Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter197


__ADS_3

Setelah selesai dan keluar dari bianglala, ekspresi Ray terlihat lebih rileks dari pada sebelumnya. Namun kakinya masih terlihat sedikit gemetar. Vani menarik Ray ke salah satu kursi kosong dan menyuruhnya duduk di sana, "Kamu tunggu sini yaa" ucap Vani


"Kamu mau kemana?" Tanya Ray


"Sebentar doang" ucap Vani. Ia langsung berjalan pergi meninggalkan Ray


Selang beberapa saat, Vani kembali sembari membawa sebotol air mineral di tangannya. Ia membuka tutup botol itu dan memberikannya pada Ray, "Minum ini Ray" ucapnya


Ray menerima botol itu sembari tersenyum, "Makasih ya" Ia segera meneguk minumannya. Vani ikut beristirahat dengan duduk di sampingnya, "Kamu beli minuman dimana?" Tanya Ray sembari menoleh ke arah Vani


"Di samping toko itu ada vending machine" ucap Vani sembari menunjuk ke arah salah satu toko


"Oh.. aku nggak liat sebelumnya. Tapi, darimana uangmu?"


"Dikasih Kai pas main tadi sore. Ray.. kita masih mau main?"


"Kamu masih belum puas? Udah hampir jam tujuh loh"


"Hehe.. ya udah deh, next time lagi ya"


"Iya, kapan kapan kita berangkat lebih pagi. Biar kamu bisa main sepuasnya" ucap Ray


"Percuma berangkat pagi, antrenya pasti panjang. Next time aku mau sewa aja land parknya" ucap Vani

__ADS_1


Ray tersenyum kecil, "Iya, terserah kamu"


"Pake uangmu" ucap Vani


Ray langsung terkejut dan kembali menoleh ke arah Vani, "uu.. uangku?"


"kamu ngga mau ya bayarin aku" ucap Vani sedih


"ya.. bukan gitu, tapi.. jangan satu land park juga. kita beli tiket biasa aja ya"


"Ahahahaa.. bercanda. Aku minta ke Khakim nanti, trus kita bisa ajak temen temen yang lain"


"Bagus lah kalau begitu" ucap Ray. Mereka berdua kembali terdiam dan hanyut dalam pandangan masing masing. Angin malam yang berhembus mulai terasa menembus kulit. Seseorang nampak menghampiri mereka berdua, "Permisi kak, mohon maaf land park akan segera tutup. Silakan untuk segera keluar dari land park. Kakak bisa kembali besok pagi jika ingin lanjut bermain" ucap seorang petugas


"Eh? Dah mau tutup? Emang ngga buka sampe malem?" Tanya Vani


"Baik, saya permisi mau cek apa masih ada pengunjung lain" ucap petugas


"Iya pak" ucap Ray


"Mari"


Ray berdiri dari duduk dan mengulurkan tangan kanannya, "Ayo, kita pulang"

__ADS_1


"Iya" ucap Vani sembari meraih tangan Ray. Mereka berdua berjalan keluar dari Land Park


Ray menghentikan langkahnya tepat di pinggir jalan. Ia melepaskan gandengan tangannya dan menoleh ke arah Vani, "Aku udah pesan taxi, kita tunggu sini" ucap Ray


"Em.. Iya" ucap Vani


"Van" panggil Ray


"Hmm?" Gumam Vani


"sini in tanganmu" ucap Ray. Vani mengangkat tangan kirinya, "Bukan kiri, yang kanan" ucap Ray sembari menepis lembut tangan kiri Vani


"Ahahaa.. nih" ucap Vani sembari mengangkat tangan kanannya


Ray mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan memakainya di tangan Vani, "Selesai, kita couple sekarang" ucap Ray tersenyum sembari menunjukkan gelang yang sama di tangan kanannya


"Wih.. keren, kamu beli dimana" ucap Vani senang


"Tadi pas kamu main sama Kaituo" ucap Ray


"Tumben kamu belinya yang ngga girly girly" ucap Vani, "Warnanya gelap, bagus banget"


Ray mengangkat tangannya dan menggaruk alisnya, "Yaa.. karena aku juga pakai, nggak mungkin kan aku pakai gelang yang girly, nanti di kira kelainan lagi"

__ADS_1


"Ahahahaaa.. Ray banci" ejek Vani


"Enggak ya!"


__ADS_2