Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter8


__ADS_3

Di depan kelas XII MIPA A, Vani berdiri di samping pintu kelas dan terlihat sedang memainkan handphonenya. Ia menghubungi temannya Agnes


'Tutt..'


"Hallo Nes, masih di kantin?" Tanyanya


'Kemana aja? Lama amat, makananmu udah dingin' Jawab Agnes dari telepon


"Buang aja, ku udah ke kelas. Balik gih" Ucap Vani


'Nggak bolos?'


"Nggak usah, toh hari pertama sekolah. Abis satu jam pelajaran lagi pasti dipulangin"


'Otw' Jawab Agnes singkat


'Tut.. Tut..' Panggilan terputus


Beberapa menit kemudian, Agnes terlihat berjalan bersama Awani dan Putri. Mereka bertiga menghampiri Vani yang berdiri bersandar di tembok samping pintu kelasnya seorang diri


"Hay orang ilang" Sapa Awani


"Hmm" Gumam Vani


"Darimana aja kamu? Keluyuran sendiri kayak gelandangan" Ucap Putri


"Gelandangan matakau! Ku abis dari kantor trus ke toilet" Ucap Vani


"Nggak makan siang, nggak laper?" Tanya Putri


"Nggak masalah, udah gih masuk kelas" Ucap Vani

__ADS_1


"Ya ya ya, kalian juga masuk kelas" Ucap Putri, "Yok Aw" Ajaknya. Ia dan Awani masuk ke dalam kelas XII MIPA B bersama


"Ya udah masuk Van" Ajak Agnes. Mereka berdua juga masuk ke dalam kelas melalui pintu belakang kelas


"Hay hay, ketua Kelas balik" Seru Vani. Pandangan seluruh kelas tertuju padanya. Ia dan Agnes duduk di bangku masing masing


"Ketua Kelas? Dari mana kamu tiga jam pelajaran tadi? Bolos? Begitu bisa di panggil ketua kelas?" Tanya Riry


Vani tidak menoleh ke arah Riry sedikit pun, "Udah tau kan ku bolos? Kenapa tanya?"


"Begitu bisa jadi teladan? Jabatanmu bisa aja dicabut hari ini juga!" Ucap Riry


"Emang ku peduli? Toh, kalau kamu mau aduin aku ke wali kelas. Emang guru itu bakalan mihak kamu?"


"Jangan mentang mentang anak donatur terbesar di sekolahan ini, kamu bisa seenaknya ya!" Ucap Riry


"Walau aku bukan anak donatur sekalipun, sifatku nggak akan berubah" Ucap Vani


"Hah.. Nggak mungkin kalau bukan karena itu, kalau kamu bukan anak donatur, mungkin kamu udah di keluarkan karena terlalu banyak bolos" Ucap Riry


"Hanya nilai dari satu orang nggak akan rubah rating sekolah ini, rating sekolah di hitung dari nilai rata rata kemampuan siswanya. kalau ada satu orang terpintar sepintar apapun itu, nilai maksimal cuma seratus. nggak akan ubah banyak rating sekolah barunya" Jelas Riry


("Iya juga si. Hmm... Ku jawab apa ya"), "gimana kalau murid pintar itu bagi ilmunya ke murid murid lain? Otomatis kemampuan mereka bakal ningkat. Walau sedikit demi sedikit, tapi lama lama bakal tetap bisa lampauin" Ucap Vani


"Cukup! Kalian ganggu yang lain!" Seru Evano yang merasa terganggu dengan debat mereka berdua


"Tcih" Riry memalingkan pandangannya


Vani menoleh ke arah Agnes dan menatapnya dengan tajam, 'Siapa cewek itu?' bisik Vani


"Gatau, tadi dia juga berdiri di depan, ku lupa namanya" Ucap Agnes

__ADS_1


"Hmm.. Lumayan ganggu" Ucap Vani


"Kalian barusan debatin apa? Sekolah? Sekolah apa?" Tanya Agnes penasaran


"Lupain, susah di cerna. Bisa di bilang, ga jelas"


"Njirr" Ucap Agnes, "Sekarang jam kosong kan? Abis ni pulang"


"Yoi" Jawab Vani singkat


Vani menaikkan kedua tangannya ke atas meja dan menyangga dagunya, ia menatap kosong ke arah papan tulis di depan kelas, ("siapa cewek itu? Apa dia bisa jadi sainganku? Bahaya juga, gimana kalau sampai rankingku kelewat, bisa gawat")


"Woy Van" Panggil Agnes sembari menepuk salah satu pundak Vani. Lamunan Vani terhenti dan ia menoleh ke arahnya, "Eh apa?" Tanya Vani bingung


"Mikirin apa si?"


"Ga ada, ku cuma ngantuk"


"Ke atap?"


"Ayolah, daripada disini" Ucap Vani sambil berdiri dari duduknya. Mereka berdua keluar dari kelas dan naik ke rooftop gedung kelas XII


Rooftop gedung kelas XII tidak pernah di kunci karena suatu alasan, mereka bisa keluar masuk dari sana sesuka hati. Mereka berdua berdiri di depan pintu rooftop itu dan melihat sesuatu, "Alasan nggak dikunci?" Tanya Agnes


"Karena rooftop kelas tiga digunakan klub perkebunan buat berkebun" Jawab Vani


"Yah, mau ngapain di kebun?" Tanya Agnes


"Sayur doang lagi, nggak bisa di makan. Bikin tambah males, turun aja yok"


"Hmm.. " Gumam Agnes

__ADS_1


Mereka meninggalkan rooftop dan menuruni anak tangga. Di tengah perjalanan bel pulang sekolah berdering, mereka terkejut mendengarnya, "Anjirrr, telat kita! Buruan" Seru Agnes. Mereka berdua mempercepat jalan kembali ke kelas mereka


Sesampainya di kelas, keadaan kelas hening dan hanya ada tas mereka berdua yang tersisa. Mereka masuk dan mengambil tas mereka, "Yah, telat pulang dong" Ucap Agnes kecewa


__ADS_2