Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter28


__ADS_3

"Baiklah kak, mohon tunggu sebentar" Ucap penjaga kasir. Ia mengambilkan pesanan Vani dan menaruhnya di atas meja kasir, "Varian warnanya apa saja kak?"


"Terserah, random pick" Ucap Vani


"Owh baiklah, saya akan mengemas ini, ini, ini, ini dan ini" Ucap penjaga kasir sembari mengambil beberapa kemasan glitter. Ia memasukkannya pada kantung belanja yang sama, "Ada yang lain kak? Masker wajah? Skincare?"


"Nggak perlu, lima ratus ribu kan?" Ucap Vani


"Iya kak, serum wajahnya nggak sekalian kak?" Tawar penjaga kasir


"Nggak" Ucap Vani


"Oh baiklah, ini setruk pembeliannya kak" Ucap penjaga kasir sembari memberikan setruk pada Vani


"Debit bisa?" Tanya Vani


"Tentu saja Kak" Ucap penjaga kasir. Vani membayar belanjaannya dan berjalan keluar dari toko itu, "Ditunggu kunjungannya lain waktu kak"


"Cerewet" Ucap Vani sembari menaiki sepedanya. Ia mengayuh sepedanya pergi dari toko itu


Sesampainya di sekolah, Ia memarkirkan sepedanya di antara mobil mobil siswa di parkiran siswa, ('Hmm.. Kapan ya aku punya sim?') Ia mengambil kantung belanjanya dan membawanya masuk menuju gedung sekolah


Saat memasuki gedung kelasnya, ia berlari kecil di lorong menuju kelasnya, 'Srakk..' Ia menggeser pintu belakang kelas dan mengecek keadaan, "Aman" Ucapnya sembari masuk ke dalam kelas. Ia tidak melihat keberadaan Agnes di sepanjang pengamatannya. Ia menghampiri salah satu teman sekelasnya, "Agnes belum berangkat kan?"


Teman sekelasnya menjawabnya dengan sebuah anggukan

__ADS_1


"Yoshaa" Ia meletakkan tasnya di bangku miliknya dan pergi menghampiri lemari alat kebersihan di belakang kelas. Ia mengambil sebuah ember kaleng dan membawanya menuju bangkunya. Ia menaruhnya di atas mejanya. Ia membuka satu persatu bungkusan glitter dan memasukkannya ke dalam ember. Setelah semua glitter tercampur, ia membawanya menuju pintu belakang kelas dan menaruhnya di sisi pintu


Ia keluar dari pintu belakang dan mengamati siswa siswa yang melintas melewatinya,('Hum.. Kemana tu anak, kenapa belum berangkat')


Beberapa saat kemudian, Agnes terlihat datang dari lorong yang berlawanan sembari asik memainkan handphonenya. Vani segera masuk ke dalam kelas dan menyeret salah satu bangku kosong menuju samping pintu belakang kelas. Ia memanjat bangku itu dan bersiap dengan mengangkat seember glitter


'Satu.. Duaa..'


'Srakk..' pintu belakang kelas tergeser dan seseorang terlihat berjalan masuk ke dalam kelas. Vani menyiram orang itu dengan seember glitter yang ia bawa, "Hah?!" Ia terkejut melihat Azka bermandikan glitter di seluruh tubuhnya berdiri di hadapannya. Pandangan seluruh siswa di kelas tertuju padanya


'Srakk.. ' pintu depan kelas tergeser dan Agnes masuk melalui pintu itu. Pandangannya langsung tertuju pada Vani yang sedang berdiri membawa sebuah ember kaleng di atas bangku, "Ngapain Van?"


Vani menoleh ke arahnya dan kembali terkejut, "Hah? Ko bisa? Kenapa kamu lewat pintu depan?!"


Vani menoleh ke arah Azka,, "Kenapa pak Azka nggak lewat pintu depan?! pintu belakang kan buat siswa!"


"Ikut ke ruangan saya!" Ucap Azka kesal


"M*mpos kau. Hukum aja pak, nggak ada etikanya sama sekali. Guru sendiri dikerjain" Ucap Agnes dengan raut wajah bahagia


"Tapi pak, salah sendiri kenapa lewat pintu belakang. Harusnya pak Azka yang lewat pintu depan trus Agnes yang lewat pintu belakang!" Ucap Vani


"Ikut ke ruangan saya!" Ucap Azka


"Mau ngerjain aku yaa. Sayang sekali, hari ini adalah hari sialmu wahaha" Ejek Agnes

__ADS_1


Azka menoleh ke arah Agnes, "Agnes, kamu bersihkan lantainya"


"Yah pak, kok saya si?!" Ucap Agnes


"Hiyaa hari sialku adalah hari sialmu juga" Ejek Vani


Azka meraih tangan Vani dan menariknya turun dari atas bangku, ia menariknya keluar dari kelas dan menyeretnya paksa menuju ruangannya. Di sepanjang lorong, siswa siswa yang di lewati mereka memperhatikan mereka, "Pak, bagus tau bajunya jadi kerlap kerlip gitu. Liat aja, semua orang jadi ngeliatin pak Azka kan" Ucap Vani sembari menahan tawanya. Azka menghentikan langkahnya dan melepas genggamannya, ia menoleh ke arah Vani dan menatapnya dengan tajam


"Maaf pak" Ucap Vani tertunduk


"Kembali jalan!" Ucap Azka


"Tunggu. Aku bakal ikut, tapi pak Azka jalan duluan. Aku nggak pantes jalan sama Pak Azka yang bersinar dan jadi pusat perhatian. Pak Azka terlalu terang, aku nggak kuat liatnya" Ucap Vani sembari menahan tawanya


Azka memperhatikan sekitarnya dan menyadari banyak mata yang memperhatikannya, "Masuk ke kelas!" Serunya. Ia berbalik dan kembali melanjutkan perjalanannya. Vani mengikutinya dari jarak yang lumayan jauh


Sesampainya di ruangan Azka. Vani duduk berhadapan langsung di mejanya. Azka memasang raut muka serius dan menatap Vani dengan tajam. Vani sedikit melirik ke arah Azka dan langsung kembali menurunkan pandangannya, ('Waahh.. Aura intimidasi yang kuat. Jadi ngeri')


"Jelaskan semuanya!" Ucap Azka


Vani menaikkan pandangannya, "Maaf pak, anggap aja tadi sebuah kecelakaan. Niat awal saya itu ngerjain Agnes, tapi malah pak Azka kan yang kena. Salah pak Azka juga si, lewat pintu belakang. Tapi bagus kan? Dari atas kepala sampai ujung sepatu pak Azka jadi kerlap kerlip, puftt.."


"Kamu nyalahin saya?!" Tanya Azka


"Nggak pak, saya yang salah. Maaf. Saya janji nggak akan ngulang lagi. Nah, sekarang saya boleh balik ke kelas kan?" Ucap Vani sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2