
Di dalam restoran, Vani terlihat mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan foto dirinya bersama Kim pada Caroline, "Line, gimana pendapatmu tentang kakakku? Dia lumayan kan?" Tanya Vani senang
Caroline tersenyum kecil melihat foto Kim tersenyum, 'Turns out he can smile too' ucapnya lirih
['Ternyata dia bisa senyum juga']
"Kamu ngomong apa barusan?" Tanya Vani penasaran, Caroline sedikit terkejut, "Oh.. yap.. dia terlihat begitu hangat di foto itu, tapi kenyataannya dia selalu dingin setiap saat" jawabnya
Vani menyipitkan matanya dan menatap ke arah Caroline, "Wait, kenapa kamu tahu kalau kakakku dingin ke orang lain?" Tanyanya curiga
("Oh gost, I misspoke again") batin Caroline panik, "Lihat dari foto itu saja, semua orang pasti tahu. Matanya sangat tajam dan dingin" ucap Caroline
["Astaga, aku salah ngomong lagi"]
Vani kembali melihat layar handphonenya, "oh.. kamu benar juga" ucapnya tersadar
"Haha.. tapi kamu kelihatannya lebih ramah daripada kakakmu" ucap Caroline sembari tersenyum
"Itu juga benar ahahahaa" ucap Vani senang
"Oh ya Line. Next time kita ketemu, aku kenalin kamu ke kakakku" ucap Vani
"What?!" Ucap Caronline terkejut
__ADS_1
("how could i meet him! he must be easy to recognize me") batin Caroline
["Gimana bisa aku ketemu dia! Dia pasti gampang kenalin aku"]
"Kenapa? Kamu ngga mau?" Tanya Vani
"Kenapa aku harus bertemu dengannya? Bukannya cukup bertemu denganmu saja" ucap Caroline
"Jadi.. kamu ngga mau ya? Apa jangan jangan kamu takut ketemu sama kakakku? Dia ngga jahat kok" ucap Vani
"Bukan begitu.. tapi.." ucap Caroline terhenti karena Vani memotong bicaranya "aku pikir kita udah kenal lumayan lama dari game, aku cuma mau lebih akrab denganmu dengan kenalin kamu ke keluargaku satu satunya. Kamu tau kan orangtuaku keduanya udah meninggal, cuma sisa kakakku aja. Temanku yang lain selalu kelihatan senang pas aku ajak mereka ketemu kakakku. Tapi kamu.. ekspresimu begitu.. tapi aku ngga maksa kamu kok, it's okay kalau kamu ngga mau" jelas Vani dengan ekspresi murung. Vani terus menurunkan pandangannya, ia sesekali melirik ke arah Caroline untuk melihat ekspresi Caroline, ("Jurus ampuh, minta belas kasih. Pasti berhasil seratus persen!") Batin Vani gigih
"Aku tidak bermaksud menolakmu. Hanya saja... Ah, baiklah. Aku akan bertemu dengan kakakmu" ucap Caroline mengalah, ("I will try it. He only recognizes me when i put on make up. Like the others, He won't recognize me without make up") batin Caroline
["Aku akan mencobanya. Dia cuma mengenali aku pas pake make up. Seperti yang lainnya, dia nggak akan kenal aku tanpa make up"]
"Yeah.. kalau aku luang" ucap Caroline sembari memalingkan pandangannya
"Yess!!" Ucap Vani bersemangat, Caroline menoleh kearah Vani, "kenapa kamu terlihat begitu senang?" Tanya Caroline
"Tentu aja aku seneng. Kamu tenang aja, kakakku baikk banget. Trus dia juga punya banyak perusahaan. Kalau kamu mau, kamu keluar aja dari kerjaanmu sebelumnya. Aku bisa minta kakakku buat jadiin kamu sekretarisnya. Gajinya gede kok, aku bisa minta kakakku buat gaji kamu dua atau tiga, empat, mungkin lima kali lipat dari gajimu sekarang" jelas Vani bersemangat
("You just don't know that I've worked at your brother's company") batin Caroline, "Haha" Caroline tersenyum canggung, "tidak perlu. Itu sama saja aku melakukan kecurangan dengan menggunakan orang dalam" ucapnya
__ADS_1
["Kamu belum tau aja kalau aku sudah bekerja di perusahaan kakakmu"]
("Woah, dia ngga mata duitan. Fiks, kandidat yang cocok sih buat jadi kakak ipar") batin Vani senang
"Excuse me, have you guys decided to order something?" Tanya seorang pelayan yang tiba tiba sudah berdiri disamping meja mereka
["Permisi, kalian sudah ingin pesan sesuatu?"]
"Oh right! This table is still empty from the start. Van, you can just order what you want. Tonight I treat you" Ucap Caroline
["Oh benar! Meja ini masih aja kosong dari tadi. Van, kamu bisa pesan apapun yang kamu mau. Malam ini aku traktir kamu"]
"Okee, kalau gitu aku ngga akan sungkan" ucap Vani sembari melihat buku menu. Ia memesan beberapa makanan yang ia inginkan. Begitu juga dengan Caroline, ia memesan makanan bagiannya
"okay, anything else?" Tanya pelayan
["Oke, ada yang lain?"]
"Enough, that's all" ucap Caroline
["Cukup, itu aja"]
"please wait, your order will come soon" ucap pelayan ramah
__ADS_1
["Tolong tunggu ya, pesanan kalian akan segera datang"]
Pelayan itu pergi meninggalkan meja mereka untuk menyiapkan pesanan mereka. Vani dan Caroline kembali terdiam dan mereka berdua sibuk memainkan handphone masing masing