
"Hmm.. nggak peduli juga" ucap Kaituo sembari berjalan dan berpindah duduk di sofa ruang tamu, "Kenapa jalan jinjit gitu? Apa kamu ikut balet?"
"Yoii, minggu depan auto ikut audisi ini" ucap Vani. Ia duduk bergabung di sofa depan Kaituo, "Oh ya Kai, mana Jack?"
"Di kamarnya kali" ucap Kaituo
"Oo"
Kaituo sejenak melirik ke arah Vani yang terlihat begitu bahagia, "Apa sesenang itu habis jalan sama dia?"
"Iya dong, kamu kan ngga pernah" ucap Vani senang
"Ogah si, ngapain juga jalan sama Ray" ucap Kaituo
"Bukan sama Ray juga kali" ucap Vani dengan ekspresi datar
"Emang kalian udah resmi pacaran?"
"Iya juga, dia belum tembak aku"
"Haha.. bisa jadi dia cuma main main sama kamu"
"Ngga lah, minggu depan aku main ke taman hiburan sama Ray, tapi aku ngga ajak kamu. Soalnya Ray bilang, dia cuma mau berdua sama aku hehe"
"Siapa juga yang mau ikut kamu? Aku juga ada jadwal main sama temen temenku"
"Kamu kan ngga pernah ke taman hiburan"
"Kata siapa? Tiap bulan aku main kesana"
"Kok ngga pernah ajak aku"
"Ngapain juga ajakin kamu"
"Yee.. s*alan, kamu main kemana sama temenmu?"
"Taman hiburan"
"Dih.. main tiap bulan kok ngga pernah ngajakin"
__ADS_1
"Kamu ke taman hiburan daerah mana minggu depan?"
"Ada deh, ngga ku kasih tau. Kalau kamu?" Ucap Vani
"Ada juga deh" ejek Kaituo
"Ngga kreatif amat"
"Biarin"
Selang beberapa saat, Jack terlihat melintas di samping mereka. Kaituo dan Vani menoleh bersamaan kearahnya. Jack menghentikan langkahnya karena menyadarinya, "Oh.. kalian liat aku?" Tanyanya
"Apa kau transparan?" Tanya balik Kaituo
"Kalian asik banget ngobrolnya, niatnya nggak sapa kalian"
"Mau kemana?" Tanya Vani sembari berdiri dari duduknya
"Kenapa berdiri?" Ucap Jack
"Ikut!" Ucap Vani
"Mau kemana sih?" Tanya Vani
"Eee.. mau ke.." ucap Jack terhenti, "Udah mau berangkat masih mikir?" Saut Vani
"Aku mau ke salon, nggak usah ikut. Lama nunggunya" ucap Jack
"Salon?" Tanya Vani
"Cat rambut" jawab Jack sembari tersenyum kecil, "Ya udah, cabut duluan" ucapnya sembari berbalik
"Wah.. kebetulan! Aku juga mau potong rambut! ikut!" Seru Vani
"Hahhhh.." Jack menghela nafasnya, "Ayo"
"Kai ikut ngga?" Tawar Vani
"Ogah, ngapain" tolak Kaituo, "Jack, bawa mobil aja"
__ADS_1
"Hmm.. oke" ucap Jack. Ia berjalan menghampiri Vani dan merangkul kan tangan Vani di pundaknya, "Ngapain?" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Bantu kamu jalan" ucap Jack
"Aku bisa sendiri" ucap Vani
"Ya udah" ucap Jack sembari melepaskan tangan Vani. Ia berjalan pergi menuju pintu garasi
"Duluan Kai, bye bye" ucap Vani. Ia berjalan mengejar Jack
Di garasi, Jack mengeluarkan mobil milik Vani. Vani masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman, "Udah?" Tanya Jack
"Udah" jawab Vani
"Ya udah turun"
"Ha?"
"Pufttt.. ahahahaa, sejak kapan otakmu jadi pending begini?"
Vani hanya terdiam menanggapinya, karena menurutnya tidak ada hal lucu yang bisa di tertawakan, "Receh" ucapnya
"ekhem.. Kita berangkat" ucap Jack
'brooommm' Jack melajukan mobilnya menuju tempat tujuan. Beberapa menit berkendara, Jack menghentikan mobil itu di depan sebuah salon sederhana, "Kenapa ngga ke salon langganan keluarga aja?" Tanya Vani
"Salon keluarga?" Tanya balik Jack
"Oiya, kamu masih newbie" ucap Vani
"Tempat ini langgananku dari sma, ayo turun" ucap Jack. Mereka berdua keluar dari mobil dan masuk ke dalam salon. Di dalam salon rambut, mereka disambut oleh barber yang bekerja mengelola salon itu hanya seorang diri, "Selamat datang" sapa barber itu, "Sama siapa Jack? Pacar ya?"
"Bukan, dia sepupu" ucap Jack
"Bulan lalu kamu dari sini, udah mau ganti style aja nih?" Ucap barber
"A.. iya, bosen juga punya rambut begini" ucap Jack
Vani menyipitkan matanya dan tersenyum melirik ke arah Jack, ("Hehe.. dia pasti ke salon cuma buat pengalihan doang kan. Aku tau kamu aslinya mau ke markas kan, hehe") batinnya
__ADS_1
"Kenapa pasang muka begitu?" Tanya Jack dengan ekspresi datar