Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter55


__ADS_3

"Namamu mirip seseorang" Ucap Vani sembari mengingat sesuatu, "Oh ranking dibawahku, Riry Yoon. Kalian keluarga?"


"Kamu sengaja nambahin kata ranking di bawahku, biar kamu keliatan lebih hebat darinya kan" Ucap Evano


"Kenyataan hehe" Ucap Vani bangga


"Dia kembaranku, selisih kelahiran lima menit" Ucap Evano


"Kek pernah dengar selisih kembaran lima menit, tapi dimana ya" Ucap Vani, "eh.. siapa kakaknya?"


"dia" Ucap Evano


"Wah, kamu mempunyai kembaran" Ucap Darren menyambung obrolan. Mereka berdua sedikit terkejut dan menoleh bersamaan ke arahnya


"Do you understand what we're talking about?" Tanya Vani


["Kamu mengerti apa yang kita bicarakan?"]


"Iya, aku tahu. Aku bisa bicara dengan bahasa negara B" Jawab Darren


"Masih kaku" Ucap Vani


"Maaf, terlalu banyak kesalahan" Ucap Darren


"Bukan bukan, udah bagus pelafalanmu" Ucap Vani

__ADS_1


Darren mengeluarkan handphonenya dan menyodorkannya di hadapan Vani, "Aku bisa memiliki nomormu?"


"Oh oke" Vani menerima handphone itu dan mencatat nomornya. ia mengembalikannya pada Darren


"Thank you, aku akan menghubungimu. jangan lupa simpan nomor aku" Ucap Darren dengan senyuman di wajahnya


"okeysip" Ucap Vani sambil tersenyum


"Kalian akan terus ngobrol? Hey Darren, kembalilah ke barisanmu. Kasihan wakilmu jalan sendirian" Ucap Evano


"Kamu benar, aku terlalu banyak berkomunikasi dengan kalian. Kita bisa berkomunikasi nanti, sampai jumpa" Ucap Darren. Ia kembali ke barisan asalnya


"Puftt.." Vani menahan tawanya. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Evano untuk membisikkan sesuatu, 'Bahasanya gagu banget ye kan' Bisiknya


Evano sedikit terkejut dan langsung membuat jarak dengan Vani, "Jangan tiba tiba berbisik!"


Pukul 17.00, perjalanan berakhir, mereka semua kembali ke Villa untuk beristirahat


"Aku pergi makan" Ucap Evano


"Oke" Ucap Vani


Evano tidak segera pergi meninggalkannya. Vani menyadarinya dan menoleh ke arahnya, "Hmm?"


"Kamu belum makan?" Tanya Evano

__ADS_1


"Aku mau ajak Awani, dia juga belum makan. Kamu duluan aja" Ucap Vani. Ia mengeluarkan handphonenya dan menghubungi Awani


'tutt.. tutt'


'nomor yang anda tuju berada di luar jangkauan..'


'tutt' Ia menonaktifkan handphonenya dan kembali menyimpannya. Evano masih belum pergi meninggalkannya, "Duluan aja, aku mau cari Awani"


"Cari di kerumunan seramai ini? semangat, aku nggak bisa menunggumu selama itu" Ucap Evano sembari berbalik, ia melangkah pergi meninggalkan Vani


Vani mengamati seluruh aula yang bisa dilihat dari sudut pandangnya, ("Hmm.. handphone Awani pasti lowbat. Cari disini juga bakalan ngabisin waktu") Batinnya. Ia kembali menoleh ke arah Evano yang sudah berjalan cukup jauh darinya, "Ikut aja lah" Vani berlari menghampiri Evano dan ikut berjalan di sampingnya, Evano sedikit meliriknya, "Nyerah?" Tanya Evano


"Mumpung lagi baik, aku temenin kamu makan" Ucap Vani


"Aku suka sendiri" Ucap Evano


"Oh" Vani menghentikan langkahnya sejenak. Ia kembali mengejar jalan Evano, "Hey, kita kan ketua sama Wakil. Apa salahnya si makan bareng, yekan?"


Evano tersenyum kecil dan mempercepat langkahnya, "Terserah"


Sesampainya mereka berdua di Cafe, mereka masuk dan memesan makanan. Setelah menentukan pilihan makanan di mesin pemesanan, terlihat nota harga yang harus di bayarkan. Vani sedikit terkejut dan langsung menoleh ke arah Evano yang berdiri di sampingnya, "Makan, bayar?"


"Kamu pikir makan dirumah?" Tanya balik Evano


"Oh.." Vani langsung men-cancel pesanannya, "Yah.. setelah kupikir lagi, aku nggak laper. Kamu aja"

__ADS_1


Evano mengeluarkan kartu debit dari sakunya, "Cari tempat duduk, aku traktir"


"Akan ku ganti nanti" Ucap Vani senang. Ia pergi menepati meja yang kosong


__ADS_2