
'gatau, dimana kamu sekarang? Aku jemput' ucap Kaituo dari telepon
"Nah gitu dong, aku di trotoar sekitar mall. Buruan" balas Vani
'apa aku sopirmu?'
"Katanya mau jemput, gimana sih?"
'traktir aku makanan'
'tut.. tutt.. tut..' Panggilan berakhir
"Yah.. belum selesai dimatiin" ucap Vani. Ia menoleh ke arah Evano, "Aku mau pulang, bareng ngga?"
"Duluan" ucap Evano
"Ikut aja ayo, ntar kek orang hilang disini sendiri loh"
"Biarin"
"Jirr... Dasar human"
"Mama sama Riry bentar lagi juga keluar"
"Yakin? Coba telpon. Biasanya ibu ibu kalau belanja, satu mall diputerin"
"Tau darimana kamu?"
"Tau lah, biasanya sih gitu. Kata orang orang"
"Mamamu juga gitu?"
Ekspresi Vani kembali menjadi murung, "Mamaku.." ucapnya terhenti, "Ah.. maaf, aku lupa" saut Evano
"Sans aja. Aku tu ga pernah ikut mama ke mall" ucap Vani, "Gatau juga dia suka ke mall apa engga"
"Aku pulang bareng kamu" ucap Evano
"Kenapa ganti topik?" Ucap Vani dengan ekspresi datar, "Padahal aku mau cerita tentang mamaku"
"Buat apa aku tau itu semua?"
"Iya juga, keluargaku ga penting"
"Jangan bilang gitu lah, aku jadi ngerasa bersalah"
"Wihh.. seorang Evano bisa care juga" puji Vani
"Aku tarik kata kataku" ucap Evano
"Gaseru. Eh buruan telpon mamamu"
"Hm" gumam Evano. Ia mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang
__ADS_1
'hallo dek? Ada apa?' sapa seseorang dari telepon
"Kak, belanjanya selesai?" Tanya balik Evano
'Bentar, kakak tanya mama..'
......
'hallo dek, kata mama dua jam-an lagi, masih banyak yang harus di cari'
"Begitu ya" ucap Evano sembari melirik Vani. Vani tersenyum karena sedikit mendengar percakapan mereka. Evano mengecilkan volumenya supaya Vani tidak bisa mendengar percakapannya di telepon
'ada apa dek? Adek mau kesini juga? Mau kakak jemput?' ucap Riry dari telepon
"Nggak kak, Evano mau pulang duluan"
'pulang gimana? Kakak jemput aja ya. Nanti tunggu di dalem'
"Nggak usah, Evano nebeng temen"
'temen? Emang siapa temanmu?'
'tut... Tutt..' Evano langsung mengakhiri panggilannya
"Wey, harusnya tadi kamu bilang. Mau nebeng tetangga kompleks. Kita kan bukan temen" ucap Vani
"Terserah" ucap Evano cuek
"Maksudmu?"
"Evano mau pulang duluan, Evano mau nebeng temen. Kenapa ngga bilang gini, aku mau pulang duluan. Jangan pake namamu lah, kek anak kecil aja" ucap Vani
"Terus masalah buatmu?"
"Engga si, terserah lah"
"Di rumah aku biasa dipanggil adek"
"Ga peduli"
"Ngeselin amat jadi orang" ucap Evano
"Yang mulai duluan kamu jirr" ucap Vani
Selang beberapa saat, sebuah mobil berhenti tepat di pinggir trotoar tempat Vani duduk. Mobil itu membunyikan klakson dua kali dan jendela kaca mobil perlahan menurun. Kaituo melihat Vani bersama orang yang terlihat asing baginya. Ia langsung keluar dari mobil dan menghampiri mereka, "Ayo pulang" ucap Kaituo
"Kenapa turun Segala?" Tanya Vani. Kaituo meraih tangan Vani dan menariknya berdiri, "Aku bisa sendiri woy" ucap Vani sembari melepaskan genggaman tangan Kaituo
"Siapa dia?" Tanya Kaituo
"Dia.. masa gatau si?" Ucap Vani sambil menoleh ke arah Kaituo, "Kalian pernah ketemu ngga si?"
"Aku lupa" ucap Kaituo
__ADS_1
"Aku juga lupa kalian pernah ketemu apa engga" ucap Vani, "Eh.. tapi kan sekarang ketemu, kenalan gih"
Kaituo menoleh ke arah Evano dan menyodorkan tangannya, "Kaituo" ucapnya
"Evano" ucap Evano sembari menjabat tangan Kaituo
"Jadi Evano tuh tetangga kompleks kita, rumahnya paling ujung" jelas Vani
"Oh.. kalian berdua main dari siang?" Tanya Kaituo
"Ngga, kita ga sengaja ketemu disini" jawab Vani
"Hmm.. yaudah ayo pulang" ajak Kaituo
"Dia ikut kita, sekalian aja" ucap Vani
"Bukannya kita mau makan di luar?"
"Oh iya, ajakin sekalian deh"
"Nggak usah, aku pulang sendiri" tolak Evano
"Dia nggak mau, ayo pulang duluan" ucap Kaituo
"Tapi Kai, kakinya lagi sakit. Tadi aja jalan jatuh sendiri" ucap Vani
Kaituo menoleh ke arah Evano, "Yaudah, aku antar pulang. Jangan nolak"
"Nice.. ayo pulang" ucap Vani sembari membantu Evano berdiri dan masuk ke dalam mobil. Kaituo melajukan mobilnya pulang ke rumah. Sesampainya di depan rumah terujung kompleks. Kaituo menghentikan mobilnya
"Rumah kanan apa kiri?" Tanya Kaituo
"Ini" ucap Vani sembari menunjuk ke arah rumah di kirinya
"Aku turun" ucap Evano sembari membuka pintu mobil
"Bantuin ngga?" Tanya Vani
"Ngga usah" ucap Evano sembari melangkah keluar dari mobil. Ia menutup pintu mobil
"Kelihatannya kakinya nggak separah itu sampai jalan jatuh sendiri" ucap Kaituo
"Iya kah?" Ucap Vani. Ia membuka jendela mobil dan menoleh ke arah Evano, "Duluan, bye bye" ucapnya sembari melambaikan tangannya. Kaituo melajukan mobilnya kembali ke rumah Vani
"Kenapa kita pulang? Katanya mau makan di luar" ucap Vani
"Males. kamu aja sana, ambil makanan di dalem terus makan di halaman depan. Sama aja makan di luar rumah nggak tuh" ucap Kaituo sembari keluar dari mobilnya
'Yee.. anjirr' ucap Vani lirih
'bip.. bip' Kaituo menekan remote kunci mobil
"WOYY!! KAI!!"
__ADS_1