
Beberapa menit berjalan, Vani dan Ray sampai di depan KCF, "Ray turunin aku" ucap Vani
"Nanggung, aku turunin di dalam" ucap Ray
"Dari tadi banyak yang liatin loh"
"Kamu malu aku gendong?"
"Engga sih.."
"Kalau gitu apa masalahnya?"
"Emm.. ga ada, masuk aja yuk" ucap Vani
"Iya" Ray masuk ke dalam KCF dan menurunkan Vani di kursi kosong, "Aku pesan makanannya, kamu mau apa?"
"Terserah kamu" ucap Vani
"Oke, tunggu disini" ucap Ray. Ia pergi memesan makanan. Pandangan Vani menjelajahi setiap sudut restoran cepat saji itu. Ia sedikit teringat kenangannya di masa lalu, ("Biasanya dulu aku kesini berempat, jadi pengen naik mesin waktu buat balik lagi ke masa lalu") batinnya
Beberapa saat kemudian, Ray kembali dengan membawa sebuah nampan yang berisi makanan. Ia meletakkannya di atas meja. Ray tersenyum kepada Vani, "Lama ya nunggunya?"
"Eh? Emangnya lama?" Tanya balik Vani
"Gatau juga. Ayo makan" ucap Ray sembari duduk di kursi. Mereka berdua mulai memakan makan siang mereka, "Oh ya Van, nanti sore kamu ke markas?"
"Heh? Markas apa? Crifity? Ada apa emangnya? Aku kira dah tutup, setengah tahun lebih ngga kesana"
"Kamu nggak simak gcnya?"
__ADS_1
"Gc?" Vani mengeluarkan handphone dengan satu tangannya dan membuka grup Chat CRIFITY
'Jack removed you'
'you can't send messages to this group because you're not longer a participant'
"S*alan! Aku di kick Jack! Pantesan ngga ada notif apa-apa" ucap Vani kesal
"Bulan lalu kamu nggak ikut misi juga?" Tanya Ray
"Engga.. aku ngga tau apa apa. Kok tanya? kamu juga ga ikut?" Tanya balik Vani
Ray menggeleng gelengkan kepalanya, "Aku ada urusan pas itu", ("Kenapa aku bicarain ini ke dia? Harusnya dia tetap nggak tau apa apa") batinnya
"Btw Ray, jam berapa kumpulnya?"
"Kamu besok ujian kan? Nggak usah dateng, lagian cuma kumpul biasa, nggak penting"
"Hey! Jangan bilang kamu mau diam diam dateng? Nggak boleh! Kakimu lagi sakit kan" ucap Ray
"Mana sempet aku dateng. Sore ini ada guru les kerumahku, aku harus belajar buat besok" ucap Vani
"Itu lebih baik" ucap Ray senang, "Cepat habisin makananmu"
"Iya" ucap Vani. Mereka berdua kembali fokus menghabiskan makanan mereka
Vani melirik ke arah Ray yang hanya makan dengan satu tangannya, "Em.. Ray, tangan kirimu ngga nyaman ya?"
"Enggak, ini nyaman banget. Aku bisa kontrol dengan baik" ucap Ray sembari menggerak gerakan tangan kirinya
__ADS_1
"Trus.. kenapa dari tadi kamu cuma pake satu tanganmu?"
"Cengkraman tangan kiri ini terlalu kuat. Di asrama pas aku coba ambil gelas pakai tangan kiri, gelasnya pecah gitu aja. Jadi aku cuma pakai kalau butuh doang"
"Lah? Kan ada sensitivitasnya, setting dulu. Kamu udah baca buku panduannya belum?"
"Emangnya ada?"
"Hahh??" Ucap Vani tercengang. Ia meraih tangan kiri Ray, "Lihat ini" ia mengotak atik tangan robot itu dan menunjukkan cara mengatur sensitivitas tangan
Ray kembali menggerakan tangan itu, "Wah.. iya, jadi lebih ringan gerakannya"
"Berarti selama ini kamu ngga tau fitur lain tangan ini dong?" Tanya Vani. Ray hanya menggeleng gelengkan kepalanya
"Padahal ada yang keren loh" ucap Vani sedikit kecewa, "Coba kamu lipat jarimu bentuk pistol"
"Begini?" Ucap Ray sembari menunjukkan lipatan jarinya
"Di jari telunjuk ada tali tipis kuat banget, kalau ditembak otomatis bakal ngelilit benda yang dituju. Ngga bisa di lepas kalau bukan tangan itu sendiri yang lepas" jelas Vani
("Apa dia coba mengerjaiku?") Batin Ray, "Serius? Gimana caranya? Kamu bohong kan?" Ucapnya
"Dih.. ga percaya" ucap Vani. Ia mengamati sekitarnya dan mencari objek yang tepat, "Aaa.. pohon di depan itu" ucapnya sembari menunjuk ke arah luar dinding kaca KCF, "Nanti coba tembak kesana, cara aktifinnya tinggal lipat jempol"
"Begini" ucap Ray sembari melipat jempolnya
'PRANGG!!!' Dinding kaca yang tidak jauh dari tempat mereka duduk langsung pecah seketika. Vani dan Ray hanya saling menatap terdiam dalam keterkejutan mereka
"Ku bilang nanti" Ucap Vani dengan ekspresi datar
__ADS_1
"Kamu serius soal ini?!" ucap Ray panik