
Setelah sebelumnya melakukan perjalanan dengan sebuah taxi. Akhirnya Vani dan Yukki sampai di depan gerbang asrama universitas tempat Ray tinggal. Vani membayar ongkos taxi dan mereka berdua keluar dari taxi. Taxi itu melaju pergi dari tempat itu
"Kak, disini ya tempatnya kak Ray?" Tanya Yukki sembari mengamati sekitarnya
"Iya, kak Ray tinggal di dalem sana. Ayo masuk" ucap Vani. Tangan kanan Vani menggandeng Yukki, sementara tangan kirinya mencoba membuka pintu gerbang di hadapannya. Saat ia sedang berusaha membukanya, dari dalam seorang satpam menghampirinya, "Ada urusan apa? Tunjukan kartu identitas mahasiswamu" ucap satpam
"Kartu identitas? Yah.. ketinggalan pak" ucap Vani
"Mahasiswa putri tidak bisa masuk kawasan asrama putra"
"Bentar aja pak, please. Aku mau ketemu seseorang bentar banget" pinta Vani
"Tidak bisa"
"Yah.. kok pelit sih"
"Sudah tertulis di peraturan"
"Pak satpam butuh bonus berapa banyak biar aku bisa masuk ke dalam?"
"Di larang menerima sogokan dari siapapun, sebesar apapun"
"Tcih.. taat amat"
"Aturan ada untuk di taati"
"Jirr, respect" ucap Vani sembari memberikan hormat
"Kak, kita nggak boleh masuk ya?" Tanya Yukki
"Iya tuh, pak satpamnya pelit" ucap Vani
"Tapi kan kata pak satpam putri dilarang masuk" ucap Yukki
"Dengerin! anak kecil aja tau" ucap satpam
Vani tidak menghiraukan satpam itu, ia fokus berhadapan dengan Yukki, "Dengerin kakak, katanya kan putri yang dilarang masuk. kan kamu Yukki, dan kakak itu Vani, bukan Putri. Iyakan?"
"Oh, Putri nama orang ya. Yukki kira putri perempuan" ucap Yukki lega. Ia menoleh ke arah satpam, "Pak satpam, kami bukan putri. Aku Yukki trus kakak ini Vani. Jadi kami bukan Putri, sekarang kami boleh masuk kan?"
"Bukan begitu konsepnya, dasar anak kecil. Kamu jangan mau dibohongin kakak itu" ucap Satpam
__ADS_1
"Eh? Yukki, emangnya kakak pernah bohong ke kamu?" Tanya Vani
"Enggak" ucap Yukki
"Berarti, pak Satpamnya yang bohong kan?" Tanya Vani
"Iya" jawab Yukki, "Pak satpam kan udah besar, pasti tau yang benar sama yang salah. Bohong itu termaksud salah pak, nggak baik loh"
"Dengerin tuh pak, anak kecil aja tau" ucap Vani
"Kenapa jadi saya yang salah" ucap satpam dengan ekspresi datar, "Ya sudah begini saja, siapa nama orang yang kalian cari? Biar dia yang keluar datang kesini"
"Ray Aoki" ucap Vani
"Kamar nomor berapa?" Tanya satpam
"Ga tau"
"Haishh.." keluh satpam, "Kalian tunggu disini" Ia masuk ke dalam Pos satpam dan mengecek daftar kamar asrama tempat Ray tinggal melalui komputernya. Setelah menemukannya, ia segera menghubunginya melalui telepon
'halo pak satpam, tumben telepon. Kangen ya?' sapa seseorang dari telepon
'iya kamarnya Ray, saya temen sekamarnya. Nama saya Riko' ucap Riko dari telepon
"Nggak tanya soal kamu, Raynya mana? Kasih ke dia"
'jadi tuh, saya baru balik abis makan barusan..' ucap Riko terhenti, "Nggak tanya aktivitasmu, dimana Ray? Kasihan yang nunggu di depan ini" saut satpam
'emosian amat jadi satpam'
"Hey, buruan! Penting ini!"
'iya iya, maaf pak maaf. Itu.. kebetulan Raynya nggak ada di sini, kemungkinan sembilan puluh sembilan persen dia lagi di luar'
"Nggak bohong kan kamu?"
'buat apa woii!'
satpam itu memutuskan panggilannya dan berjalan keluar dari pos satpam. Ia kembali menghampiri Vani dan Yukki, "Ray nggak ada di dalem, dia di luar" ucap satpam
"Mana? Katanya di luar, kok ga keliatan?" Ucap Vani
__ADS_1
"Iya, dimana? Nggak ada tuh" sambung Yukki
"Terserah kalian, yang pasti Ray nggak ada disini" ucap satpam mengalah
"Trus dimana dia?" Tanya Vani
"Mana saya tau" jawab satpam, "Dah.. pergi sana kalian" Ia meninggalkan tempat itu dan kembali masuk ke dalam pos satpam
"Yah.. ga bisa ketemu Ray dong" ucap Vani kecewa
"Coba kak Vani telpon kak Ray" ucap Yukki
"Mana bisa"
"Bisa kok, kak Ray pasti dateng kalau di minta"
"Bukan itu masalahnya"
"Terus apa?"
"Hp kakak mati" ucap Vani, ("Aku di blokir!") sambung batinnya
Yukki terlihat sedikit kecewa, "Yahh.. terus gimana dong. Yukki nggak jadi ketemu kak Ray dong"
"Eh.. Yukki jan sedih. Ntar bisa ketemu kok sama kak Ray"
"Beneran? Nggak bohong kan?"
"Iya beneran" ucap Vani, ("Tapi gimana caranya ya? Gapapa deh, kasih harapan dulu. Siapa tau abis ku ajak main, dia jadi lupa") Batinnya
"Janji dulu ke Yukki. Kalau bohong, Yukki nggak mau kenal kak Vani lagi"
"Iya janji" ucap Vani sambil tersenyum. Mereka berdua membuat janji dengan saling mengikat jari kelingking, "Eh.. Yukki mau jalan jalan ngga sebelum ketemu kak Ray?"
"Mau mau mau!" Ucap Yukki bersemangat
"Yosh.. Ayo kita ke mall!!" Seru Vani
"Yey, main di mall!" Saut Yukki
Vani kembali memesan taxi untuk kemudahan transportasi mereka menuju ke mall
__ADS_1