
Di lantai 10 hotel. Terlihat banyak tamu yang sudah datang dan berkumpul di aula besar itu. Para orang tua duduk bergabung dengan orang-orang penting untuk mengobrol, namun karena suatu alasan ibunya Kaituo berpamitan pergi dan tidak mengikuti pesta
Setelah MC datang dan memulai acaranya. Semua tamu pesta terdiam memperhatikannya. Beberapa saat memberikan sambutan pada hadirin yang sudah datang dan juga menjelaskan inti dari pesta itu, akhirnya tiba dimana acara pesta dansa di mulai. Pasangan yang ingin mengikuti dansa berkumpul di tengah ruangan dengan pasangan masing-masing. Nicho mengambil alih piano. Ia mulai menekan satu persatu not piano dan menghasilkan nada-nada yang indah. Dengan suara alunan piano itu, para pasangan memulai dansa mereka
Saat itu Kaituo menghampiri Vani yang sedang berdiri di samping Kim, "Mau praktekin hasil latihan tadi?" Ucapnya
"Dansa?" Ucap Vani
"Iya, ayo" ajak Kaituo
Vani mengamati sekitarnya untuk mencari keberadaan Putri. Saat melihatnya, ia menunjuk ke arahnya, "Kai, bisa minta sesuatu?" Tanya Vani
"Apa?" Kaituo melihat ke arah yang ditunjuk Vani
"Ajak dia dansa" ucap Vani
"Putri?"
Vani mengangguk mengiyakannya
"Kamu menolak ajakanku?" Tanya Kaituo
"Bukan gitu, aku mau main.." ucap Vani terhenti, "Baiklah" saut Kaituo. Ia melangkah pergi meninggalkan Vani dan menghampiri Putri
"Piano.. aku mau bilang main piano barusan" ucapnya sembari menoleh kearah Kim disampingnya
Kim tersenyum kecil, "Dia keliatan marah sama kamu"
"Iyakah? Biarin" ucap Vani cuek
Di sisi lain, Putri menyadari Kaituo berjalan ke arahnya, namun ia berpura-pura tidak mengetahuinya, "Permisi nona" sapa Kaituo
Putri menoleh ke arahnya, "Kaituo? Ada apa?"
Kaituo mengulurkan tangannya dan tersenyum kecil, "Berkenan bergabung dansa bersamaku?" Putri tersenyum dan mengangguk. Ia memberikan tangannya dan Kaituo menuntunnya masuk ke area dansa
"Kamu nggak ngerasain sesuatu pas liat mereka?" Tanya Kim sembari menoleh ke arah Vani
"Hm.. mereka pasangan yang cocok, rambut Kai kuning kelumutan, Putri kuning keorenan. Sama sama kuning" jawab Vani
"Apa itu kelumutan?" Tanya Kim
"Rambutnya agak ijo kan? Tumbuh lumut keknya"
"Ahaha.. ada ada aja"
"Khakim ngga berencana ajakin kak Cahya gabung? Dia sendirian" ucap Vani
"Ide yang bagus" ucap Kim sembari mengamati Cahya, "Kamu gimana?"
"Ku main piano" ucap Vani
"Baiklah, mainkan dengan indah" ucap Kim
__ADS_1
"Yosh" mereka berdua berpencar untuk menuju ke tempat masing-masing. Kim mengajak Cahya berdansa dan Vani duduk di samping Nicho yang sedang fokus memainkan piano, "Hai Kak sepupu" sapa Vani. Nicho terlihat menoleh sebentar ke arahnya, namun pandangannya kembali tertuju pada not not piano, "Aku tiga tahun di bawahmu"
"Eh? Benarkah? Adek dong" ucap Vani senang
"Iya kakak" ucap Nicho
"Nadamu nggak terlalu pelan?" Ucap Vani. Ia menoleh ke belakang untuk melihat gerakan dansa, "Mereka terlalu santai"
"Bukanya ini nada yang pas untuk berdansa? Kakak tidak ikut berdansa?" Ucap Nicho
"Sesuaikan iramaku" ucap Vani. Ia ikut menyambung menekan not piano dan memainkan sebuah irama dansa yang terkesan lebih riang. Ia sedikit menoleh untuk memastikan pasangan dansa berdansa mengikuti iramanya, "Pertahankan seperti ini" Mereka berdua melakukan combo memainkan piano dengan sangat indah
Di tempat lain, ibunya Kaituo sedang berada di perjalanan dengan mobil. Ia mendapatkan sebuah telepon masuk di handphonenya
'tutt'
"Hallo" sapa ibunya Kaituo
'hallo nyonya, orang yang ingin nyonya cari baru saja terlihat keluar dari bioskop NSX. Perlukah saya turun dan menghentikannya?' ucap orang itu dari telepon
"Kirimkan lokasinya, ajak dia ke cafe dan tunggu saya sampai disana" ucap ibunya Kaituo
'baik nyonya' ucap orang itu
'tutt...' Panggilan terputus
"Pak, pergi ke lokasi ini" ucap ibunya Kaituo sembari memperlihatkan handphonenya pada sopir di depannya
'baik nyonya' ucap supir. Mobil itu berbelok dan melaju pergi ke lokasi tujuan
"Siapa kalian?" Tanya balik Ray sembari mundur menjaga jarak
"Tenang saja, kami tidak dibayar untuk melukai tuan"
"Apa tujuan kalian mencegatku?!" Tanya Ray
'tap.. tap..'
Suara langkah sepatu terdengar mendekat ke arah mereka
"Namamu Ray Aoki kan" ucap seseorang dari belakang Ray. Ray langsung menoleh ke arahnya, "Nyonya!" ucap dua orang pria berjas sembari menunduk memberi hormat
"Siapa anda?!" Tanya Ray
Orang itu tersenyum kecil, "Saya ibunda dari Kaituo Shuu, kamu mengenalnya bukan? mari kita mengobrol sebentar di cafe itu"
"Kaituo" ucap Ray
"Tidak perlu pengawal" ucap ibunya Kaituo sembari mengangkat setengah tangan kirinya, "Ayo nak Ray"
"Baik" ucap Ray. Ia mengikuti ibunya Kaituo masuk ke dalam sebuah cafe dan duduk berhadapan dengannya
"Apa yang bisa saya bantu tentang Kaituo" ucap Ray mengawali obrolan
__ADS_1
"sepertinya kamu mengenalnya dengan baik"
"Tidak juga, kami sering di pertemukan oleh Vani"
"Apa pekerjaan kedua orangtuamu?" Tanya ibunya Kaituo
"Pekerjaan? Mama seorang ibu rumah tangga dan papa bekerja di perusahaan pengemasan. apa pekerjaan orangtua saya berkaitan dengan hal yang ingin anda sampaikan?"
"Tentu saja" Ucap ibunya Kaituo, "Kamu dekat dengan Vani Osamu kan?"
"Iya"
"Kamu menyukainya?" Tanya ibunya Kaituo
"Eh?" Ray menaikkan pandangannya
"Jawab saja"
"Iya, saya menyukainya"
"Itu hanya kebohongan! Kamu mendekatinya karena dia orang kaya bukan?! Jauhi dia! Katakan berapa banyak yang kamu butuhkan?!"
"Apa maksud perkataan anda?!" Ucap Ray kesal sembari berdiri dari duduknya, "Saya tidak pernah sekalipun punya niatan seperti itu!"
"Tidak pernah? Jujur saja, kamu sudah banyak menerima barang barang darinya bukan?"
"Dia hanya memberiku hadiah! Aku juga memberinya hadiah!" Ucap Ray
"Apa kamu tahu berapa harga setiap hadiah yang dia berikan padamu? Apa itu sepadan dengan apa yang kamu berikan padanya?!" Ray hanya terdiam menunduk
"Kenapa diam? Tidak bukan?" Ucap ibunya Kaituo sembari tersenyum kecil, "Kamu hanya memanfaatkan kepolosannya untuk meraih keuntungan"
'degg'
'Aku.. tidak...' Ucap Ray lirih
"Apa kamu lihat penampilannya setiap hari? Dari ujung rambut sampai ujung kakinya, semuanya mahal. Apa kamu pikir kamu bisa membahagiakannya?! Apa kamu bisa memenuhi semua kebutuhannya yang mewah itu?!"
"Aku bisa membahagiakannya walau tanpa adanya kemewahan" ucap Ray
"Kamu yakin dia akan senang jika menderita denganmu?"
"Tidak.. aku tidak akan pernah membuatnya menderita"
"Pilihan yang tepat!" Ucap Ibunya Kaituo, "Kamu tidak ingin dia menderita kan?"
"Iya"
"Jauhi dia, jangan pernah temui dia lagi. Kamu sama sekali tidak pantas untuknya. Dia akan selalu bahagia jika terus bersama Kaituo. Kamu harus mendukung mereka. Kamu bisa melakukannya?"
"Baik, saya akan menjauhinya" ucap Ray
"Kamu sudah berjanji. Jangan pernah mengganggu hubungan mereka lagi!" Ucap ibunya Kaituo sembari berdiri dari duduknya. Ia melangkah pergi meninggalkan Ray seorang diri
__ADS_1
Ray kembali terduduk dengan lemas, "Maaf.. Vani"