Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter99


__ADS_3

'cklekk' Vani sedikit membuka pintu dengan tangannya dan mendorongnya dengan kaki supaya terbuka dengan lebar, "Woy tolong! Ada yang pingsan!" Teriaknya. Vani sedikit terkejut melihat Jack sedang duduk di samping meja yang penuh makanan berhadapan dengan seorang perempuan


"Kenapa kamu kesini?" Tanya Jack sembari berdiri dari duduknya


"Tolong! Dia pingsan! Gegara kelaperan, siapin piring buat kita berdua. Kita belom makan dari pagi!" ucap Vani


"Pingsan?" Tanya Jack curiga, "Hei, cukup pura puranya, nggak mungkin pingsan bisa berdiri begitu"


Evano membuka kedua matanya dan mengangkat kepalanya, "Dia yang menyuruhku"


"Ayo masuk" ajak Vani sembari menuntun Evano masuk ke dalam apartemen


"Aku belum izinin kalian masuk ke apartemenku. Kenapa main masuk apartemen orang sembarangan?!" Ucap Jack kesal


"Ga liat kakinya pincang? Dia sakit, ga bisa kelamaan berdiri" ucap Vani, "Coba tendang kalau ngga percaya"


"Pincang apanya" Jack menghampiri mereka dan menendang kaki Evano


'bugg'


"Akh.. sakit, kenapa tendang beneran!" Ucap Evano kesal


"Ah maaf, aku kira cuma pura pura" ucap Jack


"Bhaks ahahahahaa.. Karena kamu udah menyakiti kakinya, kamu harus tanggung jawab. Kasih kita makanan" Ucap Vani senang, "Ayo Evano, kita datang di waktu yang tepat" Mereka berjalan melewati Jack dan duduk bergabung di meja. Vani menoleh ke arah seorang perempuan yang tersenyum ke arahnya, "Siapa kamu?!"


"Adira, kamu?" Tanya balik Adira


"Aku? Masih tanya? Ngga tau rambut kita samaan? Aku adeknya" ucap Vani sambil menunjuk ke arah Jack yang sedang membuat minuman di dapur


Evano terkejut hebat, "Dia kakakmu?! Kim Osamu?! Bukannya dia seorang ceo terkenal ya?! Kenapa dia tinggal di apartemen kumuh dan tampilannya seperti seorang pengangguran?!"


Jack langsung menoleh ke arah Evano, "Katakan lagi maka aku akan mengusirmu"


"Ah, maaf. nggak seharusnya aku bilang begitu" ucap Evano


"Jangan samakan dia sama khakim" ucap Vani


"Aku juga nggak mau punya adik kayak kamu" ucap Jack sembari membawa minuman ke meja mereka


"Yaudah aku berhenti jadi adekmu!" Ucap Vani


"Segampang itu putusin hubungan?" Tanya Evano


"Kamu percaya kita saudara cuma gara gara warna rambut kita sama?" Tanya balik Jack


"Rambutku putih gegara faktor gen darah keluargaku, dia juga sama" jelas Vani


"Kakekku juga punya rambut putih, apa dia sebenarnya salah satu keluarga kalian?" Ucap Adira


"Ahahaha.. lucu juga, dikira uban apa" ucap Vani sambil tertawa lebar


"Kalau gitu mulai sekarang, julukan keluargamu, keluarga ubanan" ucap Adira senang


"Ahahaha.. katakan sekali lagi, aku seret satu keluargamu ke penjara abis ni"


"Kamu ketawa tapi kata katamu serem"

__ADS_1


"Berhenti bercanda. Kenapa kamu bolos sekolah?" Ucap Jack


"Kasih makanan dulu, gakuat jelasinnya" ucap Vani yang tiba tiba lemas


"Kalau cuma segini pasti kurang. Aku ambil lagi tambahannya" ucap Adira sembari berdiri dari duduknya


"Masakin aja disini, kalau nunggu kamu ambil dirumah. Kita keburu mati kelaparan disini" ucap Vani


"Dia tetanggaku" ucap Jack


"Serius? Deket dong" ucap Vani, "Mau aku bantu?"


"Ayo boleh" ucap Adira ramah. Vani berdiri dari duduknya dan mengikuti Adira menuju apartemennya


'cklekk'


Adira membuka pintu apartemennya, "Masuk aja" ajaknya


"Wah.. rapinya, ngga kayak sebelah" ucap Vani


"Aku baru aja kembali kesini, jadi aku sedikit ubah dan bersih bersih" ucap Adira


"Heh? Emang abis kemana?"


"Akhir akhir ini aku sering menginap di asrama kampus temenku. Banyak tugas yang harus ku lakukan hingga malam, jadi aku menginap karena nggak berani pulang hehe" jelas Adira. Ia mengambil satu panci masakannya, "Kamu bisa membawakan ini?"


Vani menerima panci itu, "Kamu tau aku sama temenku mau kesini? trus kamu sengaja masak banyak? Wah.. baiknyaa"


"Pdmu tinggi ya" ucap Adira dengan senyuman kecil. Ia juga mengambil beberapa cemilan di lemarinya, "Sebenarnya hari ini keluargaku mau berkunjung ke sini, tapi karena suatu alasan mereka membatalkannya tiba tiba. Aku sudah terlanjur masak banyak, terus aku membaginya ke Jack. Niatnya mau aku bagiin ke tetangga lainnya, tapi sudah ada kalian berdua. Tetangga lainnya mungkin nggak akan kebagian"


"Tetangga lain biar masak sendiri" ucap Vani


"Wah.. orang baik nih"


"Oh ya, kalau boleh tahu. Kamu temannya Jack? Kamu anak sma kan? Darimana kalian kenal?" Ucap Adira


("Ngga boleh ngomongin komunitas ke orang lain kan?") Batin Vani, "Game keknya"


"Wah.. aku juga sama! Tapi sebelum mabar, kita udah kenal karena satu jurusan"


"Kamu anak IT juga? Jago programmer dong"


"Nggak jago banget si, masih bisa di bilang rata rata. Kalau Jack, dia mahasiswa yang terbaik di jurusannya. apa kamu tahu? dia sering jadi perwakilan kampus loh"


"Hmm.. gapeduli aku kalau dia" ucap Vani, "Aku juga bisa programming"


"Heh? Anak sma? Kamu ipa atau ips?"


"Mipa"


"Darimana kamu belajar? Bukannya nggak nyambung ya sama anak sma"


"Aku sering baca sama streaming, jadi agak tau. Kadang liat jack, trus ngikut deh"


"Kamu cepet juga belajarnya"


"Asal mau berusaha baca atau belajar, pasti bakal ngerti caranya. Kalau belum baca tutorialnya trus langsung bilang gabisa tanpa coba yaa, sampe kapanpun mana bisa ngerti. Trus juga, keturunan keluargaku pinter semua, cuma aku yang masih di bawah. Jadi aku ngejar mereka. Ahahaha.. ni bukan pamer ya! eh ada pamernya sih. Dahlah, jan bahas ginian. Ayok balik" ucap Vani

__ADS_1


"Iya ayo" ucap Adira. Mereka berdua keluar dari apartemen Adira dan masuk ke dalam apartemen Jack. Mereka menata makanan di atas meja


"Lama banget, masak?" Tanya Jack


"Ngobrol dulu" jawab Vani, "Oh ya, abis makan mabar skuy bertiga"


"Sepertinya kalian berdua ngobrol banyak" ucap Jack


"Iya, dia orang yang asik" ucap Vani. Adira hanya memasang senyuman di wajahnya


"Oh ya, kalian berdua ngobrol apa aja?" Tanya Vani sembari menoleh ke arah Evano


"Gaada" jawab Evano


"Udah kuduga"


"Ayo makan" ucap Adira


"Oh iya ayo, jangan sungkan-sungkan" sambung Vani sembari mengambil piringnya


"Kamu pikir ini buatanmu?" Tanya Evano


"Aku yang bawa" jawab Vani


"Dah makan aja" ucap Jack. Mereka berempat menyantap hidangan di hadapan mereka dengan lahapnya


"Humm.. enak juga" ucap Vani


"Benarkah? Mau aku masakin lagi lain kali?" Tawar Adira


"Boleh boleh" ucap Vani bersemangat. Mereka menumpuk piring piring kotor menjadi satu


"Aku akan mencucinya" ucap Jack sembari mengangkat piring piring itu


"Aku aja" ucap Adira


"Nggak usah, kamu udah masak" ucap Jack


"Iya biarin aja, Jack pinter nyuci. Kalau bisa tiap piring kotor suruh dia aja yang cuci. Ntar mengkilap" ucap Vani


"Benarkah?" Tanya Adira


"Jangan pernah percaya omongannya!" Ucap Jack. Ia membuka keran air dan mulai mencuci piring piring kotor. Vani berdiri dari duduknya dan menghampirinya, ia membisikkan sesuatu di telinga Jack, 'besok sore aku kesini, bantu aku'


"Nggak bisa, aku kuliah sore" ucap Jack


Vani diam diam mengeluarkan dua tiket bioskop dari sakunya. Ia kembali membisikkan sesuatu di telinga Jack, 'malam ini kamu ngga mau nonton sama Agnes?'


Jack terkejut dan langsung menoleh ke arah Vani, "Beneran?"


"Iya serius" ucap Vani sembari menyimpan kembali tiket itu ke dalam saku


"Aku lakuin apa pun itu"


"Deal" ucap Vani senang


"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Adira

__ADS_1


Vani menoleh kearahnya, "Cuma masalah kecil"


__ADS_2