
Beberapa saat menunggu, pesanan Kaituo dan Vani datang. Pelayan meletakkannya dengan hati hati di atas meja hadapan mereka, "Selamat menikmati" ucap Pelayanan ramah. Pelayan itu pergi meninggalkan meja mereka
"Yeyy.. dapet traktiran makanan mahal" ucap Vani senang
"Hmm.." gumam Kaituo
"Satu set empat ratus ribu tapi isinya cuma segini?" Tanya Vani, "Beli di Kcf dapet banyak bat padahal"
"Sejak kapan kamu mulai permasalahin harga makanan? Apa Kim nggak kasih kamu uang lagi?" Ucap Kaituo penasaran
"Akhir akhir ini dia kasih makin banyak. Tapi kan, nggak boleh hamburin uang cuma buat makanan" ucap Vani
"Wah.. pinter. Terus kenapa sekarang pilih set menu termahal disini?" Ucap Kaituo
"Kan kamu yang bayar, jadi ngga masalah"
"Dasarr"
"Buruan makan, dah jam dua nih" ucap Vani. Mereka mulai memakan makanan mereka sembari membincangkan sesuatu. Selesai makan, Kaituo membayar makanan dan mereka berdua keluar dari restoran. Mereka menaiki eskalator menuju ke lantai atas
"Kenapa kamu cari hadiah?" Tanya Kaituo
"Pengen beli aja" jawab Vani
"Biasanya kamu beli online, tumben ke mall"
"Kamu woy yang ngajak kesini" ucap Vani
Sesampainya di lantai 3 mall, Vani mengamati sekitarnya untuk mencari toko yang tepat untuk dimasuki, "Oh.. kesana Kai!" Ucapnya sembari menggandeng tangan Kaituo. Ia mengajaknya masuk ke dalam toko fashion pria
"Kenapa kesini? Kamu beneran mau beli hadiah buat aku?" Tanya Kaituo
Vani tidak menghiraukannya, ia mengamati seluruh barang yang ada di toko itu, "Barang apa yang paling cowok suka?"
"Aku.. mungkin jam tangan" ucap Kaituo
"Jam tangan?" Tanya Vani sembari menoleh ke arah Kaituo, "Bagus juga, ayo beli itu"
"ya udah" ucap Kaituo sembari tersenyum senang. Mereka berdua mendatangi meja etalase jam tangan. Vani mengamati jam tangan yang berada di dalam meja etalase, "Yang ini gimana?" Tanyanya
"Bagus" ucap Kaituo
__ADS_1
"Hmm.. jelek" ucap Vani sembari menoleh ke arah Kaituo. Ia mengamati jam tangan yang ia kenakan, "Yang kek jam tangan ini mana?"
"Kamu suka jam itu?" Tanya Kaituo
"iya lah, barang sebagus ini siapa coba yang ngga suka" jawab Vani
"Kalau jam tangan itu di pesan khusus, ngga ada di toko manapun" ucap Kaituo
"Yahh.." keluh Vani
Seorang pelayan datang menghampiri mereka, "Ada yang bisa saya bantu?" Tawar pelayan itu
"Oh.. nice" ucap Vani, "Jam tangan terbaik di toko ini yang mana?"
"Terbaik ya" ucap pelayan, "Toko kami memiliki jam tangan terbaik dengan brand terkenal di dunia ini" pelayan itu berjalan menuju meja etalase lain. Vani dan Kaituo mengikutinya, "Ini dia" ucap pelayan itu
"Zura lagi?!" Tanya Vani terkejut, "Apa ngga ada merk lain?"
"Sejauh ini belum ada brand lain yang bisa menandingi Zura dalam dunia fashion" jelas Pelayan
"Wahh.. Putri tajir bat pasti" ucap Vani, "Oke.. aku ambil ini. Tolong bungkusin"
"Kenapa kamu harus coba? Ini kan punyaku" jawab Vani
"Eh? Hadiahku?" Tanya Kaituo bingung
"Kamu mau juga?" Tanya balik Vani
"Hah?"
Vani kembali menoleh ke arah pelayan, "Satu lagi yang sama kek tadi"
"Baiklah, silakan untuk mengurus pembayarannya di kasir" ucap Pelayan ramah. Mereka berdua menghampiri kasir untuk membayar barang mereka
"Kami memberikan diskon untuk pembelian jam tangan brand Zura. Semuanya hanya satu milyar dengan potongan diskon masing masing lima persen dan total semuanya sembilan ratus juta. Mau dibayar cash atau dengan kartu debit?" Ucap penjaga kasir ramah
"Heh?!" Teriak Vani terkejut, "Kenapa cuma jam tangan bisa semahal itu?!"
"Jika tidak bisa membayarnya, kami akan mengembalikannya ke etalase. Kakak bisa memilih jam tangan lain dengan dana yang sesuai dengan yang dimiliki" ucap penjaga kasir
"Aku bayar" ucap Kaituo. Ia mengeluarkan kartu debit dari dompetnya dan menyerahkannya ke penjaga kasir
__ADS_1
Vani menoleh ke arah Kaituo dan tertawa kecil, "Ahhahahaaha.. ngga mungkin kan kamu traktir aku sebanyak ini. Aku ganti nanti dirumah"
"Ngga masalah, harganya masih termaksud rendah daripada jam milikmu itu" ucap Kaituo
"Hehh??!" Vani langsung mengangkat tangan kirinya, "Yang ini? Berapa kamu beli?"
"Satu koma sembilan" jawab Kaituo
"Lah? Cuma segitu" ucap Vani dengan ekspresi datar
"Milyar"
"Serius?! Mahalnya. Padahal minta ke kak Belz gratis" ucap Vani
"Mahal? Jam tanganmu yang lain harganya setara sama itu. Kayaknya malah ada yang lebih mahal" ucap Kaituo
"Seriusan?! Sumpah?! Berarti kalau jam tangan dirumahku ku jual smua, auto jadi sultan dong aku" ucap Vani
"Kamu belum pernah beli jam tangan sendiri?" Tanya Kaituo
"Belum.. biasanya kan dikasih" ucap Vani, "Tapi di toko daerah jalan ke sekolah, aku pernah liat jam tangan. Merk Zura juga, harganya cuma tiga puluh ribuan. Ini.. lima ratus juta, kemahalan tau. Kesana aja yuk yang murah. Ni kemahalan pasti barang kw"
"Hey.. otakmu kayaknya kebalik" ucap Kaituo dengan ekspresi datar
"Ini kartunya" ucap penjaga kasir. Kaituo menerima kartu itu dan menyimpannya kembali ke dalam saku. Vani mengambil kantung belanjaan dan membawanya
"Terimakasih atas kunjungannya" ucap penjaga kasir
"Ayo pulang" ajak Kaituo
("Hmm.. kira kira Ray suka ngga ya ku kasih jam ini") batin Vani senang
"Kenapa tiba tiba senyum begitu?" Tanya Kaituo heran
"Makasih ya Kai hehe" ucap Vani senang
"Hihh.. aneh banget kamu hari ini" ucap Kaituo. Ia langsung berjalan pergi meninggalkan Vani dari toko itu sembari tersenyum kecil
'jirr ditinggal' ucap Vani lirih
Mereka berdua turun ke basement dan menaiki mobil untuk pulang ke rumah
__ADS_1