
Setelah Azka lenyap dari pandangannya, Vani berbalik dan pergi menuju tempat rombongan bus dari Kast High School. Ia memasuki satu persatu bus untuk mencari seseorang. Di bus kedua yang Vani masuki, ia menemukan orang yang sedang dicarinya. Ia duduk di kursi kosong di samping orang itu, "Hay" sapanya
Orang itu menoleh kearah Vani dan terlihat sedikit terkejut, "Vani? Why are you here?!"
"Darren, tulisan jelek itu kamu kan?" Tanya Vani sambil tersenyum
"Apa tulisanku terlihat sangat parah?" Tanya balik Darren
"Iya, parah bat emang" ucap Vani
"Heh? Benarkah" ucap Darren kecewa
"Tapi makasih. Btw, kenapa kamu mau nulis segitu banyaknya?"
"Kamu akan terkena masalah lagi jika aku mengumpulkan surat permintaan maafmu yang tidak jelas itu. Aku berniat untuk membantumu sedikit" jelas Darren
"Sedikit? Itu semua kamu yang tulis. Kamu bantu seratus persen ngga sedikit" ucap Vani
"Maaf kalau kamu tidak menyukainya"
"Hum.. siapa bilang? Aku kan bilang makasih" ucap Vani
"Excuse me, this is my seat. step aside" ucap seseorang dari samping Vani
["Permisi, ini kursiku. Menyingkirlah"]
Vani menoleh ke arahnya dan segera berdiri dari duduknya, "Be patient jirr"
["Sabar jirr"]
"my name is not jirr" ucap orang itu sembari duduk di tempatnya
"who is jirr? your friend?" Sambung Darren penasaran
Vani menoleh ke arah Darren dan tertawa kecil, "Ahahahaa.. lupakan" ketika melihat seorang yang nampaknya seorang guru masuk ke dalam bus melalui pintu depan bus, Vani langsung menoleh ke arah Darren, "Oh! Dah dulu ya, bye Darren"
"Um.. bye bye, jangan lupa menghubungiku lain waktu" ucap Darren
"Oke aku pergi!" ucap Vani sembari berjalan keluar dari bus melalui pintu belakang bus
"Semoga kita bisa berjumpa kembali" seru Darren, "Oh ya! Lain kali kenalkan aku ke temanmu yang bernama jirr itu!"
Vani menoleh ke arah jendela kaca bus tempat Darren duduk dan melambaikan tangannya. Bus bus dari Kast High School mulai melaju satu persatu meninggalkan Villa, "Njiirr" ucap Vani. Ia berjalan kembali menuju tempat bus sekolahnya berada
Di sisi lain, di dalam bus kelas 3-A
"Semua sudah lengkap? Barang bawaan dan teman teman kalian ada?" Tanya Georgio sebagai wali kelas XII MIPA A
"Sudah pak!!" Seru Agnes bersemangat
__ADS_1
Evano yang duduk tepat di depannya menoleh ke belakangnya, "Vani?!"
"Hustt.. diem" ucap Agnes sambil tersenyum, "Kita liat apa yang bakal Vani lakuin"
"Kamu beneran temannya?" Tanya Evano terheran
"Baiklah.. ayo kita pulang" seru Georgio. Ia menoleh ke arah supir bus di sampingnya berdiri, "Go sir"
"Oh.. yes" ucap Supir. Supir itu mulai melajukannya bus itu perlahan. Vani yang melihat bus kelasnya melaju perlahan, langsung berlari mengejarnya, "Woy!!" Teriaknya
Larinya terhenti ketika bus itu sudah cukup jauh darinya, "haahhh.. Agnes ni pasti!! Manusia biadab tu anak! Awas aja ketemu di bandara" Ucapnya kesal
Ketika bus di sampingnya berdiri hendak melaju juga, ia berlari mengejarnya sembari menggedor-gedor pintu depan bus, 'brak.. brak.. brak..'
"Stop! Stop!" Teriak Vani
Bus itu terhenti dan pintunya terbuka. Vani segera berlari masuk dan menemui guru yang duduk di kursi bagian terdepan, "Bu! Saya ikut bus ini! Saya ditinggal pas lagi ke toilet barusan sama bus depan!"
"Kamu siswa sekolah kami? Bisa tunjukan kartu identitasnya?" Tanya guru itu
"Heh? Masa ibu ngga kenal saya si?" Tanya Vani terkejut
"Tunjukkan kartu identitasnya atau turun dari bus ini"
"Jangan jangan.. tapi, kartu identitas di koper bus depan bu" ucap Vani
"Ada sesuatu yang bisa membuktikanmu seorang siswa dari sekolah kami? Kalau tidak ada, silahkan turun sebelum kami paksa"
"Kamu bahkan mengaku sebagai Vani Osamu. Yang saya dengar dia ketua kelas di mipa A. Tidak mungkin seorang ketua kelas sampai tertinggal" ucap guru itu
"Yah.. masa ibu ngga kenal wajah saya si?!" Ucap Vani
"Pak.. tolong bawa anak ini keluar" ucap guru
"Baik" ucap seorang pengawas. Pengawas itu mencengkram tangan kiri Vani dan berusaha menyeretnya keluar dari bus. Tangan Kanan Vani memegang tiang besi bus dengan erat, "Jangan dulu.. woy! Ah.. please.. jangan!!" Teriak Vani memohon, "Bu.. tolonglah please!! Coba amati wajah saya bu! Yaa.. please yaa!"
Seseorang dari kursi belakang bus datang ke kursi depan karena mendengar kegaduhan di sana, "Ada apa si rame bat, katanya mau berangkat" ucap orang itu sembari berjalan mendekat. Ia terkejut melihat Vani berada di dalam bus itu, "Vani?!" Panggil orang itu
Vani langsung menoleh ke arahnya dan merasa sedikit senang, "Putrii!!! Woy help woy!! Jelasin ke mereka put!!"
Putri menoleh ke arah guru di sampingnya, "Apa yang terjadi disini bu?"
"Put.. bilangin ke dia, aku Vani Osamu asli!!" Seru Vani
"Em.. kamu siapa?" Tanya Putri kalem
"Woy serius b*ngsad" ucap Vani kesal, ("Padahal dah niat jadi nak baek, keceplosan kan") sambung batinnya
"Dia terus memaksa kalau dia Vani Osamu. Kamu mengenalnya?" Ucap guru itu pada Putri
__ADS_1
"Tadi dengar ngga bu? Mana mungkin aku berteman sama orang toxic kek gitu" ucap Putri
"Woy!" Ucap Vani ngegas
"Pak.. suruh dia keluar" ucap guru
"Eh.. tunggu tunggu.." ucap Putri, "Dia beneran Vani Osamu dari dua belas mipa A"
"Kamu tidak sedang mencoba melindunginya kan?" Tanya guru curiga
"Ibu ngajar mapel apa si? Masa ga kenal wajahnya? Dia sering ke kantor loh" ucap Putri
"Kamu serius mengatakannya?" Tanya guru
"Serius lah.. apa saya perlu telpon Kim kakaknya?!" Jawab Putri
Guru itu menoleh kearah Vani, "Kim Osamu benar benar kakakmu? Pak.. lepaskan dia"
Pengawas itu melepaskan genggaman tangannya dari tangan Vani, "Tcih.." ucap Vani sembari merapikan pakaiannya. Ia menaikkan pandangannya dan berlagak sok keren, "Lain kali, kenali dulu siswa sendiri. Saya termaksud murid terhormat dari sekolah ini padahal, gimana bisa ibu nggak mengenali saya?"
"Apa penting untuk ibu mengenalimu?" Tanya guru itu
"Heh?"
"Puftt" Putri menahan tawanya sembari mengalihkan pandangannya
"Kamu mengaku murid terhormat tapi tadi bicaramu kasar, ibu masih ragu kalau kamu Vani Osamu" ucap guru
"Astagaa, aku harus apa lagi coba!" Ucap Vani kesal
'tin.. tin..' Klakson dari bus bus di belakang bus itu
"Kita sudah harus berangkat" ucap pengawas
"Kalian berdua cari tempat duduk. Kita berangkat" ucap guru
"Baik bu" ucap Putri. Ia bersama Vani berjalan ke kursi belakang untuk mencari tempat duduk yang kosong. Namun karena tempat duduk lain penuh. Awani dan Putri berbagi kursi dengan Vani. Bus itu mulai melaju menuju bandara
"Gimana kamu bisa disini?" Tanya Awani penasaran
"Eh.. foto kuy bertiga!" Ucap Vani bersemangat
"Skuy lah" ucap Awani. Mereka bertiga merapat untuk mrngambil selfie dengan handphone Vani. Setelah mengambil satu foto, Vani mengirimkan foto itu pada Agne
Di chat,
Vani : send picture
Vani : "thanks Nes, ggra kmu aku bsa main ama mrka^^"
__ADS_1
Agnes yang melihat chat dari Vani memasang ekspresi datar, "Jadi nyesel aku"