
Di tengah Vani berlari, Evano menyusulnya dan berlari di sampingnya. Vani menyadarinya dan menoleh, "Tcih.. penghiatan"
"Hukumannya ringan kalau cuma kamu yang kena kan?" Tanya Evano
"Ringan palakau" ucap Vani cuek
"Kamu kan anak emas sekolahan, ngga mungkin dihukum berat"
"Aku anak emak" ucap Vani, "Lagian yang hukum pak Azka, dia ngga bakal pilih kasih"
"Benarkah? Baguslah" ucap Evano
"Ngga bagus lah" ucap Vani
"Seenggaknya ada guru yang menegakkan keadilan" ucap Evano
"Hmm.. terserah. Pergi sana, jan ganggu" ucap Vani
Evano terus berlari di sampingnya. Ia menyodorkan sebotol minuman dingin di hadapan Vani, "Ambil ini"
"Pak Azka suruh kamu kasih aku minum?" Tanya Vani
"Iya, ambil aja" ucap Evano
"Oh.. makasih" Vani menerima minuman itu dan menghentikan larinya. Ia segera membuka botol minuman dan meneguknya hingga habis, "Wahh.. segar!"
"Kurang berapa putaran?" Tanya Evano
"Sepuluh setengah, sampai patung itu jadi kurang sepuluh" ucap Vani sembari menunjuk ke arah patung yang sudah terlihat dari tempat mereka berdiri
"Oke, aku yang ambil sisanya" ucap Evano, "Kamu istirahat aja"
"Heh? Emang boleh gitu?" Tanya Vani
"Ini juga kesalahanku" ucap Evano, "Jangan banyak tanya sebelum aku berubah pikiran" Ia langsung berlari mendahului Vani dan menggantikannya menjalani sisa hukuman lari mengelilingi taman
Vani tersenyum kecil memperhatikannya dari belakang, "Wah.. jadi pahlawan nih" Ia berjalan pelan menuju Villa
Di tengah perjalanan, handphonenya kembali berdering. Ia segera mengangkat telepon itu
'tutt..'
"Hallo, pak Azka. Hukumannya ku bagi dua, dia yang minta" ucap Vani
'lupakan hukumannya, masuk ke Villa. Kakakmu kemari' ucap Azka dari telepon
"Heh?!" Tanya Vani terkejut
'cepat!' ucap Azka dari telepon
"Iya pak!" ucap Vani. Ia memutuskan panggilan itu dan segera berlari menuju bangunan Villa
Di lobi Villa, ia melihat seluruh peserta kemah berkumpul di sana
"Vani!" Panggil seseorang. Ia langsung menoleh ke arah suara, "Woy sini" ucap Agnes
Vani melihat ketiga temannya sedang bersama Kim. Ia segera berlari menghampiri mereka, "Wah.. Khakim!" Panggil Vani senang dengan nafas yang masih terengah-engah. Kim tersenyum padanya dan membentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan
__ADS_1
"Jangan peluk" ucap Vani menghindar, "Aku keringatan hehe"
"Darimana kamu? Kenapa bajumu penuh keringat gitu?" Tanya Kim
"Biasa.. olahraga" ucap Vani sambil tersenyum
"Malam malam?" Tanya Kim
"Olahraga ga kenal waktu. Oh ya, Khakim kenapa ngga pernah telepon" ucap Vani
"Maaf, kakak terlalu sibuk. Bagaimana kabarmu?" Ucap Kim
"Tanya kabar kok ditengah, harusnya pas openingnya"
"Ahahha.. kamu bisa aja" ucap Kim sembari menepuk kepala Vani, "Oh.. rambutmu sampai basah keringat juga"
"Eh Van, dari siang kamu ngga keliatan. Pas keliatan keringatan gini. Kamu kabur trus kena hukuman yaa" ucap Agnes sambil tersenyum. Vani menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan tajam, "Wih serem" ucap Agnes
"Siapa yang berani menghukummu?" Tanya Kim
"Eh.. jangan Khakim. Pak Azka ngga bersalah. Jangan marahin dia gegara hukum aku" ucap Vani
"Marah?" Tanya Kim, "Kakak mau berterimakasih ke dia karena udah mau kasih hukuman buat anak bandel kayak kamu"
"Ahahhaaha.." ketiga temannya tertawa mendengar ucapan Kim pada Vani
"Heh?" Tanya Vani heran, "Aku kira Khakim bakal keluarin pak Azka karena udah berani hukum adiknya"
"Mana mungkin kakak lakuin hal kotor buat pendidikan" ucap Kim sambil tersenyum
"Kak Kim cuti kerja?" Tanya Awani
"President Kim canceled all his agenda tonight to come here" jawab Aeera
["Presdir Kim membatalkan semua agendanya malam ini untuk datang kemari"]
"Heh?" Tanya Awani bingung, "Translate mana translate"
"Puftt.. ahahahahaaa" Agnes menertawai ketidakmampuan Awani dalam memahami bahasa asing
"Presdir Kim membatalkan semua agendanya malam ini untuk datang kemari" ucap Aeera
"Nah.. bisa kan ngomong pakai bahasa lokal, sok sok an pake bahasa asing lagi" ucap Putri
"Woy.. bahasa lokal sini emang itu. Harusnya kamu yang ngomong pake bahasa sini" ucap Agnes
"Ya ya yaa.. aku bodoh aku diam" ucap Putri mengalah
Ketika Vani menyadari sekretaris Aeera, ia menggapai tangan Kim dan langsung menyeretnya menjauh dari keramaian, "Kenapa kemari?" Tanya Kim
"Dia beneran sekretaris Khakim?" Tanya balik Vani
"Iya, kenapa?"
"Trus Khakim pecat kak Zuan?" Tanya Vani terkejut
"Pecat?" Tanya Kim, "Kakak mengangkatnya jadi seorang CEO seperti kakak, dia pegang perusahaan kakak di negara B"
__ADS_1
"Heh? Kak Zuan ceo?" Tanya Vani, "Tapi dia masih panggil aku little Van, trus juga.. aku masih sering minta bantuannya"
"Wah.. kamu berani perintah ceo dari perusahaan DV ya. Apa yang akan dia lakukan buat balas dendam ke kamu" ucap Kim
"Ngga ngga ngga, ngga mungkin kak Zuan punya dendam ke aku" ucap Vani sembari menggeleng-gelengkan kepalanya
"Kamu panjangin rambutmu?" Tanya Kim
"Ngga.. udah pernah potong rambut kok" jawab Vani
"Cuma poni" ucap Kim. Vani mengangguk mengiyakannya, "Mandi gih, abis ini ke cafe makan sama kakak"
"Em.. tapi jangan ajak sekretaris itu" ucap Vani
"Kenapa?"
"Aku pengen ngobrol tanpa orang asing" ucap Vani
"Yaudah, sana pergi" ucap Kim sambil tersenyum kecil. Vani langsung pergi kembali ke kamarnya untuk mandi, sementara Kim mendatangi sekretarisnya, "Meet the teacher and make permission for Vani"
["Temui pembina dan buatkan izin untuk Vani"]
"alright President Kim" ucap Aeera sopan. Ia pergi melaksanakan tugasnya
Di tempat itu, Agnes, Awani dan Putri terdiam memperhatikan Kim, "Ada apa?" Tanya Kim
"Kak Kim kesini bawa cewek, siapa tuu" goda Agnes
"Cantik bat, pinter kak Kim carinya" sambung Putri
"Kalian nggak tau? Tadi dia bicara formal ke Kak Kim?" Ucap Awani serius, "Udah pasti dia lagi pura pura biar ngga keliatan kalau mereka pacaran, yakan" sambungnya sambil tersenyum
"Ahahahaa... Betul tu betul" ucap Agnes
"Berhenti bercanda, dia cuma sektretaris" ucap Kim
"Cie ciee... Yang akhirnya mau pacaran jugaa" goda Agnes
Kim menatap mereka bertiga dengan tatapan tajam dan dingin
"Stop Nes, kalo Kak Kim bilang bukan ya bukan. Jan maksa" ucap Putri
"Oh.. iya, maaf maaf" ucap Agnes
"Nah.. Ayo makan" Ajak Kim sambil tersenyum
"Kak Kim ngga liat mereka semua kumpul? Masa kita makan si" ucap Awani
"Iya Kak, kita juga udah makan. Ajak aja Vani, dia pasti belum makan" sambung Putri
"Kita mau gabung sama yang lain, pen liat ada acara apa" ucap Agnes
"Hmm.. ya udah sana" ucap Kim sambil tersenyum, "Kalau berubah pikiran, kakak sama Vani di cafe"
"Nggak akan" ucap Agnes. Mereka bertiga berjalan pergi meninggalkannya dan duduk bergabung dengan peserta kemah lainnya
"Dasar" ucap Kim. Ia berbalik dan melangkah keluar dari Villa
__ADS_1