Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter163


__ADS_3

Waktu berjalan dengan cepat. Saat itu jam sudah menunjukkan waktu untuk makan malam. Vani keluar dari kamarnya dan bergegas turun menuju ruang makan. Di ruang makan, Vani hanya melihat Jack seorang diri duduk di kursi makan. Ia menghampirinya dan duduk di kursi hadapannya, "Kai belum dipanggil?" Tanya Vani


"Non" sapa bibi sembari menyiapkan makan malam di atas meja, "Tuan Kaituo sudah kenyang katanya, kalian berdua saja yang makan malam"


"Tadi dia makan sebelum kita ya bi?" Tanya Vani


"Enggak non, tuan Kaituo dari sore di dalam kamar" jawab bibi, "Ya udah bibi kebelakang ya non"


"Iya bi" ucap Vani. Bibi berjalan pergi meninggalkan ruang makan


"Kai kenyang makan apa coba? Angin?" Ucap Vani


"Bisa jadi" ucap Jack


"Seret aja yuk" ucap Vani sembari berdiri dari duduknya


"Jangan!" Ucap Jack, "Duduk lagi, kamu inget yang tadi aku bilang kan?"


"Hum.. iya deh" ucap Vani sembari kembali duduk di kursinya


"Ayo makan" ucap Jack. Ia mulai memakan makanannya


"Jack.. gimana kalau Kai mati kelaparan di dalem kamarnya?" Ucap Vani


'Puft.. uhuk.. uhuk..' Jack tersedak makanannya. Ia langsung mengambil segelas minuman di hadapannya dan meneguknya, "Bisa nggak makan aja" ucapnya, "Bisa bisa aku yang mati beneran gara gara kesedak makanan"


"Lagian kamu, Kai lagi gitu juga, bisa bisanya makan dengan tenang" ucap Vani


"Kalau kamu khawatir dia kelaparan. Kamu ambil piring kosong, taruh roti sama selai. Tambah juga segelas susu. Bawa ke kamarnya, kalau dia nggak mau. Kamu bilang ke dia trus taruh aja makanannya di depan pintu. Dia pasti ambil kalau beneran laper"

__ADS_1


"Nice idea" ucap Vani sembari berdiri dari duduknya. Ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makanannya


Setelah makanannya siap, Vani membawanya menuju kamar Kaituo. Di depan kamar Kaituo, Vani terkejut mendengar samar suara tangisan seseorang, ("Kai nangis?!") Batinnya cemas


'cklekk' Tanpa mengetuk pintu, Vani langsung membuka pintu kamar Kaituo dan melihat ke dalam, "Kai! kesurupan apa?!" ucapnya bercanda


Kaituo terlihat bersembunyi di dalam selimutnya, "KELUAR!" Teriak Kaituo, "APA BENAR MASUK KAMAR ORANG TANPA KETUK PINTU?!"


"Maaf Kai" ucap Vani, "Kamu.. gapapa?"


"KELUAR!"


"Tapi Kai.. Oh.. aku bawa makanan buatmu, kamu laper kan? Makan dulu biar emosimu stabil, oke. Aku taruh sini" ucap Vani sembari meletakkan piring yang ia bawa di atas meja dekat pintu


"APA KAU TULI?! KELUAR DARI KAMARKU!"


"Apa sih? Aku ngga akan pergi sebelum kamu bilang kamu kenapa"


'brakk!' Ia menutup pintu kamarnya dengan kencang dan menguncinya


Vani langsung bangkit berdiri dan menendang pintu kamar Kaituo, 'bag!!', "WOY! YANG BENER AJA DONG! KAI GILA!" teriaknya


"Non ada apa non, kenapa ribut ribut begini" ucap bibi panik yang baru saja datang setelah mendengar suara pecahan piring. Jack juga datang karena penasaran, "Awas beling" ucap Jack sembari menarik Vani menjauh dari pecahan piring


"Udah kena" ucap Vani sembari menunjukkan telapak kakinya yang sebelumnya menginjak pecahan piring


"Dasar b*doh!" Ucap Jack, "Aku bilang taruh piringnya didepan pintu, jangan gangguin. Masih aja bandel"


"Aduh non.. ada masalah apa si. Kaki non Vani jadi berdarah kan" ucap bibi khawatir

__ADS_1


"Bi beresin belingnya, aku yang obati kakinya" ucap Jack. Ia merangkul kan tangan Vani di pundaknya dan menuntunnya menuju kursi terdekat, "Diam disini!" Jack pergi mengambil kotak P3K dan kembali menghampiri Vani. Ia merawat luka Vani sembari mengajaknya mengobrol, "Kamu jalan nggak liat belingnya apa?"


"Tadi aku emosi langsung berdiri buat tendang pintunya. Dia gila apa?! Masa aku didorong, piring juga sampai pecah. Aku ga pernah tuh marah sampai segitunya"


"Salahmu juga gangguin orang badmood. Tadi kamu ngapain? Bercandain dia?"


"Aku denger dia nangis, trus aku buka pintunya. Trus dia marah marah ga jelas"


"Nangis?" Tanya Jack. Sejenak ia teringat kejadian siang tadi saat Kaituo menghubunginya dan memintanya untuk dipertemukan dengan Ray, "Apa tadi kamu ketemu Ray?"


"Iya"


"Kalian udah baikan?"


"Kok tau si?"


"Oh.. pantesan" ucap Jack


"Ha? Emang ada hubungannya sama Kai?"


"Bukan itu, pantesan tadi Ray keliatan seneng di kampus"


"Dia cerita ke kamu?"


"Em.. ya gitu"


"Dia bilang gimana aja?" Tanya Vani penasaran


"Jangan banyak tanya. Lukamu nggak sampai dua cm, kamu bisa balik ke kamar sendiri kan, selamat malam Vani" ucap Jack sembari tersenyum kecil. Ia membawa kotak P3K dan berjalan pergi meninggalkan Vani

__ADS_1


"Woy.. bantuin dulu lah!" Seru Vani


__ADS_2