiri, itu artinya kamu berarti buat aku!"


Kaituo tersenyum kecil mendengarnya, ia menoleh ke arah Vani, "Kamu nggak dingin?"


"Sekarang musim panas"


"Benar juga, semester baru sekarang di mulai musim panas. Ayo masuk, kamu harus tidur. Besok sekolah" Ucap Kaituo sembari berdiri dari duduknya. Ia melangkah melewati Vani dan masuk ke dalam kamar. Vani berdiri dari duduknya dan menyusulnya masuk


"Kai" Panggil Vani


Kaituo berbalik dan menoleh ke arah Vani, "Hmm?"


Vani terlihat sedikit murung, "Bisakah kamu pikirin lagi? soal balik ke negara A"


Kaituo menurunkan pandangannya dan memasang ekspresi sedih, ia mengeluarkan handphone dari saku celananya dan membuka sesuatu. Ia kembali menatap Vani dan menunjukkan layar handphonenya, "Maaf, aku harap kamu mengerti"


Vani mendekatinya dan merebut handphone Kaituo, ia membaca semua text yang ada di layar handphone. "Puftt.. Apa apaan ini? Olahraga yang tepat untuk membentuk otot perut? kamu balik ke negara A cuma mau latih otot perut?"


Kaituo terkejut mendengar apa yang di baca Vani, ia melihat layar handphonenya dan menggesernya, "Yang ini, bukan yang itu!"


"Hum.. Kenapa kamu mau bentuk otot perut?" Tanya Vani dengan tawa kecil


"Nggak penting, baca aja yang itu!"

__ADS_1


"Hehe" Vani kembali fokus pada layar handphone Kaituo. Membaca text di screenshot yang di ambil Kaituo membuatnya terkejut hebat, matanya melebar dan ia langsung menatap tajam ke arah Kaituo, "Ini beneran?!"


Kaituo hanya membalasnya dengan anggukan kecil


__ADS_2