Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter19


__ADS_3

Sesampainya di apartemen, Ray kembali membuka pintu dengan pin yang ia ketahui. Saat pintu terbuka, Vani langsung menerobos masuk mendahului Ray. Ia mengamati seluruh sudut ruangan yang berada dalam jangkauan pandangannya, ('Yosh, aman')


Ray menutup pintu dan berjalan menghampirinya, "Cari apa?"


"Hah?!" Vani menoleh ke arahnya, "Bukan apa apa hehe"


Ray melangkah menghampiri meja dapur dan meletakkan belanjaan yang ia bawa. Vani menghampirinya dan membongkar belanjaan itu, "Kamu yakin aku bisa masak?"


"Jangan Ray! Dia sendiri aja nggak yakin sama kemampuannya, bisa bisa hancur dapurku" Ucap Jack


Vani menoleh ke arah Jack yang sedang santai berbaring di kasurnya, "Kamu mau bilang aku nggak bisa masak?"


"Emang iya kan?" Tanya Jack


"Yah.. Lagian buat apa masak? Kalau aku bisa masak sendiri, bibi nganggur dong di rumah" Ucap Vani


"Hmm.. Terserah" Ucap Jack


"Ray, kamu yang kasih perintah. Aku yang jalanin" Ucap Vani


"Oke, ambil sayurnya potong jadi lima bagian" Ucap Ray


"Etto.." Vani terlihat bingung mencari sesuatu


"Talenan di samping rak piring, pisau di rak atasmu" Ucap Ray


"Oh, bilang dong dari tadi" Ucap Vani sembari mengambil talenan dan pisau. Ia mengeluarkan sayuran dan menatanya di atas talenan, "Ni nggak di cuci dulu?"


"Nanti" Ucap Ray


"Okeoke" Ucap Vani. Ia mulai memotong sayuran dihadapannya


Di tengah memotong, tatanan sayur menjadi miring. Vani berniat membenarkannya agar rapi saat memotong. namun tanpa disadarinya, pisau yang lepas dari genggamannya terjatuh dari atas meja dapur, "Awas!" Ray langsung meraih lengan tangan Vani dan menariknya, 'Klotak..' pisau jatuh membentur lantai apartemen

__ADS_1


Jack yang menyadarinya langsung bangkit dari kasurnya, "Kamu gila apa?! Kakimu kena gimana?!"


"Kamu baik baik aja kan?" Tanya Ray


"Gapapa Ray, makasih ya" Jawab Vani sambil tersenyum


"Dikacangin lagi!" Ucap Jack kesal. Ia menghampiri mereka berdua dan mengambil pisau yang terjatuh, "Aku yang masak. Pegang pisau aja ga bejus, apalagi masak! Kalian berdua duduk di sana"


"Emang kamu bisa masak?" Tanya Vani


"Lihat aja!" Ucap Jack


"Yang enak loh" Ucap Vani. Ia dan Ray duduk menunggu di samping meja tengah


Jack mengambil alih dapur apartemennya. Ia mengecek bahan makanan yang Ray dan Vani beli sebelumnya, ia menoleh ke arah Ray, "Ray, bukannya ini semua bahan masakan yang biasanya? Katamu masakan baru, bahan baru"


"Oh itu, stock bahan masakan di minimarket sisa yang biasanya" Ucap Ray, ("Aku pasti lupa gara gara keasikan ngobrol sama Vani di jalan")


"Bukannya tadi minimarketnya baru buka gara gara abis stock barang baru? Trucknya aja masih di depan minimarket" Ucap Vani


"Hmm" Gumam Jack. Ia melanjutkan memasak makanan


Selesai memasak, Jack membawa panci masakannya ke meja tengah dan meletakkannya di atas meja, "Piring? Siapa yang siapin?" Tanya Jack


"Aku" Jawab Vani sembari mengambil jatah makanannya, "Selamat makan"


Mereka bertiga menghabiskan makanan yang Jack masak. Vani menumpuk piring kotor dan membawanya menuju wastafel


"Kamu cuci piring?" Tanya Ray


"Jangan! aku aja. Kamu yang cuci, bisa bisa pecah piringku" Ucap Jack


"Yee.. Siapa juga yang mau cuci piring? Aku cuma berbaik hati bawain piring kotor ini ke sini" Ucap Vani

__ADS_1


"Nggak bisa masak, nggak bisa cuci piring. Kriteria cewek yang buruk, kamu jauh dari tipeku" Ucap Jack


"Siapa juga yang mau jadi tipemu?!"


"Agnes" Ucap Jack bangga


"Kamu kira dia mau cuci piring?! Masak?!" Tanya Vani


"Nggak masalah, aku bisa ajarin setelah kita nikah nanti" Jawab Jack


"Huekk.. Masakanmu tiba tiba bereaksi diperutku!" Ejek Vani


"Masih ku pantau" Ucap Jack kesal


"Ahahaa, kalian keliatan akrab ya. Aku jadi iri" Ucap Ray dengan tawa kecil


'Iri apa cemburu?' Bisik Jack


"Woy! Barusan kamu bisikin apa ke Ray?!" Tanya Vani yang masih berdiri di depan wastafel, namun mereka berdua tidak menghiraukannya


Ray terlihat sedang beradu tatapan dengan Jack, "Mungkin aja, kau bisa kan jaga perasaanku?" Ucap Ray dengan senyuman kecil di wajahnya


"Hal sekecil itu bisa bikin kau goyah?" Ucap Jack dengan senyuman di wajahnya


"Kecil kau bilang? Damagenya kerasa banget saat orang yang disukai akrab sama orang lain" Balas Ray


"Hah?!", ("Dia bilang 'kau bisa kan jaga perasaanku?' pake tatapan seperti itu ke Jack. Jangan jangan, Ray cemburu gara gara obrolanku akrab sama Jack? Sejak kapan?! Tapi, kenapa bisa?! Nggak bisa dibiarin, aku harus lurusin!"), "Ray, bukan gitu. Maaf aku nggak sadar dari awal, nggak seharusnya aku ngobrol akrab sama Jack di depanmu, di belakangmu juga si. Sekarang aku jadi tau alasanmu bisa tau pin apartemen Jack dan kenapa kamu sering main kesini"


("Bukannya dia udah tau gimana perasaanku? Apa dia berniat balas perasaanku?") batin Ray


"Apa maksudmu?! Kenapa ceritamu bisa nyambung ke apartemenku? Apa hubungannya sama apartemen?!" Tanya Jack bingung


Vani menurunkan sedikit pandangannya, "Aku tau sebagian orang mengalami kejadian sulit begini. Setahuku perasaan cinta emang numbuhin perasaan cemburu. Maaf lagi Ray, kedepannya aku janji akan lebih jaga perasaanmu. Aku putusin buat nggak terbebani sama keadaan ini"

__ADS_1


"Maksudmu, kamu terima semuanya?" Tanya Ray


"Walaupun berat, aku nyatain iya" Jawab Vani bersungguh sungguh


__ADS_2