Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter127


__ADS_3

Saat berlari menuju gerbang sekolah, langkah Vani terhenti karena ia melihat gerbang yang sudah tertutup rapat. Ia berlari ke arah lain menuju sisi tembok tempat dia biasa memanjat. Di sisi tembok, Vani melemparkan payungnya dan mulai memanjat melewati tembok. Ia segera berlari untuk berteduh di depan toko yang masih tutup. Vani memesan taxi melalui handphonenya. Sembari menunggu taxinya datang, ia menghubungi nomor Agnes


'tut..'


'hallo Van' sapa Agnes


"Woy gila kau?! Kau beneran mau praktekin adegan film romance itu ke Adira?!" Ucap Vani ngegas


'Kok kamu tau aku mau datengin Adira?'


"Jan aneh aneh woy, masuk penjara m*mpus kau!"


'nggak bakal lah, aku cuma mau ancem dia dikit. Aku nggak suka dia terus deket sama Jack'


"Tikam perut orang anceman dikit?! Kalau dia mati gimana?"


'yakali aku bunuh orang, enggak woy! Nggak berani aku. aku cuma tunjukin pisaunya ke dia doang kok'


"Beneran?" Tanya Vani


'iya suer!' jawab Agnes dari telepon


"Huhhh.." Vani menghela nafas lega


'ahahahaaa... Jan bilang kamu pikir aku nekat mau bunuh orang'


"Kali aja, nekat beneran"


'dosa bunuh orang tau'


"Iya tau! Dimana kamu sekarang?"


'Di taxi, hampir sampai di univnya'


"Aku otw kesana juga"


'oke, abis kelar ini kita bolos'

__ADS_1


"Nice idea wkwk"


'ku tutup telponnya, bye bye' ucap Agnes dari telpon


"Bye, semoga sukses" ucap Vani. Saat itu taxi yang Vani pesan datang dan ia langsung masuk ke dalam taxi. Setelah memberitahukan lokasi tujuannya, taxi itu mulai melaju menuju lokasi


Di sisi lain, Agnes sampai di universitas tempat Adira berada. Ia masuk melewati gerbang yang di jaga satpam, ("Hm? Mereka nggak cegat aku?") Batinnya heran, ("Orang luar boleh masuk sembarangan ya? Untung deh wkwk") Ia mencari gedung fakultas tujuannya dan masuk ke dalam, ("Sepi amat ni kampus, hujan hujan gini pasti banyak yang males dateng") Ia menghubungi Adira dengan handphonenya


'tut..'


'halo? Nomor siapa ini?' tanya Adira di telpon


"Aku Agnes, ayo ketemu sekarang juga" ucap Agnes


'Agnes? Oh temannya Jack ya? tapi maaf, sekarang aku lagi di kampus, ada kelas'


"Kebetulan aku disini. Aku tunggu kamu di lorong ujung barat fakultasmu"


'tutt.. tut.. tutt..' Panggilan berakhir


"Dia dateng nggak ya?" Ucap Agnes penasaran, "Kalau nggak dateng brarti dia takut sama aku"


Agnes memasang ekspresi seriusnya, "Jauhi Jack mulai sekarang!"


"Apa? Ahahahaa.. jauhi Jack? Emang siapa kamu?"


"Jack milikku"


"Apa dia pacarmu? Apa dia pernah bilang suka ke kamu?"


"Belum, tapi sebentar lagi dia pasti akan mengatakannya"


"Haha.. pd banget kamu jadi orang"


"Janji ke aku kalau kamu bakal jauhin dia"


"Jauhi gimana? Apartemen kita sebelahan, kita juga satu jurusan. Tiap hari ketemu"

__ADS_1


"Kamu bisa kan jaga jarak dari dia"


"Nggak akan, buat apa aku turuti kemauanmu?"


"Jangan bantah kemauanku, atau.." ucap Agnes terhenti, "Atau apa hah?" Saut Adira


Agnes mengeluarkan pisaunya dan menodongkannya pada Adira, "Aku nggak akan segan segan menusukkan pisau ini ke perutmu"


"Apa kau gila?!" Ucap Adira terkejut sembari mundur menjaga jarak dari Agnes


"Katakan, kamu akan setuju atau nggak"


"Hah.. buat apa aku tanggapi orang seperti dirimu"


"Aku tau kamu suka sama Jack"


"Benar, aku suka dia dari awal kita ketemu. Aku Adira, nggak bakal biarin Jack jatuh ke tangan orang gila kayak kamu!"


"Jauhi Jack kalau kamu mau tetap hidup!" ancam Agnes


"Tusuk aja kalau berani!" Tantang Adira


"AKU LAGI NGGAK BERCANDA!" teriak Agnes


"apa menurutmu aku bercanda?!" Ucap Adira ngegas, "Aku udah berusaha buat dapetin dia, tapi dia cuma anggap aku temen. Sedangkan kamu! dari awal, aku sangat membencimu karena tatapan Jack ke kamu dan ke aku sangat berbeda. Apa yang spesial dari anak kecil sepertimu?!"


Agnes terlihat begitu kesal menatap Adira


"Tusuk aja aku!" ucap Adira, "Kamu tahu? Jack pernah cerita gini ke aku. Keluarga Jack sebelumnya yang di desa adalah korban pembunuhan. Mereka di bunuh tepat di depan mata Jack. Kamu tau? Jack sangat sangat membenci seorang pembunuh. Kalau pun aku mati, apa dia bakalan mau sama seorang pembunuh sepertimu? Haha.. mungkin dia bakal jauhin kamu sejauhh jauhnya"


"KAMU!" ucap Agnes geram. Ia menggengam erat pisau di tangannya


Di saat yang bersamaan, Vani muncul di samping mereka, "Huh.. aku lari kesana kesini cariin. Ternyata disini" ucapnya sembari mengatur pernafasan


Adira menoleh ke arah Vani, "Vani, baguslah kamu disini" ucapnya


"Hai Adira" sapa Vani sambil tersenyum

__ADS_1


Agnes menoleh ke arah Vani dan mencoba memberi kode untuk pergi meninggalkan mereka dengan sebuah kedipan mata


"Kamu bisa jadi saksi mata kejadian ini" ucap Adira. Ia berlari dan mendekap Agnes dengan kencang, 'jlebb..' Pisau di tangan Agnes menancap di perut Adira, 'kamu tanggung akibatnya' bisik Adira menyeringai


__ADS_2