
Di pagi hari keesokan harinya, semua peserta kemah musim panas sudah berkumpul di aula Villa dengan seorang pembina yang memimpin mereka, "good morning everyone, wow.. you guys look fresher after resting"
["Selamat pagi semuanya, wah.. kalian terlihat lebih segar setelah istirahat ya"]
"Today we're going to have fun again with a talent show"
["Hari ini kita akan kembali bersenang senang dengan pertunjukan bakat"]
"Are you all ready?" seru pembina
["Kalian semua siap?"]
"Ready!!" Seru peserta kemah bersemangat
"At least the class displays one talent, more the better"
["Perwakilan tampil perkelas minimal satu ya, lebih boleh banget"]
"Our show starts at 10, you can use this time to practice the talent you want to show"
["Acara kita mulai jam 10, kalian bisa gunakan waktu ini untuk melatih bakat yang ingin kalian tampilkan"]
"The purpose of this event is to have fun, so don't take it too seriously because there won't be a winner"
["Tujuan acara ini untuk bersenang-senang, jadi jangan terlalu serius karena tidak akan ada pemenang"]
"You can disband to discuss with your class"
["Kalian boleh bubar untuk berdiskusi dengan kelas masing masing"]
"Yes Sir" Peserta kemah membubarkan diri dan membentuk kumpulan kelas masing-masing. Vani memimpin kelasnya seorang diri
"Evano masih di klinik?" Tanya Vani
"Iya, aku aja yang ganti" jawab Riry
"Nggak usah, kamu juga baru keluar dari sana. Istirahat aja kalau mau, aku bisa sendiri" ucap Vani
"Emang kamu tahu kelas kita mau tampil apa? Emang kamu ikut rapat di bandara? Enggak kan?" Tanya Riry
"Enggak, emang kamu ikut?"
"Enggak sih, tapi Evano tau. Aku bisa tanya dia"
"Hmm.. kalau kamu nggak enak badan, balik ke kamar gih"
"Nggak, aku mau ikut"
"Yaudah diem, aku ketuanya kok" ucap Vani
"Ketua apaan, biasanya juga Evano yang urus semuanya" ucap Riry sembari memalingkan wajahnya
"Tugas wakil kan emang bantu ketuanya" ucap Vani
"Nggak semua juga kali" ucap Riry
"Udah woy, mau sampai kapan kalian debat? Diskusi kita" ucap Agnes
"Iya iya, disini siapa yang tadinya mau tampil?" Ucap Vani
"Kamu aja Van" seru Agnes
"Matamu" ucap Vani
"Heh! Kamu tuh ketua, jaga dong lisannya" ucap Riry
"Suka sukaa" ucap Vani cuek, "Jadi.. siapa yang mau tampil?"
__ADS_1
"Evano bisa main gitar, tadinya dia yang mau maju" ucap Riry
"Agnes juga bisa main gitar" ucap Vani
"Kamu juga bisa" ucap Agnes
"Oiya juga, kita semua bisa main gitar. Ya nggak?" Ucap Vani
"Serius tau" ucap Riry
"Aku juga serius kali" ucap Vani, "Yang lain jangan diem aja napa"
"Bagaimana kalau dance?" Seru salah satu teman sekelas
"Dance? Oke, kalau kamu bisa. Maju aja" ucap Vani
"Eh.. Van, bukannya kamu bisa sulap ya" ucap Agnes
"Jangan ngaco dulu lah" ucap Vani, "Sulap apaan coba"
"Biasanya kamu hilang tiba tiba pas dibutuhin kan, itu apa namanya kalau bukan sulap?" Ucap Agnes
"Wkwk.. iya juga. yaudah.. kita tampil dua bakat, nyanyi Evano trus sama Dance kamu.. siapa namamu?" ucap Vani
"Rasya" ucap Rasya
"Oke Rasya, kamu atur dancenya. Bilang aja ke Agnes kalau ada yang dibutuhin" ucap Vani
"Iyaa ketua"
"Kok aku si?" Ucap Agnes
Vani tersenyum kecil kepadanya, "Kamu kan pengurus kelas jugaa"
"Dih"
"Aku?" Tanya Riry
"Iyaa, aku kan ketua. Kamu mau nentang? Udah.. sekarang bubar latihan, yang lain juga bantu mereka. Aku mau cek kondisi Evano" ucap Vani. Ia melangkah pergi menuju klinik Villa. Di tengah perjalanan menuju Kinik Villa, tanpa sengaja Vani berpapasan dengan orang yang hendak ia temui. Ia segera menghentikan orang itu
"Eh.. Evan" panggil Vani
Evano menoleh ke arahnya, "bagaimana diskusinya?"
"Ada aku mah sans, semua bisa clear. Btw udah baikan?" Ucap Vani
"Udah mendingan. Aku cuma cemas rencana berantakan gara gara nggak ada aku" ucap Evano
"Lah? Kamu kira aku nggak bisa urus masalah kecil begitu"
Evano mengangguk kecil, "Biasanya aku yang selesaikan semua"
"Kamu aja nggak mau share tugasnya ke aku, gimana aku tau"
"Hmm.. dimana yang lain?" Tanya Evano
"Dah pencar, gatau kemana" ucap Vani, "kamu juga tampil main gitar"
"Aku tampil dengan kondisi begini?"
"Kondisi apanya, kamu keliatan sehat gitu. Ku doain sakit lagi, m*mpuss kau" ucap Vani
Di saat yang bersamaan, Darren yang sedang melintas di sekitar tempat mereka mengobrol, terhenti karena mengenali mereka. Ia segera berjalan menghampirinya, "Oh, you two" ucap Darren
["Oh, kalian berdua"]
Mereka berdua menoleh secara bersamaan
__ADS_1
"Kalian selalu terlihat sedang bersama, apa kalian punya suatu hubungan?"
"Dia babuku" ucap Vani. Evano langsung menoleh ke arahnya dengan pandangan merendahkan, "Babu? Panggilan itu pantas buatmu!"
"Diem babu" ucap Vani
"Apa itu babu?" Tanya Darren
"Pesuruh, suka relawan gitu. Yang suka bantu orang lain saat kesusahan" jelas Vani sambil tersenyum
"Kalau begitu aku juga akan menjadi seorang babu" ucap Darren
"Puftt.. Ahahaa.. oke para babu babuku sekalian" ucap Vani sambil tertawa
"Jangan mau dibodohi Vani" ucap Evano
"Oh ya, bagaimana keadaanmu Evano" ucap Darren
"Mendingan. Thanks sweaternya, aku kembalikan setelah kering" ucap Evano
"Okay fine. Um.. Vani, apakah setelah kemah usai kamu akan tetap berada di negara ini?" Ucap Darren
"Pulang, ngapain disini?" Ucap Vani
"Kamu tidak berniat menemui kakakmu terlebih dahulu?"
"Khakim? Oiya dia disini! Tapi aku gatau alamatnya" ucap Vani
"Aku mengetahui letak perusahaan kakakmu, mau aku antar?" Tawar Darren
"Ayo berangkat!" ucap Vani bersemangat
"Tidak sekarang, setelah kemah berakhir" ucap Darren
"Sekarang aja" ucap Vani
"Kita akan bolos kemah?"
Vani mengangguk menyetujuinya
"Nggak bisa!" Ucap Evano, "Aku bisa laporin kalian ke pembina"
"Laporin aja, ntar juga ketauan pas udah sampe ditempat kakakku" ucap Vani
"Nggak bisa, kalian nggak bisa tinggalin area perkemahan" ucap Evano
"Tenang saja wakilku, aku akan kembali kesini. Ku serahkan semua tugasnya ke kamu" ucap Vani sambil tersenyum, "Astaga, gara gara Darren aku jadi ngarus pake bahasa baku" Pandangannya kembali tertuju pada Darren, "Eh.. gimana kita kesananya?"
"Aku akan memesan taxi" ucap Darren
"Oke nice, ayo jalan" ajak Vani. Ia dan Darren melangkah pergi meninggalkan Evano seorang diri
"Tunggu" seru Evano. Ia mengejar jalan mereka berdua, "Aku ikut"
"Ngapain?" Tanya Vani sambil berjalan
"Aku nggak mungkin biarin ketua kelasku pergi tanpa pengawasan" ucap Evano
Vani menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Evano, "Lah? Yang ngurusin kelas siapa?"
"Riry dan temanmu pasti bisa melakukan semuanya" ucap Evano
"Okeysip, berangkat" ucap Vani. Mereka bertiga berjalan keluar dari area perkemahan
Ketika melihat pos penjagaan, mereka kembali menghentikan langkah dan langsung bersembunyi di balik tembok bangunan, "Aku lupa di tempat ini terdapat penjaga" ucap Darren, "Cctv di sekitar sini juga akan merekam aktivitas kita. Kita bisa langsung ketahuan kalau lewat jalan ini"
"Hum.." Vani segera memutar otaknya untuk mencari solusi dari masalah yang mereka hadapi, "Oh.. I have an idea"
__ADS_1