Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter93


__ADS_3

"Kenapa keluyuran di jam pelajaran?!" Ucap orang itu


Melihat Azka berdiri tepat di depannya, Vani sedikit memasang senyuman di wajahnya, "Hai Pak" sapanya


"Kenapa kamu bisa di gedung kelas sebelas?!" Tanya Azka


"Lewat"


"Ada apa denganmu?! Kenapa ekspresimu murung begitu?"


"Keliatan ya? Makanya kali ini biarin saya lewat dengan damai" ucap Vani


"Kamu ingin bolos pelajaran?" Tanya Azka, "Eh.. tunggu sebentar, sepertinya ada yang masuk ke kaos kaki" ia melepas sepatunya dan mengangkat kaki kanannya. Ia melepaskan kaos kakinya untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu. Di saat Azka sedang fokus dengan kaos kakinya, Vani memperhatikan sepatu Azka yang tergeletak di lantai


"Saya bolos sekolah" ucap Vani


'buagg..' Ia menendang dengan kencang sepatu itu dan langsung berlari melewati Azka. Sepatu Azka tertendang cukup jauh hingga terhenti di ujung lorong karena membentur tembok


"Hey!!" Teriak Azka sembari melihat Vani berlari menjauh darinya, "Berhenti kamu!!" Azka kembali mengenakan kaos kakinya dengan cepat


Di lorong lain, Evano melihat Vani berlari melewati Azka, "Tunggu pak!" Ia langsung berlari menghampiri Azka, "Ada yang mencari bapak di kantor! Saya yang akan mengejarnya!"


"Baiklah, kejar dia, jangan biarkan dia keluar dari sekolah!" Ucap Azka


"Baik" ucap Evano. Ia berlari melewati Azka dan mencari keberadaan Vani


Vani sampai di samping tembok belakang gudang sekolah. Ia mengambil ancang-ancang untuk berlari dan melompat menggapai ujung tembok. Setelah bersusah payah, ia berhasil mengangkat tubuhnya naik ke atas tembok. Di saat Vani hendak melompat ke luar tembok, seseorang memanggilnya. tangannya kembali mencengkeram sisi tembok untuk menjaga keseimbangannya, ia menoleh ke asal suara dan melihat Evano berlari ke arahnya, "Ada apa?" Tanya Vani


"Turun! Kamu tahu kan sekolah ini penuh cctv! Aku laporin kamu!" Seru Evano


Vani tersenyum kecil, "Cctv? Dimana?"


Evano memperhatikan sekitarnya dan tidak menemukan satu pun CCTV di tempat itu, "Nggak ada, gimana bisa?"


"Kamu kira ini pertama kalinya aku bolos? Haha.. maaf buatmu kecewa, tapi aku udah hapal sudut mana aja yang ngga kerekam cctv" ucap Vani


"Turun! Kamu bisa dikeluarkan kalau bolos keluar dari sekolah"


"Aku udah berkali-kali bolos sekolah, kenapa ngga dikeluarin? Kamu tau? Sekolah cuma catet sebagai bolos kelas karena gaada bukti. Oh.. tapi aku pernah ketauan guru beberapa kali" ucap Vani

__ADS_1


"Tetap aja! Kamu ketua kelas dan juga seorang cewek, gimana bisa lakuin hal nggak teladan begini!" ucap Evano


"Bolos ngga teladan?" Ucap Vani. Ia menutupi mulutnya dengan tangan, "Hah?! Jangan bilang kamu belum pernah bolos?!"


"Aku nggak akan pernah lakuin hal seperti itu!"


"Oh.. tau tau, kamu kan penakut, mana mungkin berani bolos yakan?" Ucap Vani sambil tersenyum


"Tutup mulutmu!" Ucap Evano kesal, "Aku nggak takut sama sekali!"


"Yaudah, ayo bolos" ajak Vani


Evano terkejut mendengar ajakan Vani, "Aku?"


"Iya buruan naik, ntar ada guru yang dateng loh"


Evano berjalan mendekati tembok dan menoleh ke atas, "Gimana caramu bisa naik kesana?"


"Manjat lah" ucap Vani. Evano menggapai ujung tembok dan mencoba naik dengan bantuan dari Vani


Di sisi lain, Ray dan temannya Zahra sedang melintas di trotoar belakang sekolahan Vani. Saat berjalan dan mengamati sekitarnya, Ray tidak sengaja melihat seseorang berseragam dengan rambut putih duduk di atas tembok, ("Disekolah elite begini, ada juga yang bolos") batinnya. "Eh?" Ray menyadari sesuatu dan langsung menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke arah Zahra di sampingnya, "Tunggu sebentar!" Ucapnya. Ia langsung melangkah mundur dan menoleh ke sisi tembok tempat orang berambut putih itu duduk, "BAHAYA!" teriaknya


"Ha? Siapa Ray?" Tanya Evano yang akhirnya berhasil naik ke atas tembok


'degg' Melihat seorang pria berada di samping Vani. Ray langsung bersembunyi di balik tembok. Vani langsung menoleh untuk mencari keberadaan Ray. Saat memutar badannya, kaki kiri Vani tidak mendapat pijakan dan terpeleset jatuh, "Eh?"


"Awas!" Teriak Evano sembari meraih tangan Vani. Namun ia tidak berpegangan pada tembok dan ikut tertarik jatuh. Ia mencoba melindungi Vani dengan menariknya ke udara agar ia lebih dulu jatuh mencapai tanah. Kaki Evano mendarat lebih dulu dan Vani jatuh menimpa tubuhnya


'buaggg'


"Akhh!!" Teriak Evano


Vani langsung menekan tubuh Evano dengan kuat untuk tumpuan berdiri


"Akh.. apa yang kamu lakukan!" ucap Evano kesakitan


Vani tidak memedulikannya dan langsung berbalik. Ia berlari ke ujung jalan untuk mengecek keberadaan Ray, "Ray!!" Panggilnya. Ia menoleh ke sana kemari namun ia tidak menemukan keberadaan Ray, ("Halusinasi?") Batin Vani. Ia sedikit merasa kecewa


Vani kembali menoleh ke arah Evano yang masih terbaring di tanah sembari menahan rasa sakitnya. Ia menghampirinya dan membantunya duduk

__ADS_1


"Akh.. kenapa tadi kamu tekan tubuhku?! Apa gitu caramu memperlakukan penyelamatmu?!" Ucap Evano


"Penyelamat?" Tanya Vani dengan senyuman kecil


Evano sedikit terkejut, "Hahhhh..?! Kamu pikir kalau aku nggak jatuh duluan, kamu nggak kesakitan?"


"Aku ngga minta kamu jadi matras pas aku jatuh, kamu sendiri yang mau" ucap Vani, "Lagian ada orang jatuh bukannya di tahan, malah ikutan jatuh"


Evano memalingkan pandangannya dari Vani, "Gini caramu berterimakasih?! Nyesel aku"


"Iya iya, maaf. Makasih yaa" ucap Vani sembari tersenyum


"Tcih.."


"Hmm.." gumam Vani, "Kamu balik aja ke sekolah gih, ke uks istirahat. Aku pergi sendiri aja"


"Menurutmu! gimana caraku kembali?!" Tanya Evano


"Cuma dua meter lebay" ucap Vani


"Pergi aja!" Ucap Evano kesal


"Fine" ucap Vani. Ia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Evano


Evano meraih tembok dan mencoba berdiri, namun salah satu kakinya terkilir. Ia tidak bisa berdiri dengan benar, "Akh.."


Mendengarnya, Vani menghentikan langkahnya dan berbalik, "Kan nyusahin" Ia kembali menghampiri Evano dan merangkul tangannya. Mereka berdiri dan berjalan perlahan menuju kursi taman kompleks di samping sekolah


.....


"Maaf tadi tiba tiba tarik kamu" ucap Ray


"Um.. nggak masalah. Btw kenapa kita sembunyi?" Tanya Zahra sembari memperhatikan sekitarnya


"Nggak.. aku cuma lagi menghidari seseorang" ucap Ray, ("Aku nggak perlu cemasin dia lagi, ada banyak orang yang peduli padanya") batinnya


"Siapa?"


"Nggak penting, ayo kembali ke perpustakaan"

__ADS_1


"Iya"


__ADS_2