
"Kamu pikir semudah itu pergi dari sini?!" Tanya Azka
"Heh? Saya kena hukuman?" Tanya Vani terkejut, "Gini aja pak, kita main damai. Jas sama kemeja pak Azka, saya ganti sepuluh kali lipat sama yang baru. Gimana pak? Tawaran yang bagus kan?"
"Kamu kira saya bisa di sogok?" Tanya Azka
("Nggak mungkin juga ya, pak Azka kan salah satu guru yang susah di sogok") batin Vani. Ia tersenyum kecil karena merasa bangga dengan guru andalannya itu
Azka mendekatkan wajahnya pada Vani, 'Emm.. Tapi kalau merk Zura bisa saya pertimbangkan' Bisiknya
Mendengarnya, ekspresi Vani berubah drastis, "Waaahh.. Nggak bener nih!" Seru Vani, "Maksudku, kebetulan nih. Pulang sekolah aku mau anter Putri ke tempat papanya. Sekalian aja deh. Alamat pak Azka masih sama kan? Pak Azka nggak mungkin gotong rumah trus pindah kan? Kalau gitu besok aku pastiin pesanan pak Azka sampai"
"Rahasiakan ini dari yang lain" Ucap Azka
"Oke pak!" Seru Vani sembari berdiri dari duduknya. Ia mengulurkan tangannya dan Azka menjabat tangannya, "Deal!"
"Ya udah, pak Azka yang baik hati. Saya balik ke kelas dulu" Ucapnya senang. Ia melangkah pergi dari ruangan Azka
Di depan ruangan Azka, ia melihat kepala sekolah dan menyapanya dengan ramah, "Pagi pak kepala sekolah"
"Pagi Nak Vani, mau mampir minum teh?" Tawar kepala sekolah
"Nggak pak makasih, udah hampir masuk. Saya permisi" Ucap Vani sopan. Ia melangkah pergi kembali menuju kelasnya
Kepala sekolah menghampiri ruangan Azka dan masuk ke dalam. Azka yang menyadarinya langsung berdiri dari duduknya dan menyambutnya, "Selamat pagi pak"
"Kenapa dia kemari?" Tanya kepala sekolah
"Saya hanya membenarkan beberapa hal" Ucap Azka
"Jangan buat dia terlibat satu pun masalah lagi di sekolahan ini. Kita tidak bisa membiarkan donatur terbesar di sekolahan ini menghilang" Ucap kepala sekolah
"Baik, akan saya pastikan dia tidak terlibat masalah yang dapat mengancamnya dikeluarkan dari sekolah" Ucap Azka
__ADS_1
"Bagus, kembali bekerja" Ucap kepala sekolah. Ia keluar dari ruangan Azka dan kembali menuju ruangannya
Azka kembali duduk di kursinya dan menghela nafas panjang, "Haaahhh.. Anak itu sungguh beruntung. Tapi aku nggak akan membiarkannya menjadi bebas berulah sesukanya"
Di Kelas XII MIPA A,
Vani menyelinap masuk melalui pintu belakang kelas saat guru yang mengajar sedang fokus dengan laptop di hadapannya. Ia berhasil duduk di bangkunya tanpa ada seorang pun yang menyadarinya. Saat ia menoleh ke arah Agnes, ia merasakan sebuah keanehan terjadi pada Agnes. Agnes terlihat sedang melamunkan sesuatu dengan senyum aneh di wajahnya
Vani mengambil buku tulisnya dan menggulungnya. Ia melemparkannya dan terjatuh tepat di hadapan Agnes. Suara dari buku itu membuat Agnes tersadar dari lamunannya dan tentunya membuat seisi kelas termaksud guru menoleh ke arahnya
"Apa itu?!" Tanya guru
"Tadi ada nyamuk pak, saya lempar pake buku. Ganggu banget" Jawab Vani
"Musim panas gini ada nyamuk?" Tanya Agnes sembari menoleh ke arah Vani
"Yakan kali aja nyamuknya dari selokan" Jawab Vani
"Kok kamu disini? Hukumannya batal?" Tanya Agnes
"Dih, nggak percaya aku. Masa si Pak Azka bilang gitu" Ucap Agnes ragu
"Sama, ku juga nggak percaya sama omonganku sendiri" Sambung Vani
"Njirr"
"Sudah, kenapa kalian malah mengobrol?! Kembali belajar! Lain kali lakukan tanpa bersuara" Ucap Guru
"Iya, maaf pak" Ucap Vani
Beberapa jam kemudian, bel istirahat pertama berdering. Mereka berdua segera keluar dari kelas dan berlari menuju kantin sekolah. Sesampainya di kantin mereka sedikit terkejut karena melihat Awani dan Putri yang sudah sampai di sana lebih dulu
"Yow, kita menang lagi" Sapa Awani
__ADS_1
Vani dan Agnes menghampiri mereka dan duduk bergabung, "Kok kalian bisa sampai sini duluan?!" Tanya Vani penasaran
"Iya, padahal aku sama Vani lari keluar pas gurunya belum keluar dari kelas. Kok kalian udah disini aja?!" ucap Agnes
"Sepuluh menit lalu, kita berdua izin ke toilet tapi nggak balik ke kelas" Jawab Putri bangga
"Njirr curang nih" Ucap Agnes
"Bukan curang, tapi smart. Yakan Van?" Ucap Putri
"Ehem.. Aku akui kamu lama lama tertular kemampuanku. Tetaplah disisiku supaya kepintaran dan kecerdikanmu bertambah" Ucap Vani
"Pd amat kamu jadi manusia" Ucap Awani
"Bilang aja kalau kita pergi kamu nggak punya teman lain kan?" Ucap Putri
"Bener juga, masa iya aku ngobrol ama tembok" Ucap Vani
"Lah, biasanya emang gitu kan?" Ucap Awani
"Yee kamvret" Vani berdiri dari duduknya, "Aku pesan makanan, kalian mau apa?"
"Aku ikut, ntar ambil acak aja sedapetnya" Ucap Awani sembari berdiri dari duduknya
"Ya udah kuy" Ajak Vani
"Skuy lah"
Mereka berdua mengambil beberapa snack dan minuman dingin yang bisa mereka ambil di tengah kerumunan siswa siswi lain yang memenuhi kantin sekolah. Awani menerobos kerumunan untuk membayarkan semua yang sudah mereka ambil. Setelah bersusah payah, ia akhirnya keluar dari kerumunan itu dan menampakkan diri
"Udah?" Tanya Vani
"Huh, medan tempur yang sangat melelahkan. Yok balik" Ucap Awani
__ADS_1
"Okeysip"