
"let me go!!" Seru Vani memberontak
"Shut up!!" Ucap Satpam yang membawanya. Mereka mulai menjauh dari tempat Kaituo berdiri
Kim menepuk pundak Kaituo dengan tangan kirinya, "Kau nggak hentikan mereka?" Tanyanya, "Hah.. ngagetin aja!" Ucap Kaituo terkejut sembari menoleh ke arah Kim, "Dia adikmu, kau yang harusnya bertindak" jawabnya
"Nggak tega juga" ucap Kim dengan senyum kecil. Ia mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang
'tutt..'
'yes president Kim, what can i do?' ucap seseorang dari telepon
['iya presdir Kim, ada yang bisa saya bantu?']
"Bring the intruder back here" Ucap Kim
["Bawa penyusup itu kembali kesini"]
'but.. well President Kim, get there soon'
['tapi.. baik presdir Kim, segera kesana']
'tutt..' kim memutuskan panggilan teleponnya dan menyimpan kembali handphonenya
Selang berapa saat, keempat satpam bersama Vani kembali ke hadapan Kim dan Kaituo. Vani terlihat lelah memberontak dan hanya terdiam dengan ekspresi datarnya, "let her go, she's Kim's sister" Ucap Kaituo
["Lepaskan dia, dia adiknya Kim"]
__ADS_1
"Is that true president Kim?" Tanya salah satu satpam
["Apa itu benar presdir Kim?"]
"She is my little sister" Jawab Kim
["Dia adikku"]
Keempat satpam yang mendengarnya terkejut dan langsung melepaskan tangan Vani. Mereka mundur membuat jarak dengan Vani, "Please forgive us for the bad treatment we have given you, President Kim's younger sister" Ucap salah satu satpam
["Mohon maafkan kami atas perlakuan buruk yang telah kami berikan kepada Anda, adik Pesdir Kim"]
"You can go" ucap Kim
["Kalian boleh pergi"]
Kim tersenyum dan menghampiri Vani. Ia mengangkat tangannya dan hendak menaruhnya di atas kepala Vani, namun Vani langsung menepis tangannya, "tcih.. jangan sentuh aku!" ucap Vani kesal. Ia berjalan melewati Kim dan merebut pizza yang di bawa Kaituo. Ia berjalan meninggalkan mereka berdua
"Kim, liat apa yang udah kau buat" ucap Kaituo
"Udah lama aku nggak jahilin dia, gemesin" senyum Kim senang sembari memperhatikan Vani dari kejauhan, "Ruangan kakak di lorong kanan lho!!" Serunya. Mendengarnya, Vani yang sebelumnya hendak berbelok ke kiri langsung terhenti dan berbalik arah menuju lorong sebelah kanan. Ia mencari papan nama ruangan milik Kim dan langsung masuk ketika menemukannya, "Hah.. capeknya" ucapnya sembari merobohkan badannya ke sofa ruangan itu. Saat melihat Kim dan Kaituo masuk ke dalam ruangan, ia langsung mengalihkan pandangannya
"Udah dong marahnya, maafin kakak yaa" ucap Kim sembari duduk di sofa seberang Vani
"Tcih.." gumam Vani
"Sebenarnya kakak terpaksa tadi, Kaituo yang suruh" ucap Kim dengan ekspresi sedihnya
__ADS_1
"Apa katamu?!" Tanya Kaituo ngegas, "nggak nggak nggak!! Bohong dia Van!" Sambungnya
"Bohong dimananya, kamu tadi telpon kakak trus susun rencana kan" jelas Kim. Ia menoleh ke arah Vani, "Dengerin kakak, Vani. kakak punya history nya kalau Kaituo telpon kakak sebelum kita ketemu tadi" sambungnya dengan ekspresi yang meyakinkan. Vani langsung melirik ke arah Kaituo dengan wajah kesalnya
"Bukan gitu Van!! Tadi aku telpon dia cuma mau bilang kalau kita dateng kesini!! Nggak ada rencana rencana apaan itu" Jelas Kaituo
Kim menggeleng gelengkan kepalanya, "Kebiasaan si Kaituo, jangan bohong nggak baik. Mana buktinya kalau kamu cuma bilang kalau kalian kesini?" Ucapnya kalem
"Kau yang bohong!!!" Seru Kaituo ngegas
"Berisik kalian!!" Ucap Vani ngegas sembari bangkit dari tidurnya. Ia duduk dan menatap tajam kedua orang di depannya secara bergantian, "aku nggak peduli sama rencana rencana yang udah kalian buat sebelumnya" ucapnya dengan ekspresi serius
"Udah ku bilang aku nggak.." ucap Kaituo terhenti, "diam!!" Saut Vani ngegas
"Puftt" tawa kecil Kim. Kaituo menyadarinya dan langsung menatapnya dengan tajam
"Yang jelas, semua pizza ini cuma buat aku. Biarin aja kalian mati kelaparan, haha" ucap Vani dengan senyum sinisnya
Kaituo memasang ekspresi datar, "nggak sampai segitunya juga" ucapnya. "Lagian aku bisa beli pizza sendiri, satu truck kalau aku mau" sambungnya
"Mubasir" ucap Vani dengan ekspresi datar
"Kalian di sini dulu, kakak ada urusan sebentar" ucap Kim sembari berdiri dari duduknya
"Pizzanya?" Tanya Vani
"Kakak nggak masalah mati kelaparan, yang penting kamu senang" Jawab Kim sambil tersenyum. Ia melangkah keluar dari ruangannya dan pergi mengurus pekerjaannya
__ADS_1
"lah?" ucap Vani terheran