
Di malam harinya, Vani tidak berani mematikan lampu kamarnya. Ia bahkan tidak berani untuk memejamkan matanya. Bayangan Adira selalu muncul di pikirannya, ("Kalau malem ini dia dateng kesini trus cekik leherku pas tidur gimana?") Batinnya cemas sembari mewaspadai seluruh sudut kamarnya
Lama kelamaan, punggungnya terasa panas karena kekhawatirannya, ("Hantu kan gabisa di ajakin by one, pasti nembus. aku bakal kalah telak kalau beneran dia dateng! Hiii.. serem")
'bip.. bipp..' Suara alarm pengingat jam tidur
"Oh, ***!" Ucap Vani panik sembari bangkit dari tidurnya. Ia langsung berlari keluar dari kamarnya dan turun ke lantai dasar, "Haaah.. alarm *****. Haha, Kenapa aku lari ke ruang tamu coba? Dasar pengecut" Ketika ia hendak kembali menaiki tangga ke lantai atas, langkahnya terhenti, ("Bukannya takut. Tapi males ke atas, nanggung udah di bawah. Hmm.. kamarnya Kai deket, malem ini nebeng aja") batinnya
Vani segera pergi menuju kamar Kaituo
'cklekk' Pintu terbuka
Kaituo yang belum tertidur di kasurnya langsung menoleh ke arahnya, "Ketuk pintu!" Ucapnya
"Kamu, belom tidur?" Tanya Vani
"Kamu sendiri?" Tanya balik Kaituo
"Belom lah. Malem ini aku tidur sini ya? Soalnya males naik tangga ke atas"
"Bukannya kamu dari atas?"
"Em.. aku abis minum barusan"
"Kamu takut tidur sendiri?"
"Engga, mana ada. Lagian hantu itu kan gaada, apa yang perlu ditakutin?"
"Oh.. gitu ya" ucap Kaituo sambil tersenyum kecil, "Yaudah sini"
"Nice" ucap Vani sembari mengacungi jempol. Ia menutup pintu kamar dan segera menghampiri kasur. Ia berbaring di samping Kaituo. Kaituo menaruh guling menengahi mereka, "Ini batasnya, jangan dilanggar"
"Siapa juga yang mau deketan sama kamu" ucap Vani
"Bukan itu. Kamu tahu nggak? Kamu tidur nggak bisa diem. Satu kasur kamu kuasai"
Vani menoleh ke arah Kaituo, "Iyakah? Aku gitu?"
"Iya, buat apa aku bohong"
"Oh.. inget, terakhir kita tidur bareng pas di negara A kan dulu? Trus pas paginya aku bangun, kamu gaada. Gegara ini ya?"
"Hmm.. iya, nggak bisa tidur nyenyak kalau ada kamu, aku pindah tidur di kamar tamu"
__ADS_1
"Sekarang jangan pindah ke kamar tamu, oke?" Ucap Vani
"Hmm.. asal kamu nggak langgar batasnya" ucap Kaituo
"Aku usahain"
Kaituo mengambil remote lampu dari atas meja samping kasurnya
"Ehhh.. mau ngapain?" Tanya Vani
"Matiin lampu" jawab Kaituo
"Jangan lah, aku ga bisa tidur kalau gelap"
"Masa? Biasanya juga matiin lampu kan?"
"Itu dulu, sekarang beda"
"Kamu tau kan? Aku nggak bisa tidur kalau terang gini"
"Tcihh.. ribet" ucap Vani sembari bangkit dari tidurnya, "Mending ke kamar Khakim aja"
"Yaudah sana" usir Kaituo
"Hmm" gumam Vani. Ia bangkit dari kasur dan melangkah keluar dari kamar Kaituo
'cklekk' Pintu terbuka
"Khakim" panggilnya. Namun ruangan itu tampak gelap dan kosong, ("Khakim ga pulang ya?") Batinnya. Ia kembali menutup pintu kamar itu
Saat Vani berbalik, dalam sekejap mata lorong rumahnya menjadi gelap gulita. Ia terkejut dan langsung merapatkan punggungnya ke dinding tembok, ("Di film horror ada adegan gini!") batinnya
'deg.. deg..' Rasa cemas akan ketakutan kembali menghantuinya, ("Plis, jan kesini Adira")
'pukk' Sebuah tangan terasa menepuk pundak Vani, "WAAAAA!!!!!" teriaknya kaget sembari menepis tangan itu
"Loh non, ini bibi, ini bibi" ucap bibi dalam kegelapan
"Hah.. beneran bibi?" Vani sedikit merasa lebih lega, "Bi, nyalain lampunya"
'ctakk' Lampu di lorong itu kembali menyala
Vani menghela nafasnya, "Huhhh.. astaga bibi, ngagetin tau"
__ADS_1
'cklekk' Pintu kamar Kaituo terbuka, ia terlihat keluar dari kamarnya dan mendatangi Vani, "Ada apa? Kenapa teriak?"
"Bibi sembarangan matiin lampu" ucap Vani
"Loh non, ini kan sudah waktunya jam tidur. Sudah sewajarnya kan bibi matiin semua lampu di dalem rumah" ucap bibi
"Bibi benar, kamu kenapa sih?" Tanya Kaituo
"Gaada" ucap Vani, "Aku gatau kalau lampunya dimatiin tiap malem"
"Non kok di bawah? Mau ambil minum?" Tanya bibi
"Iya haus" jawab Vani
"Kenapa nggak panggil bibi aja? Kan bisa telpon atau teriak kayak biasanya"
"Udah malem, takutnya ganggu istirahat bibi"
"Ya enggak lah non. Tugas bibi disini kan emang gitu"
"Iya juga"
"Ya udah, kalian ke kamar terus tidur. Besok kan masih ada kegiatan" ucap bibi, "Bibi mau ke belakang dulu"
"Iya bi" ucap Kaituo. Bibi berjalan pergi meninggalkan mereka berdua
Kaituo menoleh ke arah Vani, "Ini udah di depan kamar Kim, masuk gih"
"Khakim gaada" ucap Vani
"Dia nggak pulang?" Tanya Kaituo. Vani menggeleng gelengkan kepalanya
"Yaudah, tidur di kamarku. Ayo" ucap Kaituo sembari menggandeng Vani kembali ke kamarnya. Mereka berbaring di posisi yang sama seperti sebelumnya
"Matiin aja lampunya" ucap Vani
"Nggak" ucap Kaituo
"Kenapa? Kamu kan gabisa tidur kalau lampu nyala"
"Kamu tidur duluan, ntar kalau kamu udah tidur aku matiin lampu trus tidur"
"Kamu ngga pindah ke kamar tamu kan?"
__ADS_1
"Enggak enggak, dah sekarang tutup mata trus tidur"
"Hmm.." Vani menutup matanya dan perlahan tertidur