
Saat Vani kembali ke tempat Ray dan Kaituo menunggu, ia merasa bingung karena mereka berdua duduk dengan jarak yang cukup jauh. Ia berjalan menghampiri Ray yang sedang duduk melamun seorang diri, "Rayy" panggil Vani
"Oh" Ray sedikit tersentak dan langsung menoleh kearah Vani, "Akhirnya kamu balik juga"
"Lama ya, maaf" ucap Vani sambil tersenyum
"Nggak masalah, cuma sejam" ucap Ray dengan senyum kecil
Vani menoleh ke arah Kaituo yang sepertinya tidak menyadari keberadaannya karena terlalu fokus memainkan handphone, "Kenapa Kai duduk disana?"
Ray tidak mendengarkannya karena pandangannya terailhkan pada jaket yang Vani cangking, "Puft.. apa yang kamu lakukan ke jaket itu?" Tanya Ray sembari menahan tawa
"Ini?" Vani mengangkat tangannya lebih tinggi untuk menunjukkan jaket yang ia cangking, "Gatau kenapa, udah aku peras padahal. Airnya masih netes terus, aku bawa aja deh sampe sini"
"Puft.. bukan itu masalahnya" ucap Ray sembari mengangkat tangannya dan menutupi senyuman diwajahnya
"Trus?" Tanya Vani kebingungan
"Coba kamu panggil dia kesini" ucap Ray
Vani menoleh ke arah Kaituo dan berteriak sembari melambaikan tangan kanannya, "Kai!!!" Panggilnya. Pandangan Kaituo langsung tertuju pada Vani. Ia menyimpan handphone dan berlari kecil menghampiri Vani, "Lama amat perginya" ucapnya. Pandangannya langsung berpindah ke arah jaketnya yang dicangking Vani dengan keadaan basah kuyup. Ia terkejut dan langsung merebut jaket itu, "Apa yang kamu lakukan ke jaketku?!!"
"Kan tadi udah bilang mau cuci" ucap Vani
"B*go!! Kenapa kamu basahin semua?! Kan bisa cuci bagian yang kena ice nya aja!" Kaituo sedikit mencium aroma sabun cuci tangan yang menempel pada jaket itu, "Kamu cuci pakai sabun cuci tangan?!!"
"Iya, kan sama sama sabun" Ucap Vani
"Ah dasar!" keluh Kaituo. Pandangannya menjelajah untuk mencari sesuatu. Ia menemukan sebuah tempat sampah dan langsung menghampirinya untuk membuang jaketnya itu
__ADS_1
Vani dan Ray hanya terdiam berdiri bersampingan memperhatikannya, "Ray, aku salah ya?" Ucap Vani. Ray merangkul pundak Vani dengan lembut, "Bukan salahmu, dia sendiri yang punya keinginan buat buang jaketnya" ucap Ray
"Hum.. ayo samperin" ajak Vani. Mereka berdua pergi menghampiri Kaituo, "Kai.. cuci jaket pake sabun cuci tangan emang seburuk itu ya? Sampe kamu harus buang jaketnya" ucap Vani
Kaituo tidak berbalik ke arah mereka sama sekali, "Bukan itu, nggak mungkin kan aku bawa bawa jaket basah kemana mana"
"Maaf kalau emang aku salah" ucap Vani
Kaituo berbalik dan matanya tertuju pada Vani, "Mau gimana lagi, kamunya emang b*doh soal ini. Hahh.. aku bakal maafin kamu dengan syarat"
"Apaan?" Tanya Vani
"Traktir aku makan" ucap Kaituo
"Makan? Tapi ini masih jam sebelas" ucap Vani sembari melihat waktu dari handphonenya
"Kamu nggak mau?" Tanya Kaituo
Pandangan Kaituo berpindah ke arah Ray, "Apa pacarmu ini nggak mampu bayarin?"
"Aku yang traktir!" ucap Ray
"Serius?" Tanya Vani sembari menoleh ke arah Ray. Ray tersenyum membalasnya, "Hehe.. makasih Ray" Ucap Vani senang
"Udah ayo, malah senyam senyum nggak jelas" Ucap Kaituo. Ia berjalan lebih dulu dan Ray bersama Vani mengikutinya dari belakang. Kaituo menghentikan langkahnya di depan sebuah restoran yang terlihat paling mewah di antara restoran lain di tempat itu, "Kita makan disini" ucapnya sembari tersenyum
Ray sedikit terkejut melihat tampilan mewah restoran itu. Vani langsung menoleh ke arah Kaituo, "Serius disini?!" Tanyanya
Kaituo tertawa ringan melihat Vani terkejut, "Haha.. kenapa kaget gitu? Cuma restoran ini yang layak di datengin kan"
__ADS_1
"Tapi kenapa harus restoran begini?! Pasti mahal menunya, porsinya juga dikit!" ucap Vani
"Aku mau disini! paling nggak seberapa harganya, buruan masuk" ucap Kaituo sembari berjalan masuk ke dalam restoran
Vani terdiam menatap mata Ray. Ray tersenyum dan menepuk kepala Vani dengan lembut, "Kenapa lihat aku begitu? Kamu pikir aku nggak punya uang buat traktir kalian?"
"Tapi Ray.." ucap Vani terhenti, "Hust diam.. ayo masuk" saut Ray. Ia menggandeng tangan Vani dan mengajaknya masuk ke dalam restoran. Ray mencari keberadaan Kaituo dan bergabung dengan mejanya
Seorang pelayan dengan ramah menyapa mereka dan memberikan buku menu pada Kaituo. Kaituo hanya mengintip sedikit isi buku menu itu dan mengembalikannya pada pelayan, "Saya pesan masing masing satu tiap menu" ucap Kaituo
"Kai!! Gila ya?!" Ucap Vani ngegas. Ia langsung menoleh ke arah pelayan, "Ngga ngga ngga, batalin yang barusan!"
"Kenapa?" Tanya Kaituo
"Siapa yang makan nanti? Buang makanan mubasir" Ucap Vani
"Aku, kalian juga pasti mau kan? Lagian menunya nggak lebih dari sepuluh" ucap Kaituo. Ia menoleh ke arah pelayan, "Pesan yang tadi"
"Baik.. ada yang lain?" Tanya pelayan
"Eee..." kaituo kembali mengambil buku menu itu. Namun Vani langsung merebutnya dan memberikannya pada pelayan, "Udah udah cukup!" ucap Vani
"Ahahahaa.. kamu kenapa panik gitu? Aku cuma lihat menu doang, kan cuma ada sepuluh menu, semua udah dipesan" ucap Kaituo
Vani memasang ekspresi datar, "Bahaya kalau kamu pesan double buat tiap menunya"
"Oh.. ide bagus!" Ucap Kaituo
"Jangan woy!" Ucap Vani
__ADS_1
"Ahahaha.. enggak enggak" ucap Kaituo sembari tertawa