Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter52


__ADS_3

Vani memutuskan untuk kembali bergabung dengan ketiga temannya, "Jadi.. apa rencananya?"


Ketiga temannya menoleh bersamaan ke arahnya, "Zonk.. kita dari tadi diem dieman" Ucap Agnes


"Njirr.. gajelas. Ke cafe aja yuk, udah longgar pasti" Ucap Vani


"Ayo aja deh" Ucap Putri. Mereka berempat keluar dari Villa dan pergi menuju Cafe. Di tengah perjalanan, Vani mendapatkan notifikasi chat dari seseorang. Ia menghentikan langkahnya dan membacanya


di chat,


Unknown: "kumpul di aula sekarang"


"Heh?" Vani menoleh ke arah Villa. Pandangannya langsung kembali tertuju pada ketiga temannya yang sudah berjalan beberapa langkah di depannya, "Woy!" Ketiga temannya terhenti dan menoleh ke arahnya


"Kenapa?" Tanya Putri


"Kalian duluan aja, aku dah harus kumpul di aula" Ucap Vani


"Heh? Sekarang?" Tanya Awani, "Kita kan belum makan"


"Makan nanti, ayo Aw" Ajak Vani


"Yahhhhh" Keluh Awani. Ia mengikuti Vani kembali menuju aula Villa


"Ketuamu nggak hubungin kamu?" Tanya Vani


"Hmm.. entah" Jawab Awani. Ia mengambil handphone disakunya dan mengeceknya, "Oh.. handphoneku wafat"


Ia menekan tombol power untuk kembali menyalakan handphonenya, "Wah.. lima panggilan tak terjawab"


"Cuma lima? Ketuamu nggak niat hubungin kamu tuh" Ucap Vani


"Punyamu gimana?" Tanya Awani


"Satu chat" Jawab Vani


"Bhaks.. lebih nggak niat ketuamu" Ucap Awani dengan tawa kecil


"Aku ketuanya"


"Kamu nggak ngehubungin wakilmu? Ketua yang baik kan harus kasih tau wakilnya"


"Hmm.. benar juga, sepuluh kali miss call ah, biar lebih bagus daripada ketuamu" Ucap Vani dengan senyuman kecil di wajahnya

__ADS_1


"Coba aja, lima detik nggak di angkat matiin" Ucap Awani


"Oke" Ucap Vani. Ia mengeluarkan handphonenya dan segera menghubungi Evano


'tut.. tutt..' Belum sampai lima detik, Evano sudah menerima telepon itu


'Apa?' Tanya Evano dari telepon


"Njirr diangkat" Ucap Vani


"Matiin matiin" Ucap Awani


'tutt..' panggilan berakhir


Evano tertegun sembari menatap layar handphonenya, "Ada apa dengannya?" Ia kembali menyimpan handphonenya


Vani dan Awani masih berjalan bersama menuju Villa, "jangan lima detik, kelamaan. Ntar nggak jadi miss call" Ucap Vani


"Dua detik, matiin. Sepuluh miss call, yang barusan gagal loh" Ucap Awani


"Okeoke, coba lagi" Ucap Vani. Ia kembali menghubungi Evano


'tutt.... tutt..'


'tutt..' Panggilan berakhir. Ia mengulanginya sampai panggilan ke sepuluh


Di tempat Evano, Ia hendak menerima panggilan itu, namun jarinya kalah cepat dengan Vani yang segera mengakhiri panggilan. Ia merasa sedikit kesal dengan keusilan yang dilakukan Vani, "Apaan sih dia?!" Setelah panggilan kesepuluh itu, Vani sudah tidak menghubunginya. Ia memutuskan untuk menelepon balik Vani


'tutt.. tutt' handphone berdering. Vani sedikit terkejut melihat panggilan telepon di layar handphonenya. Ia menoleh ke arah Awani yang berjalan di sampingnya, "Dia balik telepon"


"Hayolo, dia kesel pasti dijailin" Ucap Awani dengan tawa kecil


"Kamu yang suruh, nih angkat" Ucap Vani


"Nggak nggak, kapan aku suruhnya? Angkat gih, bilang aja kepencet" Ucap Awani


Vani tertawa kecil, "Mana ada kepencet sampai sepuluh kali"


"Bhakss.. ahahahaaa, gatau ah gajelas" Ucap Awani sambil tertawa


Vani memutuskan untuk menerima panggilan dari Evano


'tutt'

__ADS_1


"Hallo wakil, ada apa?"


'Ada apa kamu bilang?' Tanya balik Evano dari telepon


"Iya ada apa" Ucap Vani


'Kenapa menghubungiku?'


"Yee.. bukannya kamu yang telpon aku?" Tanya Vani


'kamu spam telpon' Ucap Evano dari telepon


"Oh.. tadi temenku Awani. Katanya kepencet, maaf" Ucap Vani. Awani menoleh ke arahnya sembari mengerutkan alisnya, Vani membalasnya dengan senyuman kecil


'Jangan lakukan lagi' Ucap Evano dari telepon


"Okeoke. Udah ya, ku lagi jalan ke aula. Bye bye" Ucap Vani


'tutt..' panggilan berakhir


"Wakilmu nggak ramah lingkungan" Ucap Awani


"Iya njirr, nggak bisa diajakin becanda" Ucap Vani, "Eh.. aku mau telpon dia lagi"


"Ngapain woy, udah aja. Ntar dia marah" Ucap Awani


Vani kembali tersenyum, "Sans ama aku" Ia menghubungi Evano untuk terakhir kalinya


'tutt..'


'apa lagi?! udah kubilang jangan ulangi!' Ucap Evano dari telepon


"Eh? Aku cuma mau bilang, kita disuruh kumpul aula buruan" Ucap Vani


'Hah?' Tanya Evano dengan nada terheran


"Jangan sampai telat" Ucap Vani


'tutt..' ia mengakhiri panggilan telepon


"Ahahahaaa.. gabut banget jadi human" Ucap Awani sambil tertawa


"Dahlah gajelas wkwk" Ucap Vani

__ADS_1


__ADS_2