
Selesai Vani bertelepon, sebuah bus terhenti di hadapannya. Ia memutuskan untuk pergi menuju rumah Ray dengan menaiki bus itu. Sesampainya di halte dekat kawasan perumahan Ray, Vani segera turun dari bus. Ia melanjutkannya dengan berjalan kaki hingga sampai tepat di depan rumah Ray
Di depan pintu rumah, Vani terlihat agak bimbang untuk mengetuk pintu, ("Hmm.. Gimana kalau dia ngga mau bicara sama aku? Ah.. jangan negatif thinking mulu, terobos aja lah")
"Oke"
'tok.. tok.. tok' Ia mengetuk pintu rumah dan berdiri terdiam menunggu respons, ("Keluar Ray, atau ku dobrak pintumu!") batinnya
'cklekk' Pintu itu terbuka dan seseorang terlihat berdiri di belakangnya
'Tan.. te' panggil Vani lirih, ("Astagaa.. kenapa mamanya yang bukain?") Batinnya terkejut
"Vani?" Ucap ibunya Ray
"Iya"
Ibunya Ray langsung memeluk Vani, "Ya ampun, kenapa lama nggak main kesini sih" ucapnya
"Eh?" Vani sedikit terkejut dan hanya terdiam, hingga ibunya Ray melepaskan pelukannya, "Apa kamu takut dateng kesini karena masa lalu?" Tanya ibunya Ray
"Ah itu..." Ucap Vani terhenti, "Tenang aja, tante nggak dendam kok. Lupain itu, oke?" Saut ibunya Ray, "Tante kira kamu nggak main kesini lagi karena hubungan kamu udah renggang sama Ray. Eh.. masuk dulu ayo, nggak enak ngobrol di depan pintu" ucapnya sembari menarik Vani masuk ke dalam rumah
Vani dan ibunya Ray duduk bersampingan di sofa ruang tamu, "Kamu mau minum apa?"
"Ngga usah tante" tolak Vani
"Jangan malu malu, bilang aja"
"Eee.. Itu tante, Ray di rumah?" Tanya Vani
"Ray pindah ke asrama kampus, dia nggak bilang ke kamu?" Tanya balik ibunya Ray
"Engga, kalau boleh tau pindah kapan?"
"Kemarin senin, kalian lagi nggak ada masalah kan?"
__ADS_1
"Engga kok, mungkin Ray sibuk jadi dia lupa kasih tau"
"Ya ampun anak itu. Harusnya dia kasih tau temen temennya kalau dia pindah, biar kalau ada yang nyariin kayak kamu, nggak nyasar kesini kan"
"Oh tapi, biasanya temennya pasti chat dia dulu kalau mau dateng. Kan Ray pasti kasih tau kalau dia pindah ke asrama"
"Terus kamu nggak chat dulu?" Tanya ibunya Ray
"Ahahahaa.. aku lupa" ucap Vani sambil tertawa
Ibunya Ray tersenyum, "Hum.. dasar kamu ini"
'drrt.. drtt' Dering handphone terdengar cukup nyaring menyela pembicaraan mereka. Vani langsung mengeluarkan handphonenya dari saku dan mengeceknya. Namun saat itu tidak ada panggilan di handphonenya, ia menoleh ke arah ibunya Ray, "Handphone tante bunyi?" Tanya Vani
"Eh masa?" Ucap ibunya Ray sembari mengambil handphonenya. Ia melihat layar handphone dan melihat panggilan, "Oh iya, tunggu sebentar ya" ucapnya sembari berdiri dari duduknya. Ia berjalan menjauh untuk menerima panggilan
Selang beberapa menit, ibunya Ray terlihat panik berjalan kembali menghampiri Vani, "Ada apa tante?" Tanya Vani penasaran sembari berdiri dari duduknya
Ibunya Ray menggapai tangan Vani dan menggenggamnya, "Tante boleh minta tolong ke kamu nggak?"
"Temen tante kecelakaan, tante harus ke rumah sakit sama yang lain sekarang. Kamu bisa jagain Yukki sebentar ya?" Pinta ibunya Ray
'Kirain' ucap Vani lega
"Apa?" Tanya ibunya Ray
"Oh engga tante. Aku bakal jagain Yukki selama tante pergi, tenang aja tante" ucap Vani
"Oke, makasih ya. Tante percaya kamu. Yukki lagi di kamarnya, kamu samperin dia. Kalau mau makan ambil aja ya di kulkas. Tante nggak lama, tiga jam-an tante pulang"
("What? Tiga jam") batin Vani terkejut
"Kamu ke kamar Yukki aja, tante siap siap terus berangkat"
"Oh iya tante, hati hati di jalan" ucap Vani sembari berjalan menuju kamar Yukki
__ADS_1
Di depan pintu kamar Yukki yang terbuka, Vani melihat Yukki yang sedang asik memainkan iPadnya di atas kasur. Vani masuk ke dalam kamar dan duduk di samping Yukki, "Yukki" panggil Vani. Namun saat itu Yukki tengah di sibukkan dengan game yang ia mainkan, "Yuuuu.. kiii..." Panggil Vani sembari menutupi layar iPad dengan telapak tangannya
"Hah?" Yukki terkejut dan langsung menoleh ke arahnya. Ia merasa senang ketika melihat Vani berada di hadapannya, "Kak Vani!!" Teriaknya sembari bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Vani
"Wohoo.." Vani sedikit terkejut dengan respons Yukki
Yukki melepaskan pelukannya dan kembali duduk dengan kedua mata yang berbinar tertuju pada Vani, "Kak Vani.. kenapa lama nggak main kesini sih. Yukki kira kak Vani lagi break sama kak Ray"
"Wah.. break? Emang kamu tau artinya?" Tanya Vani
Yukki mengalihkan pandangannya, "Eee.. enggak, tapi sahabatnya Yukki di sekolah sering break sama pacarnya. Kalau lagi marah mereka nggak mau duduk bareng, terus besoknya duduk bareng lagi. Jadinya mereka sering break" jelasnya
"Ahahahaa.. hey, Yukki kelas berapa?"
"Tiga"
"Nih kakak bilangin ya.. break itu bukan buat pacaran, artinya itu istirahat"
"Istirahat? Tapi kalau pacaran biasanya break break gitu kok"
"Hmm.. iyakah?" Ucap Vani bingung, "Tapi kakak kan bisa bahasa asing, break itu tetap artinya istirahat"
"Kakak bisa bahasa asing? Coba ngomong"
"Yukki mau kakak ngomong apa?"
"Ee.. Yukki paling cantik di kelas, hehe"
"Yukki is the most beautiful in class"
"Woahh.. kak Vani beneran bisa!" Ucap Yukki senang
"Iya lah.. jadi gimana? Yukki percaya sama kakak yang fasih bahasa asing atau sahabatnya Yukki?" Tanya Vani bangga
"Kak Vani dong. Besok Yukki kasih tahu sahabatnya Yukki, kalau break itu istirahat"
__ADS_1
"Nah pinter"