
Sesampainya di depan rumah, Vani segera keluar dari taxi dan berlari masuk ke dalam rumahnya. Ia pergi menuju kamar Kaituo dan mengetuk pintu
'tok.. tok.. tok'
"kai!!" Teriaknya dengan suara berat, ("Anjirr lupa!") Batinnya teringat. Ia langsung memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulut dan melepas cip di belakang giginya, 'ehem.. hallo.. tes tes' gumamnya, 'nah.. udah balik'
'cklekk'
Kaituo membuka pintu kamarnya dan melihat Vani berdiri tepat di hadapannya, "Kenapa kamu disini?" Tanya Kaituo. Ia mengamati sekitarnya, "Tadi ada yang teriak manggil aku? Siapa?"
"Oh.. barusan Jack" jawab Vani
"Jack?" Ucap Kaituo sembari menutup pintu kamarnya. Ia berjalan melewati Vani, "Dimana dia?"
"Eh, mau kemana?"
"Cari Jack"
"Dia manggil kamu trus langsung keluar, gabut kali" jelas Vani
"Nggak biasanya dia manggil aku teriak begitu" ucap Kaituo sembari berbalik ke arah Vani, "Apa dia lagi buru buru. Aku telpon aja kali ya? Siapa tau penting" Ia merogoh sakunya untuk mengambil handphone, namun handphonenya tidak ada, "Oh.. hpku di kamar"
Ketika Kaituo hendak masuk ke dalam kamarnya, Vani menghadangnya, "Ehhh.. ngga usah ngga usah, dia baik baik aja. Aku yang punya urusan sama kamu"
"Kamu kenapa lagi?" Tanya Kaituo
("Tunggu.. kalau aku tanya Kai tentang keberadaan Khakim sekarang, pasti dia bakal jawab di negara C. Trus kalau aku kelihatan ngga percaya trus minta Kai telpon khakim buat pastiin keberadaannya, pasti Kai bakalan curiga ke aku. Dia pasti bakalan nanya, kok kamu tau kim ngga di negara C. Ngga usah tanya deh") batin Vani
"Kenapa kamu diem? Ada apa?"
"Eee.. itu Kai.." Vani terpikir suatu ide, ia mengibaskan rambut pendeknya dengan tangan dan tersenyum, "Gimana rambutku? Hehe"
__ADS_1
"Biasa aja, tadi dah liat juga" ucap Kaituo dengan ekspresi datar
"Kok gitu sih, bilang cocok kek"
"Aku lebih suka rambut panjangmu. Bagus deh, aku bisa kurangi rasa sukaku"
Vani terdiam sesaat, "Suka?" Tanyanya
Kaituo sedikit melirik ke arah Vani, "Jangan salah paham, maksudku suka ke rambutmu bukan kamu"
"Ahaha.. iya tau" ucap Vani dengan tawa kecil, "Lagian aku potong rambut ngga berharap kamu suka juga"
"Trus kenapa tanya pendapatku?"
"Iseng aja, ahahahaa"
"Dasar, kebiasaan" ucap Kaituo, "Kamu nggak mau ngucapin apa gitu?"
"mobil"
"oh iya! terimakasih banyak kak Kai yang baik hati dan tidak sombong" Ucap Vani senang
"Hmm.. dah mandi sana, bentar lagi waktunya makan malam"
"Okeysip" ucap Vani. Ia berbalik dan melangkah pergi menuju ke kamarnya. Sementara Kaituo pergi menuju ruang tamu dan duduk menonton TV. Selang beberapa saat, bel rumah berbunyi. Bibi yang mendengarnya segera bergegas membuka pintu, "Iya sebentar!" seru bibi
'cklekk' Pintu terbuka dan seseorang berjas merah terlihat berdiri di depan pintu. Orang itu tersenyum ramah menyapa bibi, "Selamat malam" ucapnya
"Oh.. tuan Belz temannya tuan Kim ya? Silakan masuk, lama nggak berkunjung bibi jadi lama ingatnya" ucap bibi ramah
"Aku baru aja sampai setelah perjalanan yang panjang, Bibi bisa tolong siapkan makanan-makanan ini" ucap Belz sembari menunjukkan beberapa kantung plastik besar yang berisi makanan di tangan kanannya
__ADS_1
"Tentu bisa, tuan Belz silakan duduk dulu" ucap Bibi sembari menerima kantung plastik itu, "Itu yang di tangan satunya kasih ke bibi juga, biar bibi yang bawakan"
"Yang ini nggak perlu" ucap Belz
"Oh baiklah kalau begitu" ucap bibi ramah, "Silakan tuan Belz"
Belz berjalan melewati Bibi dan melangkah menuju ruang tamu. Bibi menutup pintu dan segera pergi ke ruang makan untuk menyiapkan makanan. Di ruang tamu, Belz melihat Kaituo yang sedang melamun menatap TV. Ia berdiri tepat di depan Kaituo untuk menghalangi pandangannya. Kaituo tersadar dan menaikkan pandangannya, "Hum.. sepertinya aku mengenalmu" ucap Belz. Ia mencoba mengingat sesuatu, "Kau tuan muda dari keluarga Shuu dari negara A bukan?" Sambungnya teringat
"Aku juga pernah melihatmu beberapa kali bersama Kim" ucap Kaituo, "Kau CEO Belz dari perusahaan game, kau sering kirim game buatan perusahaanmu ke Vani kan?"
"Wah.. ternyata kau tahu aku" ucap Belz senang, "Kenapa kau disini? Apa untuk menemui Vani?"
"Harusnya aku yang tanya, kenapa kau kesini?"
"Nggak baik lempar pertanyaan begitu, jawab dulu pertanyaanku"
"Aku tinggal disini"
"Wah.. benarkah? baguslah, aku kira Vani kesepian selama ini" ucap Belz senang
"Hmm.." gumam Kaituo sembari memalingkan pandangannya
Mereka berdua terdiam sesaat. Kaituo kembali menoleh ke arah Belz dan menaikkan pandangannya, "Menyingkirlah, mau sampai kapan kau berdiri di depanku?" Ucap Kaituo kesal, "Apa aku harus menyuruhmu duduk terlebih dahulu?"
"Kau tinggal disini kan, kau termaksud tuan rumah. Aku akan duduk saat kau mempersilahkannya" ucap Belz
"Kalau begitu tetap berdiri" ucap Kaituo
"Nggak bisa, sebelumnya kau udah mempersilahkanku duduk" ucap Belz sembari duduk di sofa samping Kaituo
'dasar aneh' gumam Kaituo sembari melirik ke arah Belz
__ADS_1
Belz menoleh ke arah Kaituo, "Hmm? Apa kau bilang?"