
"tunggu bentar, tali sepatumu lepas" ucap Ray. Ia membantu Vani mengikat tali sepatunya, "Selesai" ucapnya sembari menaikkan pandangannya
"Makasih" ucap Vani sembari tersenyum
"Hum.. aku bosan dengar terimakasih darimu" ucap Ray
Vani menekuk lututnya dan ikut jongkok di depan Ray, "Kamu maunya apa? Arigatou? xie xie? kamsahamnida?" Tanyanya
Ray merebut ice cream miliknya, "Bukan, tapi cium" ucap Ray
Mendengarnya, wajah Vani memerah seketika, "Raaaay!" Ucapnya malu
"Ahahahaa.. wajahmu jadi merah, lucu banget" ucap Ray senang sembari tertawa
Cup <3
Vani mencium pipi Ray dengan lembut. Ia langsung memejamkan matanya, "Aaaaa.. jangan liat aku pliss" ucap Vani malu. Tawa Ray terhenti seketika, ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Vani. Hatinya terasa begitu hangat dan senang
Di saat yang bersamaan, Kaituo menyaksikan semua kejadian itu dari jarak yang tidak jauh. Ekspresinya terlihat begitu datar, 'Pemandangan yang sangat-sangat buruk' ucapnya lirih. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri mereka. Kaituo merebut 2 ice cream cone dari tangan Vani. Ia berjalan melewati mereka
"I won't bother you two anymore" ucapnya
["Aku nggak ganggu kalian lagi"]
"Eh? Kai, mau kemana?" Tanya Vani tersadar
Kaituo menghentikan langkahnya, "Kembali ke tempat asalku"
Vani terkejut hebat, "Kamu mau pulang ke negara A?!"
"Bukan b*doh!" Ucap Kaituo dengan ekspresi datar, "Aku balik ke temen temenku"
"Kan kamu kepisah, cari dimana?"
"Tinggal telpon" ucap Kaituo, "bye" ia melanjutkan langkahnya pergi dari tempat itu
"Yahh" Vani terlihat sedikit kecewa melihat Kaituo pergi, "Padahal tadi bilang mau naik bianglala"
Ray memegang dagu Vani dan menolehkannya ke arahnya, "Jangan alihin pandanganmu dariku"
__ADS_1
Vani kembali tersenyum malu, "Apaan sih"
"Kenapa reaksimu begitu, aku serius!"
"Tapi Kai pergi, aku belum puas mainnya"
"Apa kamu lebih suka main sama dia daripada sama aku?"
"Bukan itu Rayy, tapi ice cream ku di bawa jugaa"
Ray memberikan ice cream miliknya, "Ambil ini"
Vani menerima ice cream itu, "Trus kamu?"
"Aku lagi nggak pengen makan ice cream"
"Seriusan?"
"Iya serius, kamu makan aja" ucap Ray sembari tersenyum. Ia memegang kedua lengan Vani dan membantunya berdiri, "Ayo cari tempat duduk, nggak enak dilihat orang kalau jongkok ditengah jalan" Saat itu, Vani membeku seketika. Ia melupakan dirinya sedang berada di tempat umum dan banyak orang lain yang juga berada ditempat itu, ("Anjirrr.. brarti tadi aku cium Ray, ada yang lihat?!") Batinnya tersadar, ("B*gonya aku, malu maluin banget!") Ia sedikit menundukkan kepalanya dan berjalan sembari menutup sisi wajahnya dengan satu tangannya
Ray merasa penasaran karena Vani bertingkah aneh, "Van? Ada apa? Kenapa tutup wajah gitu?"
"Tapi matahari udah di barat" ucap Ray
"Eh.. iya, hahaha" ucap Vani. Ia memindahkan tangannya ke sisi lain wajahnya
"Hm?" Ray memilih untuk diam dalam kebingungannya dan tidak mempertanyakannya lebih lanjut. Mereka berdua kembali duduk di kursi yang sebelumnya mereka tempati. Vani mengambil posisi duduk membelakangi orang-orang yang berlalu lalang, "Kenapa kamu duduk disitu?" Tanya Ray
"Aku pengen lihat wajahmu dari samping" jawab Vani
"Apa dari depan wajahku nggak enak dipandang?"
"Bukan gitu, kamu tuh gans tau. Kalau jalan ditempat umum, pasti banyak yang lihatin kamu, jadi aku tutupin"
"Kamu nggak pacaran sama aku karena wajahku kan?"
"Em.. tujuh puluh persen"
"Apa?! Selama ini kamu mandang fisik?"
__ADS_1
"Emang kamu engga?"
"Aku tulus ke kamu, aku nggak mandang fisik sama sekali"
"Maksudmu aku jelek?!"
"Bukan Vani.. bagiku, kamu itu perempuan tercantik yang udah aku kenal selain mamaku"
"Aku juga ngga mandang fisik kok. Kalau aku mandang fisik, kenapa aku ngga pilih Kai. Dia gans, trus baik ke aku, dia temenku dari kecil, trus juga dia kaya"
"Kamu dulu ditolak dia"
"Oh.. iya juga" ucap Vani teringat, "S*alan emang Kai, mandang fisik dia"
"Kamu juga!" Ucap Ray ngegas
"Trus kamu mau putus?" Tanya Vani
Ray menggeleng gelengkan kepalanya, "Enggak, aku bakal buat tiga puluh persen perasaanmu ke aku jadi seratus persen"
"Hum.. kalau gitu aku kasih kamu dana buat perawatan biar lebih gans dari Kai, trus perasaanku ke kamu nambah seratus persen juga!"
Ray tertawa kecil, "Kalau gitu total perasaanmu ke aku jadi dua ratus persen"
"kok gituuu"
"Kan sebelumnya tiga puluh persenmu bakal ku ubah jadi seratus persen, trus ditambah yang kamu bilang seratus persen juga. jadi dua ratus kan"
"Ngga bisa gitu, mentoknya cuma seratus persen. Harus pilih satu"
"Aku mau dua duanya"
"No no no, punyamu aja cuma seratus persen"
"Siapa bilang seratus persen?"
"Trus berapa?"
"Total rasa sukaku ke kamu itu.. Unlimited persen"
__ADS_1
"iihh.. apaan sih, ga jelas Ray curangg" ucap Vani senang