Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter160


__ADS_3

'BROMMM...' Di tengah perjalanan dengan mobilnya, Kaituo menghubungi seseorang dengan handphonenya


'tutt..'


'ada apa Kai? Aku di kelas' bisik seseorang dari telepon


"Jack, kau satu kampus sama Ray kan?" Tanya Kaituo


'iya.. ada apa?' bisik Jack dari telepon


"Carikan dia untukku, aku tunggu di cafe dekat kampusmu"


'aku lagi ada kelas, cari sendiri'


"Tinggal keluar apa susahnya sih. Cepatlah, aku lagi otw kesana"


'hmm.. oke, kau hutang budi padaku' bisik Jack dari telepon


"Terserah" ucap Kaituo. Ia langsung memutuskan panggilan teleponnya dan kembali fokus menyetir menuju cafe dekat universitas tempat Jack belajar. Jack mengemasi barang barangnya dan segera keluar dari kelas. Ia pergi menuju gedung asrama laki laki dan masuk ke dalam kamar Ray


'cklekk..'


"Ray" panggil Jack


Ray menoleh ke asal suara, "Jack? Ada apa?"


"Kita perlu ngobrol" ucap Jack, "Masalah serius"

__ADS_1


"Ada apa? Bilang aja"


"Ayo ke cafe depan"


"Disini aja"


"Ada temenmu" ucap Jack sembari melirik ke arah Riko


"Oh.. aku bisa keluar" ucap Riko sembari berdiri dari duduknya


"Nggak perlu" ucap Jack. Ia menoleh ke arah Ray, "Ayo Ray"


"Oke" ucap Ray. Ia mengambil jaketnya dan ikut bersama Jack keluar dari wilayah asrama


Jack menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Ray, "Kau tunggu di cafe depan dulu, aku ambil sesuatu"


"Oh.. iya" ucap Ray. Jack berlari pergi meninggalkan Ray. Ray berjalan menuju cafe dekat universitas dan duduk di salah satu kursi sembari menunggu kedatangan Jack. Beberapa menit kemudian, Kaituo terlihat masuk ke dalam cafe dan duduk di kursi hadapan Ray


"Iya" ucap Kaituo


"Kenapa?" Tanya Ray, "Kalau urusan Vani. Aku dah nggak peduli, lebih baik aku balik"


"Aku udah tau semuanya" ucap Kaituo, "Apa cuma segitu rasa sukamu ke Vani? Mamaku nggak ada hubungannya sama hubungan kalian, kenapa kau bisa terpengaruh sama perkataan orang asing?"


"Aku nggak paham maksudmu"


"Ray.. mau sampai kapan kau buat dia sedih? Aku tiap hari nemenin dia, tapi cuma kau yang dia harapin dateng, bukan aku!"

__ADS_1


Ray hanya terdiam menunduk


"Apa yang kau permasalahkan? Status keluarga? Apa kau malu lahir dari mama dan papamu yang cuma hidup berkecukupan?" Ucap Kaituo


"Bukan itu, aku nggak pernah malu dengan keadaan keluargaku. Aku cuma mau Vani bahagia disisi orang yang tepat" ucap Ray


"Kau orangnya" ucap Kaituo, "Hah.. aku benci ngomongnya, tapi.. Kau yang bikin dia bahagia, kau yang selalu jagain dia. Tanganmu juga, kau korbanin buat lindungi dia kan? Dia pasti bahagia kalau terus ada disisimu"


"Gimana denganmu?" Tanya Ray


"Kalau sampai kau lengah dan buat dia sedih, jangan harap aku akan ngomongin hal kayak tadi. Jadi..." Ucap Kaituo terhenti, "Apa Vani masih di sekolah?" Potong Ray


"Dia dirumah" ucap Kaituo


"Aku akan kesana!" ucap Ray sembari berdiri dari duduknya


"Pin rumah, nol sembilan lima tujuh"


"Terimakasih Kaituo!" ucap Ray bersemangat. Ia langsung berlari keluar dari cafe dan pergi menuju rumah Vani dengan taxi


Kaituo menoleh ke arah luar jendela kaca cafe dan menatap jalanan, 'Ah.. padahal kali ini aku benar-benar menyukainya' gumamnya, "Eh?" Tanpa ia sadari kedua matanya mulai berlinang, ("aku nggak mungkin nangis di tempat seperti ini kan") batinnya


"Permisi kak, mau pesan apa?" Tanya pelayan tiba-tiba


Kaituo langsung mendengak ke atas dan mengusap-usap matanya, "Aduh.. mataku kemasukan debu" Ia menurunkan pandangannya dan menoleh ke arah pelayan cafe, "Apa cafe ini nggak pernah dibersihin?"


"Debu? Oh, Maaf atas ketidaknyamanannya kak" ucap pelayan sembari menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Hah.. gimana sih, harusnya sebelum buka cek dulu kebersihannya" ucap Kaituo sembari berdiri dari duduknya. Ia berjalan keluar dari cafe itu


Pelayan itu mengusap-usap meja dengan tangannya untuk memastikan debu, namun meja itu masih terlihat bersih. Kemudian ia mendongak ke arah langit-langit cafe, "Apa debu dari atas ya? tapi kelihatannya bersih" ucapnya


__ADS_2