
"Silakan sebelah sini tuan Kaituo dan nona Vani, saya akan menunjukkan letak dress yang sudah di pesan" ucap salah satu pegawai
"Oh.. iya, tolong" ucap Kaituo, "Ayo Van"
"Hm.." Mereka berdua mengikuti pegawai itu masuk ke dalam salah satu ruangan di butik. Pegawai itu menunjukkan dua stel dress rancangan berwarna biru yang selesai dibuat, "Ini dia dressnya" ucap pegawai
"Heh? Sama?!" Tanya Vani terkejut sembari menoleh ke arah Kaituo
"Aku nggak tau Kim pesan dress kita samaan" ucap Kaituo
"Berarti dua duanya sama kan?" Tanya Vani
"Iya, kita couple"
Vani berjalan mendekati setelan jas formal berwarna biru, "Kalo sama, aku pilih yang ini. Kamu yang satunya lagi"
"Hey! Mana bisa gitu?! Kamu suruh aku pakai gaun?!" Ucap Kaituo
"Katamu sama, ngga masalah dong aku pilih ini. Kan dua duanya sama" ucap Vani sambil tersenyum
"Ahahahaa.." dua pegawai yang mendampingi mereka tertawa kecil mendengar obrolan mereka berdua
"Kenapa ketawa?" Tanya Vani serius
"Maaf nona, kami tidak bermaksud menertawakan anda" ucap pegawai cemas
"Oh gapapa, lanjutkan" ucap Vani
"Eh?" Ucap pegawai bingung, "Oh.. iya, silahkan untuk dicoba. Ruang ganti ada di sebelah sana" Kedua pegawai itu masing-masing melepaskan dress dari boneka manekin dan menyerahkannya pada Vani dan Kaituo, "Apa perlu bantuan untuk memakainya?" Tanya salah satu pegawai
"Pake baju dibantuin? Ngga ngga ngga" tolak Vani
"Nggak perlu" ucap Kaituo
Mereka berdua masuk ke dalam ruang ganti yang bersampingan
Vani mengamati dress yang berada di tangannya, ("Lah.. aku masa pake ginian")
"Apa kamu kesulitan pakainya?" Seru Kaituo dari ruang ganti sebelah
"Bantuin" seru balik Vani
"Aku kesana!"
"Jangan woy! Bisa sendiri!"
"Bercanda, aku selesai" ucap Kaituo. Ia lebih dahulu keluar dari ruang ganti. Selang beberapa saat, Vani selesai menggunakan dressnya dan keluar dari ruang ganti. Ia memasang ekspresi datar sembari menatap Kaituo, "Aku pake ginian beneran?" Ucap Vani
Kaituo tersenyum dan tak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari Vani, "Cantik"
__ADS_1
"Woy, jan tatap aku kek gitu. Jadi ngeri" ucap Vani
"Kenapa nggak dari dulu kamu pakai rok?" Tanya Kaituo, "Padahal cocok, lebih feminin"
"Aku dari pertama kali sekolah pake rok terus. Kamu buta apa?" Ucap Vani
"Bukan di sekolah"
"Abis dari sekolah juga aku masih pake rok sampe rumah"
"Terserah kamu"
"Tuan.. ini sepatunya" ucap salah satu pegawai sembari membawakan sepatu kitten heels
Kaituo mengambilnya dan berjalan menghampiri Vani. Ia berlutut di depan Vani sembari meletakkan sepatu itu di sampingnya, "Lepas sepatumu, aku bantu kamu pakai ini"
"Heels gini ngga ketinggian? Pake sepatu biasa aja lah" ucap Vani
"Pakai aja" ucap Kaituo sembari melepas tali sepatu yang Vani kenakan. Saat itu ia mencium aroma yang kurang mengenakkan disekitarnya, ia menaikkan pandangannya dan menatap Vani, "Hey.. kaos kakimu yang bau ya?"
"Oh iya.. aku belum ganti dari kemarin" ucap Vani
Kaituo langsung berdiri dan membuat jarak dengan Vani, "Jorok!"
"Bhaks.. ahahahhahaaa ngakak" ucap Vani sembari tertawa lepas, "Kai.. pakein sepatunya buru"
"Pake sendiri" ucap Kaituo cuek
"Jangan di pakai sekarang, sepatu sebagus itu bisa ternodai kakimu yang busuk itu" ucap Kaituo
"Cuma dua hari ga ganti kaos kaki, dikatain kaki busuk lagi" ucap Vani dengan ekspresi datar
"Dah, ganti baju lagi. udah waktunya pulang, nanti sore kita kesini lagi terus langsung ke tempat acaranya" ucap Kaituo
"Eh.. Kai, abis ini temenin aku cari barang" ucap Vani
"Barang apa?" Tanya Kaituo penasaran
"Nanti aku jelasin di mobil" ucap Vani sembari berjalan kembali menunju ruang ganti. Ia segera menganti dress itu dengan pakaian sebelumnya
Selesai dari butik, mereka berdua keluar dan masuk ke dalam mobil. mobil itu kembali melaju menjauh dari butik, "Kai, cowok sukanya dikasi apa?" Tanya Vani
"Kamu mau kasih aku hadiah?" Tanya balik Kaituo, "Hadiah apa aja bakalan seneng"
"Oh iya.." ucap Vani teringat. Ia merogoh saku bajunya dan mengeluarkan dua buah permen, "Ini buat kamu, aku dikasih Putri di bus tadi"
"Cuma permen?" Tanya Kaituo
"Katanya apa aja" ucap Vani
__ADS_1
"Oke, makasih" ucap Kaituo sembari mengambil permen itu dengan tangan kirinya
"Hum.. tapi masa aku kasih permen sebagai hadiah si" ucap Vani ragu
"Nah.. ayo ke mall cari hadiah sekalian makan" ucap Kaituo
"Okeysip"
Mereka berdua terdiam setelah percakapan sebelumnya. Hingga, mobil itu sudah sampai dan terparkir di basemant mall. Kaituo mengambil sesuatu di bawah kursi belakang mobil, "Pakai ini" ucapnya sembari meletakkan sepasang sendal di lantai mobil
"Pake ini aja sampe rumah ntar" ucap Vani
"Baunya makin parah kalau terus kamu pakai" ucap Kaituo
"Kamu bawa sendal buat aku?"
"Ngga.. itu cuma buat jaga jaga, ada di mobil terus"
"Hmm" gumam Vani. Ia melepas sepatu serta kaos kakinya dan memakai sendal yang di berikan Kaituo. Mereka berdua keluar dari mobil dan naik ke lantai atas dengan menggunakan lift yang berada di basement mall
"Cari makan dulu" ucap Kaituo
"Em.. iya"
Mereka masuk ke dalam salah satu restoran dan mencari tempat untuk duduk. Vani melihat daftar menu dihadapannya, "Pesan set ini yang paling mahal, gimana?" Ucapnya
"Terserah kamu" ucap Kaituo
"Okeysip" ucap Vani sembari meletakkan kembali daftar menu. Ia mengangkat tinggi tangan kanannya, "Permisi" teriaknya
Seorang pelayan datang menghampiri meja mereka, "Ada yang bisa saya bantu"
Vani menunjuk set menu pilihannya di daftar menu, "Chicken set yang ini, medium size dua"
"Baiklah, minumannya?" Ucap pelayan sembari mencatat pesanannya
"Aku soda, kamu?" Ucap Vani sembari menoleh kearah Kaituo
"Jus apel" ucap Kaituo
"Jus apel ya, baik. Ada yang lainnya?" Ucap pelayan
"Cukup" ucap Kaituo
"Baiklah, mohon ditunggu sebentar pesanannya" ucap pelayan. Ia pergi meninggalkan meja Vani dan Kaituo
"Oke.. karena hari ini kamu lagi ulang tahun, berarti kamu yang traktir set menu mahal ini.. yeyy" ucap Vani sembari bertepuk tangan
"Hah?" Ucap Kaituo bingung, "Kamu yang traktir. Kan kamu yang minta di anterin cari hadiah. Lagian, kenapa tiba tiba aku ulang tahun?"
__ADS_1
"Biar kamu yang bayar. Hadiahnya juga nanti kamu yang bayarin. Dompetku ketinggalan di mobil" ucap Vani
"bukan ketinggalan, tapi sengaja kamu tinggalin kan" ucap Kaituo dengan ekspresi datar