Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter123


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa saat dengan keheningan, Vani yang merasa begitu bahagia memulai obrolan, "Ray, kamu gandeng tanganku. Artinya kamu ngga marah lagi kan?" Ucap Vani. Ray menghentikan langkahnya dan langsung melepas genggaman tangannya. Ia menoleh dan sejenak menatap Vani sebelum tatapannya berpindah pada Yukki. Ia tidak menghiraukan keberadaan Vani. Ray menarik Yukki mendekat padanya, "Yukki, kenapa kamu bisa pergi dengan orang asing begini?"


'degg..'


"Eh?" Vani sedikit tersentak, ekspresi di wajahnya berubah drastis. Ia sedikit membuat jarak dari Ray, ("Orang asing dia bilang?") Batinnya kecewa


"Kak Ray, dia itu kak Vani. Pacarnya kak Ray, pura pura lupa ya?" ucap Yukki


"Dia bukan pacar kakak, kakak nggak kenal dia" ucap Ray, "Gimana kalau kamu jalan sama orang asing dan ternyata orang itu culik? Kamu mau keculik lagi?"


"Haha.." tawa kecil Vani sembari mengalihkan pandangannya, "Apa menurutmu aku akan culik dia. Tenang aja, ga bakal kok"


Ray tidak sedikit pun menatap ataupun menoleh ke arah Vani, "Yukki, jangan pergi sembarangan lagi"


"Kak Ray putus sama kak Vani ya?" Tanya Yukki murung


"Diam! Kita nggak punya hubungan apapun. Kakak nggak kenal dia!" Ucap Ray ngegas


"Oke, iya! kita ga kenal! Tapi jangan bentak anak kecil juga lah!" Ucap Vani


"Tapi kak Ray, kalau ada masalah bisa dibicarain dulu. Kalian jangan musuhan gini dong" ucap Yukki sedih


"Kakak nggak kenal dia, gimana bisa kakak punya masalah sama dia" ucap Ray


"Kak Ray, kak Vani punya temen cowok lain. Kalau dia jadi benci ke kak Ray, trus pilih temen cowoknya. Gimana coba?" Ucap Yukki


"Terserah dia, nggak ada hubungannya sama kakak" ucap Ray. Ia sedikit menolehkan kepalanya, "Buat kamu.. Jangan usik keluargaku lagi!" Ia kembali menoleh ke arah Yukki, "Ayo pulang Yukki" ucapnya sembari menggandeng tangan Yukki. Mereka berdua berjalan pergi meninggalkan Vani seorang diri


("Kata katanya makin tajem aja, bikin nyesek tau ngga?") batin Vani. Ia berbalik dan mulai melangkahkan kakinya, "Dia bilang gitu tapi ga berani tatap mataku, gimana aku bisa nyerah? It's okay, masih ada next time ya ngga?"


Saat melewati tempat sebelumnya, Vani melihat Evano yang masih berada di kursi sebelumnya tanpa melakukan perpindahan sedikit pun. Ia kembali menghampirinya, "Ngga bisa jalan pulang? Kenapa masih disini?" Tanya Vani


Evano menurunkan kepalanya dan menoleh ke arah Vani, "Ditinggal pacarmu pulang?"

__ADS_1


"Hmm.. anggap aja gitu" ucap Vani sembari duduk di samping Evano


"Pulang gih"


"Ngapain nyuruh nyuruh"


"Nggak malu nangisin cowok di kursi umum gini?"


'swoshh..' Angin yang cukup kencang bertiup hingga membuat beberapa daun berguguran


Vani mengusap matanya yang sebelumnya nampak berkaca kaca tanpa ia sadari, "Anginnya kenceng banget, mataku sampe berair" Evano terdiam tanpa menanggapinya


"Ah ngga asik banget, kenapa kamu diem?" Tanya Vani


"Aku bukan temanmu kan? Buat apa nanggepin?" Jawab Evano


"Tapi kan, kamu wakilku. Wajar dong ketua sama wakil ngobrol"


"Kita nggak di sekolah"


"Hmm.. Ngomong aja, aku tanggepin"


"Dimana headphonemu?"


"Di rumah"


"Tumben ga bawa"


"Hmm"


"Eh.. besok kamu sekolah kan?"


"Iya" ucap Evano. Ia menoleh ke arah Vani, "Jangan bilang kamu mau manfaatin waktu pemadaman listrik buat ajak aku bolos sekolah"

__ADS_1


"Yee.. pede amat jadi human, siapa juga yang mau ngajakin kamu bolos. Eh? Besok ada pemadaman listrik?" Tanya Vani penasaran, "Wah.. bagus dong"


"Kamu nggak tau?"


"Evano, nice info wkwk. Oh ya, pemadaman jam berapa? Trus berapa lama?"


"Nggak akan ku bocorin, niatmu jelek mau bolos"


"Dih pelitnya, it's okay.. ada gugel" ucap Vani sembari mengeluarkan handphonenya. Ia mencari informasi di internet tentang pemadaman listrik di esok hari, "Ooo.. ketemu ketemu. Jam tujuh sampe sembilan pagi, lumayan lama juga nih"


"Jangan harap bisa bolos, aku bilangin guru sebelum kamu bertindak" ucap Evano


"Dasar tukang ngadu" ejek Vani


"Hey, bisa nggak jadi ketua kelas yang teladan"


"Lah, gini aja aku udah teladan. Maumu yang gimana?"


"Maksudku.. " ucap Evano terhenti, 'drrtt.. drtt..' Dering handphone Vani memotong pembicaraan mereka, "Bentar" saut Vani. Ia langsung mengangkat panggilan telepon dari Kaituo


'tut..'


"Hallo, siapa ya?" Ucap Vani


'siapa siapa, dimana kamu?! Udah sore gini belum pulang juga' ucap Kaituo dari telepon


"Emang kamu mamaku apa? Lagian baru jam tiga dikatain sore"


'pulang buruan, kakakmu yang minta'


"Kenapa ngga dia yang telpon langsung?"


'dia lagi pergi'

__ADS_1


"Kemana?"


__ADS_2