Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter233


__ADS_3

Darren terdorong dan menabrak kerumunan orang yang berada di pinggir jalan, "Are you okay Darren?" Tanya fansnya khawatir


["Kau baik-baik saja Darren?"]


"Are you hurt?"


["Apa kau terluka?"]


"KAII!!!" Teriak Vani histeris ketika melihat Kaituo tertabrak truck dan terpental jatuh ke tengah jalanan, mobil mobil berhenti seketika. Vani langsung berlari dengan seluruh tenaganya menghampiri Kaituo. Darren hanya terdiam membeku dalam keterkejutannya melihat Kaituo tergeletak di jalanan


'No way!' "Ambulance! Call an ambulance!" Ucap Darren panik. Dengan tangan yang gemetar ketakutan, ia langsung mengeluarkan handphonenya dan memanggil ambulans, "Come here quickly! My friend was hit by a truck at the xxx crosswalk!" Ucap Darren panik


["Datang ke sini cepat! Temanku ditabrak truk di penyeberangan xxx"]


'got it! We will immediately send an ambulance'


["Dimengerti! kami akan segera mengirim ambulance']


'tutt.. tutt.. tutt' panggilan terputus. Darren langsung berlari mengampiri Vani dan menariknya mundur agar Vani tidak menyentuh tubuh Kaituo, "Vani, tenangkan dirimu!!" Ucap Darren cemas, Dengan wajah yang di penuhi air mata, Vani memberontak dan mencoba melepaskan diri dari tangan Darren yang memeganginya dengan erat "Lepasin aku!! Kai!! Aku mau selamatin Kai!" Ucapnya cemas


"Vani, Ambulan akan segera datang! Kita tidak boleh merubah posisi tubuh korban kecelakaan sembarangan, bisa saja fatal!" Ucap Darren


"Hiks.. Tapi Kai masih hidup! Dia.. dia cuma capek tiduran di sana! Aku harus bangunin dia.." tangis Vani


"Tenang Vani, tenang"


"Hiks.. Darren, Kai ngga papa kan dia? Bilang ke aku, Kai baik baik aja kan?"


Kedua mata Darren mulai meneteskan air mata karena menyadari kesedihan Vani dan melihat kondisi Kaituo yang begitu mengenaskan dimatanya. Ia mencoba tetap tegar untuk memenangkan Vani 'iya, Vani.. dia akan baik baik saja' Ucapnya lirih


"Bohong!! Hiks.. Kaituo bisa mati, gimana kalau dia mati beneran, darahnya banyak banget.. huwaa..."


'Wiuu.. wiuu wiuuu..' Ambulans datang ke tempat itu dan langsung memberikan pertolongan pertama pada Kaituo. Mereka memasukkan Kaituo ke dalam ambulans dan membawanya menuju rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Vani dan Darren mengikuti ambulans itu menuju rumah sakit dengan menggunakan taxi. Di rumah sakit, Kaituo segera ditangani di ruangan IGD. Vani dan Darren terlihat menunggunya di kursi tunggu dengan rasa khawatir yang menyertai mereka berdua


Seorang perawat berjalan menghampiri mereka, "Excuse me, do you know the victim?" Tanyanya


["Permisi, kalian mengenal korban?"]


"We both are friends of that guy" Jawab Darren

__ADS_1


["Kita berdua temannya"]


"He is my big brother" Ucap Vani


["Dia kakakku"]


"Can you come with me to fill in patient data?" Tanya perawat


["Bisakah anda ikut dengan saya untuk mengisi data pasien?"]


"Sure" Jawab Vani sembari berdiri dari duduknya


"Aku akan menemanimu" Ucap Darren sembari berdiri dari duduknya. Mereka berdua mengikuti perawat itu menuju meja resepsionis untuk mengisi data pasien


Selesai mengisi data - data, Vani dan Darren kembali menuju ruangan IGD. Mereka berdua terkejut ketika melihat ruangan itu sudah kosong. Vani langsung menarik lengan seorang dokter yang tidak sengaja melintas ditempat itu, "Doctor! Where was the accident victim who was in that room earlier?!" Tanya Vani panik


["Dokter! Dimana korban kecelakaan yang berada di ruangan itu sebelumnya?!"]


Dokter itu menghela nafas sembari melepaskan genggaman tangan Vani dengan perlahan, "He was transferred to..." Ucap Dokter terhenti, "NO WAY! Don't say anything!" Saut Vani ngegas


["Dia sudah dipindahkan ke..."] ["NGGAK MUNGKIN! Jangan katakan apapun!"]


"Are you both okay? Your friend has been moved to the inpatient room" Jelas Dokter dengan ekspresi datar


["Kalian berdua baik-baik saja? Teman kalian sudah dipindah ke ruang rawat inap"]


Tangisan Vani dan Darren terhenti seketika, "He wasn't transferred to the morgue?! He didn't die?!" Tanya Darren senang


["Dia tidak dipindah ke kamar mayat?! Dia tidak jadi mati?!"]


"Why wasn't he moved to the morgue?!" Tanya Vani menyambung. Dokter dan Darren terkejut hebat dan menoleh bersamaan ke arahnya


["Kenapa dia nggak dipindah ke kamar mayat?!"]


"You hope he dies?" Tanya Dokter


["Kamu berharap dia mati?"]


"Van, what do you mean?" Tanya Darren

__ADS_1


["Van, apa maksudmu?"]


"That's not it.. Why he was immediately transferred to the inpatient room and not transferred to the ICU room?" Tanya Vani


["Bukan itu.. Kenapa dia langsung dipindahkan ke ruang rawat inap dan tidak dipindahkan ke ruang ICU?"]


"Your friend wasn't hurt that badly" Jawab Dokter


["Temanmu tidak terluka separah itu"]


"Thank goodness he's fine" Ucap Darren lega


["Syukurlah dia baik-baik saja"]


"No way. Did doctor make a mistake when checking his condition? How could he not be critical after being hit by a speeding truck" Ucap Vani ragu


["Tidak mungkin. Apa dokter salah periksa keadaannya? Mana mungkin dia nggak kritis setelah ditabrak truck kencang"]


"Hmm.. I suspect, you are the mastermind behind this accident. You want him dead right?" Tanya Dokter curiga


["Hmm.. Saya menduga, Anda adalah dalang di balik kecelakaan ini. Anda ingin dia mati kan?"]


"Ha?" Tanya Vani bingung


"Never mind, I have to check on another patient. See ya" Ucap Dokter itu ramah. Ia melangkah pergi meninggalkan tempat itu


["sudahlah, saya harus memeriksa pasien lain. Sampai jumpa"]


"Vani, your words are weird" Ucap Darren


["Vani, kata-katamu aneh"]


"Heh? Apa?" Tanya Vani


"Lupakan saja, ayo kita ke ruangan Kaituo dan melihat kondisinya" Ajak Darren


"Kenapa ngga tanya ruangan mana tadi? Emang kamu tahu ruangan mana?" Ucap Vani


"Tidak tahu, kita tanyakan nanti" Ucap Darren

__ADS_1


__ADS_2