
Jorhan terlihat mengecek waktu dari handphonenya, "Ayo, kita harus berangkat sekarang" ucapnya
"Eh? Kemana?" Tanya Vani bingung
"Ke mobil dulu, nanti aku jelasin" ucap Jorhan
"Oke" ucap Vani mengangguk. Mereka berlima keluar dari markas dan masuk ke dalam mobil CRIFITY. Jorhan bertugas mengemudikan mobil dan Jack duduk di sampingnya untuk memberi petunjuk jalan. Vani duduk di kursi belakang menengahi Citra dan Ray, "Kita mau kemana?" Tanya Vani
Ray meraih tangan Vani dan menggenggamnya, 'Nanti kamu tau' ucapnya lirih. Vani menoleh ke arah Ray dan tersenyum senang
"Eh.. apa ini" ucap Citra terkejut, "Nggak baik di liat aku yang jomblo begini"
"Ahahahaa.. apaan sih" ucap Vani sembari tertawa
"Vani dengar! Sampai disana jaga sikapmu!" ucap Jack tanpa menoleh
"Siap boss" ucap Vani, ("Jack kenapa sih? berlebihan banget, aku serusuh itu apa?!") batinnya
Beberapa saat di perjalanan, mobil itu parkir di sebuah basement gedung. Citra mengambil sesuatu dari kursi belakang mobil. Ia membagikan masker hitam kepada tiap anggota, "Heh? Buat apa?" Ucap Vani penasaran
"Kita nggak boleh tunjukin wajah kita ke siapa pun nanti" ucap Citra
Jack memberikan sebuah jubah dan kacamata pada Vani, "Pakai ini"
"Heh!! Kita mau ngapain emang?" Ucap Vani penasaran
__ADS_1
"Mau nggak? Kalau nggak mau tetap dimobil!" Ucap Jack
"Mau mau!" ucap Vani. Ia menerima jubah berserta kacamata itu dan segera memakainya. Mereka berlima keluar dan berdiri berderet di samping mobil, "Kenapa cuma aku sama Jack yang pake jubah? Kenapa kalian cuma pake masker sama kacamata?" Tanya Vani penasaran
"Yang pakai jubah pemimpinnya" ucap Citra, "Jack ketua kita"
"Eh.. berarti aku juga? Apa aku wakil ketua?" Tanya Vani senang
"Terserah maumu" ucap Jack cuek. Ia melangkah lebih dahulu untuk memimpin jalan anggota lain
"Aku baru masuk, langsung jadi wakil dong" ucap Vani senang
Ray tersenyum dan merangkul Vani, "Iya iya, kamu wakilnya"
Mereka berlima masuk ke dalam lift dan Jack menekan tombol lantai tujuan
"Apa kita jadi agen rahasia?" Tanya Vani senang
Jack memasang ekspresi datar, "Jangan sampai kepisah sama Ray. Ray, awasi dia!"
"Tenang aja" ucap Ray mengangguk
'tingg' Pintu lift terbuka dan mereka berlima keluar dari lift. Mereka berjalan menuju sebuah pintu dengan dua orang bodyguard menjaganya. Jack menunjukkan kartu undangan komunitasnya dan mereka berlima dipersilahkan masuk ke dalam ruangan
Di dalam ruangan yang sangat luas dengan desain mewah itu, terlihat banyak anggota komunitas dari berbagai kota berkumpul. Di sana sudah disediakan meja untuk setiap tim komunitasnya. Mereka mengikuti pelayan yang menunjukkan meja yang sudah dipersiapkan untuk mereka
__ADS_1
'wahh.. kita dapet meja paling deket sama panggungnya' ucap Vani lirih. Jack langsung menoleh ke arahnya dan menatap mata Vani, 'maaf' ucap Vani lirih
'diam!' ucap Jack. Vani mengangguk menurut
Vani melihat banyak makanan di hidangkan di atas meja mereka. Ia merasa penasaran akan sesuatu dan ingin menanyakannya pada Ray yang duduk di sampingnya, 'Ray' panggilnya lirih. Ia langsung teringat Jack dan menoleh ke arahnya. Ia mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Ray, ("Apa apaan ini, katanya nggak boleh lepas masker. Kenapa mereka nyediain makanan coba?! Apa ini taktik baru biar makanannya ngga di makan trus bisa di jual lagi?") Batinnya penasaran
'kruyukk~~'
("Laper kan jadinya") batinnya
Saat itu Jack berdiri dari duduknya, "aku ke toilet"
"Iya" ucap Citra. Jack melangkah pergi meninggalkan meja itu
Melihat Jack pergi, Vani langsung memulai obrolan, 'apa makanan ini cuma pajangan? Kita ngga boleh makan ya?' ucapnya lirih
"Boleh kok, kenapa kamu bisik bisik gitu ngomongnya?" Ucap Citra
"Oh, tadi soalnya Jack suruh aku diem" ucap Vani
"Kamu mau makan?" Tanya Ray. Vani mengangguk mengiyakannya
"Makan aja, aku bilangin kalau nanti ada yang dateng" ucap Ray
"Jangan di habisin. kalau disediain makanan gini, biasanya ada sesi makan sendiri" ucap Citra
__ADS_1
"Kalau gitu nanti aja deh" ucap Vani