
Vani segera menghampiri komputernya dan menyalakan mic nya, "I'm really sorry. The food ordered came and I immediately ate it. I forgot about you"
["maaf banget. Makanan yang dipesan dateng dan aku langsung makan itu. Aku kelupaan kamu"]
'ahaha.. no problem. btw, did you hear what I said earlier?' tanya CuteLine
['ahaha.. tidak masalah. Btw, kamu denger apa yang aku omongin tadi?']
"I heard a small voice, but I don't know what you are talking about. Did you say something? can you repeat?" Ucap Vani
["Aku dengar suara samar, tapi aku ngga tau kamu ngomong apa. Kamu ngomong sesuatu? Bisa ulang?"]
'Oh, nothing. I'm just talking to myself'
['Oh, tidak ada. Aku cuma ngomong sendiri']
"hum.. btw Line, how many days until you return to work?"
["Hum.. btw Line, berapa hari lagi kamu balik kerja?"]
'this is my first day off work' ucap CuteLine
['ini hari pertamaku cuti']
"if I go to C country, would you like to meet me?" Tanya Vani
["Kalau aku ke negara C, kamu mau ketemu aku?"]
'you're serious? of course we can meet. when will you be here?' Tanya balik CuteLine
['kamu serius? Tentu aja kita bisa ketemu. Kapan kamu kesini?']
"before I will go to A country first, I want to visit my parents. Maybe in the next two or three days I will arrive in C country" ucap Vani
["Sebelumnya aku akan pergi ke negara A, aku ingin mengunjungi orangtuaku. Mungkin dua atau tiga hari kedepan aku sampai di negara C"]
'wow, do your parents work in A country? what are their jobs?' Tanya CuteLine
['wow, orangtuamu bekerja di negara A? Apa pekerjaan mereka?']
"my parents already passed away" jawab Vani
["Orangtuaku sudah meninggal"]
'sorry, I do not know..' ucap CuteLine yang merasa bersalah, "it's ok, I know. em.. can i have your number? we can contact each other at any time" saut Vani
["Gapapa, aku tau. Em.. aku boleh minta nomormu? Kita bisa saling menghubungi kapanpun"]
'oh okay, I'll type it in the chat' ucap Cuteline
['oh oke, aku ketik di chat']
Kolom Chat,
CuteLine : " ******* "
__ADS_1
"is there a new chat notification on your cellphone?" Tanya Vani
["Apa ada chat baru di handphonemu?"]
'yes there is, I will save your number' jawab CuteLine
['iya ada, aku akan simpan nomormu']
"okay, now what mode we want to play?" Tanya Vani
["oke, sekarang kita main mode apa?"]
'Sorry Vani, it's already one am here. I have to go to sleep. Is it okay?'
['maaf Vani, disini sudah jam satu. Aku harus tidur. Apa nggak masalah?']
"no problem, I apologize for taking too long. I have to take a shower too" ucap Vani
["Nggak masalah, aku minta maaf karena ngulur waktu kelamaan. Aku juga harus mandi"]
'we'll play next time. Good night Vani' ucap CuteLine
"Good night Line" balas Vani. Setelah itu, ia keluar dari gamenya dan menonaktifkan komputernya. Ia segera pergi ke kamar mandi untuk mandi sebelum tidur
Keesokan harinya, setelah mandi dan mengenakan pakaiannya, Vani keluar dari kamarnya. Ia turun ke lantai dasar dan tanpa sengaja bertemu dengan Kaituo yang sedang berjalan menuju ruang makan
"Kai, mau ngampus?" Tanya Vani
Kaituo menoleh ke arah Vani, "Iya, sarapan dulu. Kamu mau kemana tumben rapi?" Tanyanya
"Ngapain?!" Tanya Kaituo
"Aku mau ke negara A, tapi ngga pake pesawat Khakim biar dia ngga tau. Jadi aku mau ke bandara buat pesan tiket pesawat biasa"
"Mau berangkat kapan ke negara A?"
"Nanti lah, abis beli tiket" ucap Vani
"Barang barangmu mana?" Tanya Kaituo
Vani mengeleng gelengkan kepalanya "Ga bawa"
"Puftt.." Kaituo tertawa kecil "B*gonya natural banget" sambungnya
"Apaan sih, tiba tiba ngatain b*go" ucap Vani
"Pertama, kamu mau ke negara A tapi nggak bawa barang. Yang kedua, di peraturan baru pesen tiket pesawat itu harus dua minggu atau seminggu sebelum keberangkatan. Nggak bisa dadakan begitu" jelas Kaituo
"Trus gimana" ucap Vani
"Kim kan di negara C, ngapain kamu ke negara A? Biasanya juga nggak mau aku ajak ke sana, di rumah aja lah" ucap Kaituo. Vani terlihat sedikit murung, ia menurunkan pandangannya 'Aku kangen mama papa' ucapnya lirih
Senyuman di wajah Kaituo memudar saat mendengarnya. Ia terdiam sejenak, "Emm.. kebetulan pesawat ortuku baru landing beberapa hari yang lalu di bandara sini. Kayaknya lagi nggak ke pakai, mau aku siapin pesawatnya?"
"Beneran?" Tanya Vani berharap
__ADS_1
Kaituo mengangguk kecil, ia berbalik dan berjalan menuju ruang makan, "Tapi agak siangan dikit kita berangkat. Ayo sarapan dulu" Dengan senang hati Vani bergabung dengan Kaituo di meja makan, "Tadi kamu bilang kita, kamu juga ikut?" Tanya Vani
"Iya, udah lama aku nggak pulang" ucap Kaituo
"Kuliahnya gimana?"
"Tenang aja, nggak masalah"
"Non, tuan, sarapannya dimakan gih. Bentar lagi dingin loh" ucap Bibi
Kaituo menoleh ke arah bibi "iya Bi"
"Sarapan yang banyak biar energinya banyak" ucap Bibi
"Siap bi.. Oh ya, aku sama Kai mau ke negara A beberapa hari. Bibi jagain rumah ya, jangan ngadu ke Khakim juga. Mau ku surprise" ucap Vani
"Loh non, bukannya tuan Kim di negara C ya" ucap Bibi
"Dia lagi ke negara A, makanya mau ku samperin" ucap Vani
"Ya sudah, hati hati ya kalian berdua" ucap bibi
"Iya bi"
"Perlu bibi persiapkan sesuatu?" Tanya bibi
"Ngga perlu bi. Disana ada semua, kalau butuh sesuatu tinggal beli kan"
"Ahahaha.. iya juga ya non"
"Aku selesai.." ucap Kaituo sembari berdiri dari duduknya, "Van, aku ke kamar buat siap siap"
"Cepet amat makannya, ngga kesedak?" ucap Vani heran
"Kamu yang kelamaan ngobrol sama bibi. Aku duluan" ucap Kaituo. Ia berjalan pergi kembali menuju kamarnya
Di dalam kamar, Kaituo langsung berlari menghampiri meja belajar dan mengambil handphonenya. Ia segera menghubungi seseorang
'tutt.. tutt.. tutt..'
'tutt'
'hallo tuan Kaituo, ada yang bisa saya bantu?' tanya seseorang dari telepon
"Hide, tolong siapkan pesawat menuju negara A. Aku mau pesawat itu siap di bandara kota ini siang ini juga!" Ucap Kaituo
'tetapi tuan Kaituo, saat ini saya masih berada di negara A. Bagaimana saya menyiapkannya dalam waktu sesingkat itu?' ucap Hide
"Aku nggak mau tahu, kau yang pikirkan"
'baik tuan Kaituo, saya akan berusaha semampu saya' ucap Hide
"Aku tahu kau bisa dipercaya" ucap Kaituo
'saya tidak akan menghianati kepercayaan tuan Kaituo'
__ADS_1
"i know. cukup, segitu aja" ucap Kaituo. Ia mengakhiri panggilan teleponnya