Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter184


__ADS_3

Kim menghampiri Kaituo yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya, "Lihat!! Kau beneran pakai baju tidurku!!" Seru Kaituo kesal


"Kenapa kau teriak teriak begitu?!" Tanya Kim


"Ga sadar diri lagi! Kau kan yang acak acak lemari bajuku!"


Kim langsung membungkam mulut Kaituo dengan tangannya, "Didepan ada tamu, bikin malu aja!" Ucap Kim


Kaituo langsung menepis tangan Kim. Ia mengecilkan suaranya, "Nggak ada yang bilang ada tamu"


"Dimana bajumu? Nggak malu keluar kamar cuma pakai handuk gitu?" Tanya Kim


"Aku habis mandi, trus buka lemari. Semua baju di lemari itu berantakan, siapa lagi tersangkanya kalau bukan kau!" Jawab Kaituo


"Kau kemarin malam tidur, semua bajuku dirumah ini udah disumbangin. Aku cuma cari piyama yang muat dan pinjam sebentar, apa itu masalah?"


"Ambil pelan pelan kan bisa!! Kenapa baju satu lemari jadi berantakan begitu?"


"Kau kan bisa bersikap biasa aja. Lemari itu juga cuma pintu buat ke ruangan bawah. Lagian kenapa cari baju dari lemari bukannya cari diruang ganti" ucap Kim


"Aku biasa ganti baju di depan lemari. aku mau pakai kaos buat sarapan, semua kaos udah di pindah ke lemari itu"


"Hahh.. Okee, ini salahku. Aku balikin piyamamu!" ucap Kim sembari melepas kancing piyama yang ia kenakan


"Mau ngapain?!" Tanya Kaituo, "Cuci dulu baru balikin! Habis ini suruh bibi rapiin baju dilemariku!"


'brakk' Ia masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu


"Haha.. dasar" Kim tersenyum kecil dan berjalan pergi meninggalkan kamar Kaituo. Ia masuk ke dalam kamar orang tuanya untuk membersihkan diri dan meminjam setelan jas peninggalan ayahnya. Selesai mandi dan berpakaian rapi. Kim kembali ke ruang tamu untuk memantau Vani yang sedang menjalankan ujian. Tanpa mengeluarkan suara, Kim duduk di sofa belakang Vani. Ia memberikan kode dengan tangannya agar Azka tetap diam, Azka mengangguk kecil memahaminya


"Selesai" ucap Vani sembari mengangkat kertas ujiannya


"Heh?!" Ucap Azka terkejut, "Baru seperempat jam! Jangan bercanda, kerjakan dengan serius"


"Beneran selesai" ucap Vani sembari menunjukkan lembaran jawabannya pada Azka. Azka mengambil kertas ujian Vani dan mengeceknya

__ADS_1


"Kamu yakin dengan jawaban ini?" Tanya Azka


"Yakin lah, biasanya juga aku keluar cepet kalau ujian disekolah" jawab Vani


Azka menatap mata Vani, "Serius ini?" Vani tersenyum dan menganggukkan kepalanya


"Koreksi dulu jawabanmu, baca ulang soalnya" ucap Kim


"Heh!!" Vani terkejut mendengar suara Kim dan langsung menoleh, "Sejak kapan Khakim duduk disitu?!"


"Satu menit yang lalu" ucap Kim, "Baca ulang soalmu, jangan buang waktu"


"Ngga perlu, baca sekali aja udah paham. Aku juga masih ingat soal soalnya" ucap Vani


"Dengarkan kakakmu" ucap Azka sembari meletakkan kembali hasil ujian Vani di meja hadapannya


"Baiklah, kalau kamu serius" ucap Kim, "Pak Azka, jam berapa ujian kedua Vani?"


"Ini serius?" ucap Azka bingung, "Oh.. ujian pertama berakhir jam sembilan, istirahat setengah jam. Setengah sepuluh mulai ujian kedua sampai setengah dua belas"


"Sekarang baru jam setengah delapan" ucap Kim, "Pak Azka mari bergabung dengan kami untuk sarapan pagi"


"Hm" gumam Kim mengangguk


Vani langsung berlari mencari bibi di rumah bagian dalam, "Bibi.. where are you" panggilnya


"Iya non" saut bibi. Ia bergegas menghampiri Vani, "Ada apa non?"


"Bi, bikin sarapan"


"Loh? Sekarang non? Tadi jam tujuh bibi udah siapin sarapan, tapi di panggil nggak ada yang datang. Udah bibi beresin, sekarang mau makan?"


"Bibi ngga mau bikin sarapannya?"


"Mau non mau, non lanjut ujian dulu. Nanti kalau sudah jadi, bibi panggil"

__ADS_1


"Yang banyak, soalnya pak Azka ikut sarapan juga"


"Baik non"


"Sip" ucap Vani. Ia berbalik dan kembali menuju ruang tamu, "Ayok tunggu sana" ajaknya


"Mari Pak Azka" ucap Kim sembari berdiri dari duduknya


"Tidak perlu repot repot, kalian saja" tolak Azka


"Masakan bibi enak kok. Wah.. pak Azka takut aku racunin ya?" Ucap Vani


"Bukan itu maksudnya... Em.. baiklah, maaf merepotkan" ucap Azka sungkan


"Nah gitu dong" ucap Vani senang, "Ayo Khakim" Mereka bertiga pergi bersama menuju ruang makan. Vani dan Azka duduk di kursi terlebih dahulu


"Kakak panggil Kaituo" ucap Kim


"Aku aja" ucap Vani


"Tidak perlu" Kim melangkah pergi untuk memanggil Kaituo sarapan


Vani menoleh ke arah Azka yang terlihat menjadi pendiam sejak datang ke rumahnya, "Pak Azka grogi ya ketemu aku?"


"Kamu?" Tanya Azka dengan ekspresi datar, "Nggak mungkin"


"Trus kenapa dari tadi ngomongnya dikit, cuma jawab pas ditanya aja"


"Menurutmu apa bapak harus terus ngomong sepanjang waktu kek kamu?"


"Disekolah juga gitu"


"Kapan? Bapak nggak pernah jadi cerewet kayak kamu"


"Yee.. boong. Buktinya pas ngajar, pak Azka terus terusan ngomong. itu apa hayoo" goda Vani

__ADS_1


"Itu beda jalur!" Ucap Azka ngegas


"Sama aja, cerewet tau!"


__ADS_2