Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter129


__ADS_3

"kamu akan ikut untuk penyelidikan" ucap polisi


"Kenapa harus di borgol, aku bukan pembunuh!" ucap Vani


"Jelaskan semuanya di kantor polisi, ayo jalan!"


"yah pak" Vani di bawa menuju kantor polisi untuk penyelidikan


Di ruang interogasi, ia duduk berhadapan dengan seorang penyidik khusus kasus pembunuhan, "Pak penyidik petugas baru ya?" Tanya Vani


"Bagaimana kamu tahu?" Tanya penyidik itu


"Hmm.. keknya pak penyidik seusia kakakku"


"Kamu kelihatan tenang sekali setelah melakukan semua itu ya"


"Orang bukan aku juga! ngapain panik?"


"Ehem.. mari kembali ke masalah utama. Ada beberapa pertanyaan yang akan saya ajukan. Tolong jawab sejujur jujurnya"


"Siap" ucap Vani


"Apa kamu yang membunuh Adira?"


"Bukan, aku liat Adira bunuh diri, dia tusuk perutnya pake pisau"


"Namamu Vani Osamu bukan? Kamu bilang, Adira sendiri yang menusuk perutnya. Tapi kenapa sidik jari kamu ada di pisau itu?"


"Gini... Ada orang lagi nusuk perutnya sendiri, trus dia jatuh ke lantai. Aku lagi lewat.. Ya otomatis aku bantu dia lah! Aku cabut pisau dari perutnya, wajar lah sidik jariku disana"


"Apa kamu berkata jujur?"


"Iya"


"Seragammu dari Academy B high school. Bagaimana seorang murid sma bisa sampai di gedung fakultas sains dan matematika?"


Vani memasang ekspresi datar, "Tadi naik taxi kesananya"

__ADS_1


"Bukan transportasinya, tapi apa tujuanmu ke sini?"


"Aku kesini bukannya buat penyelidikan, pak penyidik lupa ingatan ya?"


"Bukan saatnya bercanda!"


"Lagian pak penyidik tanyanya setengah setengah. Aku maklumin deh gegara penyidik baru. Harusnya tuh, interogasinya harus dengan kata kata yang jelas dimengerti dan yang pasti harus lengkap! Jadi gini tanyanya, apa tujuan kamu datang ke fakultas sains dan matematika di universitas"


"Kenapa kamu mengajari saya? Kamu bisa memahaminya! Jawab saja, jangan memutar topik"


"Iya deh, aku ke kampus buat ketemu sama Jack. Kebetulan jurusannya sama kayak punya si Adira"


"Jack? Dia temanmu. Bisa hubungi dia dengan ponselmu?"


"Oh bisa" ucap Vani. Ia mengeluarkan handphone dan menghubungi nomor Jack


'tuttt..'


'jangan harap aku akan membantumu!' ucap Jack dari telpon


Vani memalingkan pandangannya, 'bisa baca nama kontaknya ngga si' gumamnya


'benar, saya Jack' ucap Jack dari telepon


"Saya dari kepolisian, ada yang ingin saya tanyakan pada saudara. Bisa saudara menjawab dengan sejujur jujurnya?"


'tentu'


"Baiklah, ini berkaitan dengan saudari Vani. Apa sebelumnya kalian berencana untuk ketemuan di hari ini?"


'Nggak'


Penyidik itu menatap kedua mata Vani, "Baik terimakasih" ucapnya sembari menutup panggilan


"Aku ke kampus sengaja ngga bikin rencana. Kan surprise" ucap Vani


"Apa dia berulang tahun?" Tanya Penyidik

__ADS_1


"Kasih surprise harus ulang tahun? Aku cuma lagi pengen aja kasih Jack surprise"


"Tidak logis, ponsel ini akan saya sita untuk penyelidikan"


"Lah lah.. jangan dong, aku mau telpon Khakim"


"Kita masih di ruang interogasi, harap jaga sikap"


"Maaf deh"


"Pertanyaan selanjutnya. Berapa lama kamu kenal dengan korban dan masalah apa yang pernah korban perbuat, hingga membuat kamu merasa marah padanya"


"Kenapa tanya gini? Seolah olah aku di sudutin biar ngakuin kalau aku yang bunuh dia"


"Jawab bagian awalnya saja"


"Nah gitu dong. Jadi tuh, aku kenal Adira baru beberapa hari ini. Kita temenan gegara sehobi main game"


"Hanya itu? Apa yang tidak kamu sukai dari dia?"


"Ngga ada keknya, fine fine aja"


"Benar, kamu tidak membunuhnya?"


"Iya, serius! Bukan aku!" Ucap Vani ngegas


Penyidik itu berdiri dari duduknya dan menoleh ke arah polisi penjaga pintu ruang interogasi, "Bawa dia ke sel sementara"


"Baik!" Ucap polisi lain


"Aku ditahan? Berapa lama?" Tanya Vani


"Kamu akan menjalani penyelidikan ke dua setelah listrik menyala kembali" jawab Penyidik, "Kami akan periksa handphonemu terlebih dahulu"


"Ayo jalan" ucap polisi sembari mendorong maju Vani


"slow slow" ucap Vani. Vani di bawa menuju sel tahanan sementara dan di kurung disana. Sel itu berhadapan langsung dengan ruang kerja para polisi

__ADS_1


__ADS_2