
"oh ya Jack, bisa aku minta air mineral? Aku nggak minum kopi soalnya" ucap Agnes
"Kamu nggak suka kopi tapi beli kopi?" Tanya Jack
"Vani yang minta"
"Ngga suka?" Tanya Vani, "Kenapa kamu beli tiga botol? Hah?!"
"Kamu kan suka banget sama kopi, aku beliin dua. Emang nggak boleh?" Ucap Agnes
"Ooo.. makasih" ucap Vani dengan senyuman lebar sembari mengambil dua botol cappucino di meja
"Tunggu bentar" ucap Jack. Ia kembali ke dapur untuk mengambilkan Agnes minum
'bstt.. pisau' bisik Agnes lirih. Vani langsung mengembalikan pisau lipat itu pada Agnes dan Agnes segera menyimpannya, "Thank you, kamu sangat membantu"
"Hmm" gumam Vani
Jack kembali dengan membawakan segelas air mineral dan memberikannya pada Agnes, "Makasih Jack" ucap Agnes
"Iya" ucap Jack sembari kembali duduk di samping meja
"Oh ya kemarin kamu ngapain aja sama Evano? Kalian bolos berdua kan?" Tanya Agnes
"Hum.. main doang, sambil dikejar satpam sekolah" jawab Vani, "Eee... sebenarnya.. kemarin pagi aku dapet masalah"
"Masalah?" Tanya Jack
"Ray" jawab Vani
"Kenapa kamu nggak cerita ke aku? Main bolos aja" ucap Agnes, "Ray kenapa emang?"
"Jadi gini.. Kemarin pagi dia ngajakin ketemuan, trus dia bilang ngga suka ke aku. Abis tu dia bilang sampai jumpa, eh ngga selamat tinggal. Kaget kan aku, dia bilang kita ngga bakalan ketemu lagi. Trus di kelas aku kepikiran terus. Aku bolos mau liat dia, malah Evano ikut. Pake kaki pincang segala lagi. Eh.. tapi berkat kaki pincang Evano, ada cewek yang nolongin dia trus cewek itu ternyata temennya Ray. Alhasil pas siang itu aku ketemu lagi sama Ray" Jelas Vani
"Bhaks.. ahahahaa, paginya perpisahan, bilangnya nggak bakal ketemu lagi. Tapi tiba tiba siangnya ketemu. Bukannya itu lucu? Ahahahaa" Ucap Agnes sambil tertawa
"Ini cerita sedih anjiirr, kenapa diketawain" ucap Vani dengan ekspresi datar
"Ray bilang alasannya nggak?" Tanya Jack
"Dia bilang selama ini dia mainin aku" ucap Vani
"Alasannya nggak jelas. Hmm.. mungkin dia terpaksa bilang gitu" ucap Jack
__ADS_1
"Tau darimana?" Tanya Vani
"Aku tau dia tulus ke kamu, kamu harus bicarain ini lagi sama dia. Tanya lagi" ucap Jack
"Iya Van, kamu harus temuin dia. Minta dia jelasin sampe sejelas jelasnya biar kamu nggak ngerasa digantungin" sambung Agnes
"Maaf, tapi aku ngga pernah digantung ama Ray. Lagian, nomorku di blokir" ucap Vani dengan ekspresi datar
"Kalau telpon, dia pasti ngehindar. Samperin rumah lah" ucap Agnes
"Oh.. iya juga!" ucap Vani sambil berdiri dari duduknya
Jack menarik tangan Vani Agar kembali duduk, "Makan dulu"
"Hmm.. oke" ucap Vani. Mereka bertiga menyantap makanan yang dibelikan Agnes sebelumnya. Setelah kenyang, Jack membuang semua bungkus ke dalam tempat sampah
Vani berdiri dari duduknya, "Aku mau ke rumah Ray" ucapnya
"Oh.. Jack, gimana kalau kamu ajak aku keliling sekitaran sini?" ucap Agnes
"Kamu mau?" Tanya Jack. Agnes menganggukkan kepalanya, "Boleh" ucap Jack
Agnes menoleh ke arah Vani, "Kita turun bareng"
"Oke, ayo" ucap Vani. Mereka bertiga keluar dari kamar apartemen Jack dan turun ke lantai bawah
"Eh.. ada apa? Misi?" Tanya Agnes yang ikut terhenti di belakangnya. Vani berbalik dan tersenyum, "Oh ya, kalian belum pernah foto berdua kan? Mau ku fotoin?"
"Mau!" Ucap Agnes bersemangat. Ia menoleh ke arah Jack, "Boleh kan?"
"Iya" ucap Jack senang
Agnes mengeluarkan handphonenya, namun ia tertahan karena Vani mengatakan sesuatu, "Pake handphonenya Jack aja, kameranya bagus" ucap Vani
"Punyaku lebih.." ucap Agnes terhenti, "Kamu belum tau handphonenya Jack sih!" Saut Vani
"Em.. yaudah. Jack, handphonemu" pinta Agnes. Jack mengeluarkan handphonenya dan memberikannya pada Vani. Vani tersenyum menerimanya, "Nicee"
"Nice?" Tanya Agnes bingung
"Kalian mundur lagi sama buat pose" ucap Vani. Ia membuka kontak nomor di handphone Jack dan mencari nomor milik orangtuanya. Setelah membaca nomor itu\, ia mencoba untuk menghapalnya\, ("Oke.. 015739364***") batinnya
"Van?" Panggil Agnes
__ADS_1
"Oke siap siap!" Ucap Vani, "Satuu.. dua.. cheese.."
'ckrekk' Vani membalik handphone dan mengembalikannya pada Jack, "Aku duluan!" Serunya sembari berlari meninggalkan mereka berdua
"Kenapa dia buru buru?" Tanya Agnes, "Oh ya, gimana fotonya?"
Saat membalik handphonenya, mereka berdua terkejut melihat wajah Vani yang ada di foto itu, "VANII!!" teriak Agnes kesal
"Kita dikerjain" ucap Jack
"Ah ternyata yang dia bilang misi, ngerjain kita. Hufhh.. ga papa, Kita bisa ambil selfie berdua" ucap Agnes
"Iya"
Vani berlari cukup jauh meninggalkan kawasan apartemen. Ia terhenti di sebuah halte bus. Ia duduk di kursi dan membuka handphonenya, "Ahahahahaa.. huhhh.. capek" ucapnya sembari mengatur pernafasan. Ia segera menghubungi nomor Kim
'tutt.. tutt..'
'hallo Van? Dimana kamu?!' tanya Kim dari telepon
"Khakim, aku dari tempatnya Jack" jawab Vani
'kenapa nggak bilang pas kamu keluar?'
"Khakim\, aku dapet infonya. Oh ya\, inget ini 015739364***"
'nomor siapa ini?' tanya Kim dari telepon
"Khakim udah hapal?"
'015739364***'
"Woah.. nice. Itu nomor orangtuanya Jack. Kata dia golongan darahnya beda sama orangtuanya. Ngga tau tapi bener apa engga"
'kamu pulang, sisanya biar kakak yang urus'
"Hari libur gini, aku mau main bentar"
'kamu nggak ke apartemen anak itu lagi kan?'
"engga lah, ngapain juga kesana"
'sore harus udah dirumah'
__ADS_1
"Oke siap, makasih Khakim. Oh ya, marganya Jack, Yagami. Dah, Bye bye" ucap Vani sembari memutuskan panggilannya
'tutt.. tutt.. tut' Panggilan berakhir