
Di saat Vani dan Kaituo bersenang senang. Ray terlihat lesu duduk menunggu mereka seorang diri di tengah keramaian orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Ia hanya menggunakan alasan belajar agar Vani bisa bermain sepuas hatinya tanpa terbebani memikirkan dirinya
("Gimana caraku percaya kalau Kaituo cuma anggap Vani sebagai teman? Gimana kalau dia punya perasaan ke Vani trus Vani berpaling ke dia") batinnya cemas. Ia langsung menoleh ke arah area wahana roller coaster, ("Mereka masih di antrean kan? Apa aku harus tarik Vani pergi? Jangan, pasti dia sedih kalau ga jadi naik wahana yang dia pengen. Aku harus singkirin pikiran buruk ini") Pandangan Ray mulai menjelajahi lingkungan sekitarnya. Ia menemukan sebuah toko aksesoris yang menarik perhatiannya, ("Ditempat itu pasti banyak barang-barang lucu. Tapi Vani nggak terlalu suka perhiasan, kalung yang aku kasih sebelumnya aja nggak pernah dipakai, pasti dia hilangin disuatu tempat)
'Aku akan pergi liat-liat, siapa tau ada cocok buat dia' gumam Ray lirih sembari berdiri dari duduknya. Ia berjalan pergi menuju toko aksesoris dengan harapan menemukan barang yang cocok untuk Vani
Beberapa saat kemudian, Ray kembali ke kursi tempatnya duduk sebelumnya. Ia merasa senang karena mendapat barang yang menurutnya akan disukai oleh Vani, ("Aku kasih dia nanti") batinnya senang
Satu jam lebih Ray menunggu, Vani dan Kaituo bergandengan tangan berjalan menghampirinya. Wajah Vani terlihat begitu ceria setelah menaiki wahana yang disukainya, "Ray!" Panggil Vani senang. Ray langsung menoleh ke arahnya. Ia langsung berdiri dari duduknya ketika melihat Vani dan Kaituo bergandengan. Wajahnya tidak bisa menyembunyikan ekspresi tidak senangnya, Ia berjalan menengahi mereka berdua dan melepaskan genggaman tangan Kaituo. Ia sejenak melirik tajam ke arah Kaituo sebelum pandangannya tertuju pada Vani
"Gimana roller coasternya? Apa seru?" Tanya Ray
"Seru banget, kenceng banget tau keretanya!" jawab Vani. Pandangannya teralihkan pada wahana lain yang ingin ia naiki. Ia tidak menghiraukan Ray dan menoleh ke arah Kaituo, "Kai! Lihat yang itu! Seru banget pasti!" Ucapnya sembari menunjuk ke arah suatu wahana
"Hmm.. lumayan, aku pernah coba" jawab Kaituo
Vani kembali menoleh ke arah Ray dan menatapnya, "Ray kamu udah selesai belajar?" Tanyanya
"Oh.. masih ada beberapa materi" Ucap Ray, "Kamu bisa naik itu kalau mau"
__ADS_1
"Yess!! Makasih Ray!" Ucap Vani bersemangat "Ayo Kai!" Ia melepaskan genggaman tangan Ray begitu saja dan melangkah pergi bersama Kaituo meninggalkannya. Ray merasa sedikit sedih dan menyesal mengizinkan Vani pergi dengan laki-kaki lain. Ia hanya bisa pasrah dan kembali duduk menunggunya, ("Nggak masalah nunggu sekali lagi") batinnya
Waktu berjalan dengan cepat, saat itu jam menunjuk pukul 16.15. Vani dan Kaituo terlihat berjalan kembali ke arah Ray. Ray menyadarinya dan menyambut kedatangan Vani dengan senyuman. Vani dan Kaituo duduk bergabung di sekitar Ray. Namun lagi-lagi, pandangan Vani menemukan wahana lain yang menarik perhatiannya. Ia menunjuk ke arah wahana itu, "kai!! Lihat itu!" Ucapnya bersemangat
Kaituo terlihat begitu lelah dan kehabisan tenaga, "Stop nunjuk-nunjuk wahana, kasih aku waktu buat istirahat! Apa kamu nggak capek?! udah sore gini matahari masih aja terik, aku nggak mau antre panjang lagi!" keluhnya
"Yah.. Kai ngga seru" ucap Vani sedikit kecewa
"Kamu masih punya energi kan? Beliin aku ice cream" Ucap Kaituo
"Hum.. nice idea! Aku juga mau ice cream, kasih aku uang" ucap Vani sembari menadahkan satu tangannya. Ray meraih tangan Vani dan menggenggamnya. Vani refleks menoleh ke arahnya. Ray tersenyum kecil, "Aku pergi sama kamu"
"Strawberry" ucap Kaituo
"Iya tau!" Ucap Vani. Ia dan Ray bergandengan tangan pergi menuju toko ice cream, "Ray, tadi kamu ngga kesel nunggu empat jam lebih?" Tanya Vani
"Aku sambil belajar, nggak kerasa kok" jawab Ray
"Emang asik ya belajar? Kamu tadi belajar apa aja?" Tanya Vani
__ADS_1
"Em.. itu, banyak.."
"Apa aja? Aku pasti tau dikit materinya, soalnya dulu aku kadang baca buku kuliah khakim dikamarnya. Jurusanmu bisnis kan?"
"Iya bisnis" ucap Ray, "Oh.. itu tokonya, kamu pesan gih"
"Kamu ikut juga, aku ngga bawa uang hehe" Vani menarik Ray menghampiri toko ice cream. Ia memesan 3 ice cream cone dan membawanya dengan dua tangan
"Sini aku yang bawa" ucap Ray
"No no no. Kamu udah bayar, aku yang bawa" ucap Vani
"Gapapa aku aja"
"Ngga!"
"Yaudah, terserah kamu. ayo jalan"
Di tengah perjalanan, Ray menghentikan langkah Vani, ia menekuk kakinya dan berlutut di depan Vani
__ADS_1