Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter63


__ADS_3

Suasana yang sepi dan area hutan yang gelap gulita, lama lama membuat Vani merasakan sesuatu. Punggungnya mendadak terasa terkena hawa panas, 'eh.. punggung kalian panas nggak?'


'tidak terjadi apa apa dengan punggungku' ucap Darren lirih


'heh?' Vani segera menoleh ke belakangnya dan mengecek sesuatu, ("Gaada apa apa njirr, apa panas dari tubuh ya") batinnya


'haaaaa.....' suara hembusan nafas panjang terdengar samar di telinga mereka


Mereka langsung menoleh satu sama lain, 'yang baru saja itu kamu?' tanya Darren


'bukan..' ucap Vani. Mereka berdua menoleh ke arah Evano dan Evano menggeleng-gelengkan kepalanya


'Trus siapa?!' tanya Vani penasaran, "Oh.. Kalian mau prank aku ya?"


'hihihi' suara tawa singkat kembali terdengar


"Heh?!" Vani langsung menoleh ke sana sini mencari sumber suara, namun ia tidak menemukan apa pun di sejauh pandangannya. Mereka bertiga perlahan mendekat dan berkumpul saling membelakangi, 'liatin aja, pasti ada yang ngerjain kita' ucap Vani lirih


Tiba tiba sebuah cahaya terlihat dalam pandangan Vani, ia melihat sesosok berbaju putih dengan rambut panjang berdiri di samping pohon. Sosok itu mulai tertawa dengan seram. 'hihihihihihihi....' Semakin lama, suara tawa itu semakin menjadi


Tanpa berkata apa pun, Vani langsung melesat lari dengan cepat meninggalkan Evano dan Darren. Mereka berdua yang menyadarinya langsung berlari mengikutinya dari belakang


"Ahahaha.. cemen mereka, segitu aja lari" ucap Awani sambil melepas topengnya, "cari mangsa lain ah"

__ADS_1


Dalam kegelapan, Vani menerobos apa pun yang menghalanginya. Hingga ia terhenti karena salah satu kakinya masuk ke dalam genangan air. Ia langsung menyalakan senternya dan memperhatikan sekitarnya. "S*alan!", ("Pliss jangan ngikut setan! eh.. Semoga manusia!") Batinnya cemas. Ia mencoba untuk tetap tenang sembari mengatur pernafasannya yang terengah-engah


Vani menerangi area genangan air dengan senternya, ("Eh? Air semua? Luasnya.. sungai? Danau? Apa jan jan laut?") Batinnya. Evano dan Darren tiba di belakangnya, ia langsung menyorot mereka berdua dengan cahaya senternya, "Ngagetin woy! Ku kira siapa!" Vani menarik kakinya dari genangan air


"Kenapa kamu berlari sejauh ini. Katamu tidak takut" ucap Darren dengan nafas yang juga terengah-engah


"Siapa bilang aku lari karena takut? Aku tahu itu pasti orang usil juga kan" ucap Vani


"Sepertinya begitu, dia juga menggunakan senter. Tidak mungkin hantu menggunakan senter untuk menerangi dirinya sendiri" ucap Darren


"Trus.. kalian ngapain ikutin aku?" Tanya Vani


"Hanya refleks mengikuti kamu berlari" jawab Darren


Evano perlahan melangkah melewati Vani, "Kalian mengobrol lah sampai puas, aku duluan" ucapnya. Ketika Vani menyadarinya, ia langsung menarik lengan Evano, "Jangan kesitu!" Serunya. Di saat yang bersamaan kaki Evano terlanjur terpeleset dan tanpa sengaja Vani ikut tertarik hingga mereka berdua jatuh ke perairan, "Woy!"


'byurrr'


Evano segera meraih tepian dan Darren membantunya naik ke daratan. Vani masih terdiam mengambang di permukaan air, "Sesatnya Evano" ucapnya dengan ekspresi datar


"Keluarlah dari air Vani, terlalu malam untuk berenang" ucap Darren


"Iya iyaa" ketika sedikit menggerakan kakinya, ia merasakan sesuatu pada kakinya, "Aa.. akh.. kakiku kram"

__ADS_1


"Kamu serius? Kamu bisa sedikit mendekat kemari? Aku akan menarikmu" ucap Darren


"Sakit kalau gerak!" Seru Vani


"Aku tidak bisa berenang, bagaimana sekarang" ucap Darren panik. Ia menoleh ke arah Evano yang sedang duduk meringkuk diam di tanah, "Evano, kamu bisa menyelamatkan Vani?"


Evano menoleh ke arah Vani yang masih berada di dalam air, "Kenapa dia?"


"Kamu tidak mendengarnya? Kakinya terkena kram" jelas Darren


"Sepertinya nggak bisa"


"Niat nolong nggak si?!" Seru Vani, ("Akh.. kaki s*alan") batinnya, "Sans.. aku bisa sendiri!" ucapnya. Ia memaksakan kakinya yang kram untuk berenang ketepian dan berusaha naik ke daratan. Darren membantunya naik


"Masih kram?" Tanya Darren


"Gapapa gapapa" ucap Vani. Ia meregangkan kakinya dan sedikit memijitnya


"Evano, kamu baik baik saja?" Tanya Darren


Evano mendadak terlihat pendiam, 'hachhu..' "Aku baik baik aja"


"Wah.. bilang baik sehabis bersin, nice" ucap Vani takjub

__ADS_1


__ADS_2