
"Are you both okay?" Tanya Kim sembari berlari menghampiri dua orang yang terjatuh tidak jauh darinya
["Kalian berdua baik-baik saja?"]
"Vani!" Ucap Kim tersadar. Ia langsung menghampirinya dan memeluknya dengan erat, "Syukurlah kamu baik baik aja, kakak sangat mencemaskanmu" Sambungnya lega
"Udah udah, ngga perlu lebay gitu, kita cuma jatuh dari kursi roda" Ucap Vani sembari melepaskan pelukan Kim, "Khakim bantu dia naik ke kursi roda dulu" sambungnya
"Oh" Ucap Kim sembari menoleh ke arah orang yang bersama Vani, "Are you alright?" Tanyanya
["Kau baik baik saja?"]
"Yeah... i am fine" Ucap orang itu canggung. Kim membantu orang itu kembali duduk ke kursi roda
["Ya, aku baik baik saja"]
"Thank you sir" Ucap orang itu
"He's my brother, you don't need to be so formal" Ucap Vani
__ADS_1
["dia kakakku, kamu nggak perlu terlalu formal"]
Orang itu menoleh ke arah Vani, "We are not that close, i have to respect people who are older than me" Ucapnya
["kita tidak sedekat itu, aku harus menghormati orang yang lebih tua dariku"]
"Oh.. Hahaha" Tawa Vani canggung
'puftt' Kim memalingkan pandangannya sembari menahan tawanya, "You are a good boy" Puji Kim
["kau anak yang baik"]
["Terima kasih tuan. ini sudah waktunya aku pergi ke ruang fisioterapi. Anak kecil, jangan lupa menyapaku kalau kau melihatku lagi ya?"]
"Okay, bye bye" Ucap Vani sembari melambaikan tangannya. Orang itu pergi meninggalkan Vani dan Kim untuk pergi ke ruangan fisioterapi, "Dia panggil aku kiddo, tapi dia formal ke Khakim" Ucap Vani
Kim tersenyum senang, "Penampilan kakak lebih terhormat dari pada kamu" Ucapnya sembari membopong Vani, "Kamu makin berat aja" Ucap Kim, "kamu satu ruangan sama Kaituo kan?" Sambungnya
"Ya kali aku di ruangan tetangganya" Ucap Vani dengan ekspresi datar
__ADS_1
"Hahaha.. dasar" Tawa Kim senang
"Ngapain Khakim masih gendong aku?" Tanya Vani
"Kakak gendong kamu ke sananya" Ucap Kim
"Ngga usah, turunin aja. enak pake kursi roda, coba deh Khakim naik" Ucap Vani
"Nggak usah, kamu aja" Ucap Kim sembari menurunkan Vani dan membantunya duduk di kursi roda
Vani menoleh ke belakangnya, "Oh.. Tadi aku liat ada pijakan kaki di belakang, coba Khakim naik situ" Ucapnya
Kim menurunkan pandangannya dan menemukan pijakan yang Vani maksud, "Iya ada" Ucapnya sembari memijakkan kakinya ke atas pijakan kaki itu. Vani menekan tombol untuk menjalankan kursi roda itu, Kim terkejut dan langsung terjatuh begitu saja ke lantai. Vani menyadarinya dan langsung menoleh ke belakang, "Khakim gapapa?" Tanyanya
"Ahaha.. nggak papa" Ucap Kim sembari berdiri, "Kamu nggak kasih aba aba kalau mau jalan"
"Salah sendiri ngga pegangan" Ucap Vani, "Buruan naik lagi"
"Hmm" Gumam Kim sembari kembali menaiki pijakan kaki dan berpegangan pada dorongan kursi roda, "Kakak udah siap" Vani kembali menekan tombol kursi roda dan menjalankannya kembali ke ruangan Kaituo
__ADS_1
Sesampainya di ruangan Kaituo, "Kita sampai" Ucap Vani sembari berdiri dari duduknya. Kim hanya terdiam dalam keterkejutannya setelah melihat Vani berdiri di hadapannya, "hah?"