Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter91


__ADS_3

Pagi hari keesokan harinya, Ray terjaga sepanjang malam karena terus memikirkan apa yang ibunya Kaituo katakan padanya


'drrtt... drrtt..' Dering handphonenya, menyadarkan Ray dari lamunannya. Ia meraih handphone di atas meja dan menerima panggilan itu


'tutt..'


'Hallo' sapa Ray lirih


'Ray? Kamu baru bangun ya? Suaramu lemes gitu' ucap seseorang dari telepon


Saat mendengar suara perempuan dari handponenya, Ray langsung melihat kontak orang itu, ("Nomor asing! Siapa?!") Batinnya, "Ini siapa?" Tanya Ray


'Siapa kamu bilang? Kamu belum juga save nomorku dari kemarin? Aku Zahra, kita berdua satu kelompok. Hari ini kita janji pergi cari referensi di perpustakaan loh' ucap Zahra dari telepon


"oh.. maaf, aku nggak kenali suaramu" ucap Ray, "Kita bisa ketemu nanti di perpustakaan kampus"


'materi kita nggak ada disitu, kemarin kan kita udah cari disana. Kamu hilang ingatan?'


"Maaf, aku lupa" ucap Ray dengan nada lemas


'kamu nggak lagi sakit kan?' tanya Zahra dari telepon


"Nggak, dimana kita ketemu?" Tanya balik Ray


'di deket kompleks perumahanku ada perpustakaan umum terbesar di kotaku. Mau cek disana?'


"Dimana alamatnya?"


'em.. kamu tahu jalan takahashii x?'


"Jalan takahashii.." ucap Ray terhenti, 'yang di daerah Academy B high school. Kamu tahu kan lokasi Sma terbaik di negara ini ituu' saut Zahra dari telepon


("Sekolahnya Vani") batin Ray murung, "Iya aku tau tempatnya" ucap Ray


'kalau masih bingung. Kamu berdiri di depan gerbang sekolahnya, trus jalan ke kiri. Nah di situ ada toko kecil yang ada vending machinenya. Masuk ke gang sampingnya sampai liat ada taman kecil kompleks. Nah di belakangnya pas' jelas Zahra dari telepon


"Perpustakaan itu ada di samping kiri bangunan belakang sma" ucap Ray


'nah.. tepat sekali'


"Kamu terlalu berbelit-belit saat menjelaskannya"


'yah maaf, aku pikir kamu cuma tahu sekolahnya aja'


"Jam berapa kita bertemu?" Tanya Ray


'Gimana kalau jam tujuh? Soalnya kita butuh banyak waktu' jawab Zahra dari telepon

__ADS_1


"Baiklah. Tapi, mungkin aku sedikit telat"


'oke gapapa, aku bisa tunggu di dalem sambil mulai cari bukunya' ucap Zahra dari telepon


"Baiklah, sampai jumpa" ucap Ray


'dadah' ucap Zahra mengakhiri panggilan telepon


'tutt'


Saat itu pukul 05.30, Ray segera pergi mandi dan bersiap siap untuk bepergian. Setelah siap dan selesai sarapan, ia menghubungi seseorang dari handponenya


'tutt..'


'hallo Ray? Tumben pagi pagi telpon, ada apa?' ucap seseorang dari telepon


"Van.. bisa ketemu sebentar pagi ini?" Tanya Ray


'Ketemu sepagi ini? Kamu kangen yaa' ucap Vani dari telepon


"Kamu tau taman kompleks samping sekolahmu?"


'jelas tau lah, aku sering manjat.. eh.. sepulang sekolah aku sering mampir ke sana buat duduk di atas panjatan taman sambil ngobrol ama temen hehe'


"Aku akan menunggumu disana" ucap Ray


'tuttt...' Ray langsung memutuskan panggilannya. Ia beberapa kali menarik nafas panjang untuk menguatkan hatinya, ("Aku harus terlihat buruk di depannya, Ini semua untuk kebaikannya") batin Ray. Ia keluar dari rumahnya dan menaiki bus menuju ke tempat janjian


Kaituo yang juga berada di sana merasa terheran, "Pelan pelan!"


'brak!' Vani meletakkan kembali gelas susu yang sudah kosong, "Kai.. ambilin roti!"


Kaituo menurutinya dan memberikannya roti putih, "Coklat atau selai?"


"Ngga.. ini aja" ucap Vani. Ia menoleh ke arah bibi di dapur, "Bi.. maaf ngga bisa sarapan, aku berangkat" Ia berlari menuju pintu rumahnya


"Hey, sarapan yang benar! Jangan buru buru! Aku bisa anterin!" Teriak Kaituo


"Ngga! Aku mau naik sepeda!" Seru balik Vani sembari memakai sepatunya. Ia membuka pintu dan menuju garasi untuk mengambil sepedanya. Ia mengayuh sepedanya dengan cepat menelusuri jalanan. Ketika melewati depan rumah Evano, Vani melihat Evano yang sedang berdiri di depan rumah seorang diri, "Pagi Evano!" Teriaknya senang. Ia terus mengayuh sepedanya. Evano hanya terdiam mengamati Vani menjauh darinya, ("Dia terlihat sangat senang") batinnya


Setengah jam kemudian, Vani sampai di taman kompleks samping sekolahan. Ia melihat Ray menunggunya duduk di salah satu kursi taman. Ketika Vani berjalan menghampirinya, Ray berdiri dari duduknya dan menoleh ke arah Vani, "Pagi Ray" ucap Vani dengan senyuman lebar


"Terlalu lama!" Ucap Ray serius


"Eh?" Ucap Vani terheran, "Maaf, aku naik sepeda soalnya" sambungnya, "btw, kenapa kamu tutupi matamu pake ponimu?" Vani mencoba menyingkirkan poni Ray, namun Ray menangkis tangannya, "Eeeee.. gapapa kalau kamu suka" ucap Vani sambil tersenyum kecil, ("Dia lagi sedih? Atau.. marah? Tapi karena apa?") Batinnya bingung


"Ambil ini" ucap Ray sembari memberikan dua tiket film pada Vani

__ADS_1


"Wahh.. kamu kesini buat tunjukin tiketnya?" Ucap Vani senang


"Ajak orang lain, aku nggak pergi" ucap Ray dingin


Senyuman di wajah Vani memudar, "Apa maksudmu?"


"Aku udah muak main main sama kamu!"


"Emang kita lagi main apa? Ray.. kamu lagi bercanda?"


"Aku serius mengatakannya, aku udah muak sama kamu!"


'degg..'


"Kamu bercanda kan?" Ucap Vani


"Aku nggak akan ulangi perkataanku! Selama ini aku cuma manfaatin kamu, aku cuma main main denganmu. Tapi sekarang aku udah muak lakuin semua hal konyol itu! aku akan menghentikannya!"


"Selama ini? gimana pas dulu kamu bilang suka ke aku? Apa itu boong?" Tanya Vani


"Iya!" jawab Ray


"Terus kiss itu?! Kamu juga main main?"


Ray tiba tiba tertawa dengan keras, "Ahahahaa.. tentu saja. Apa kamu berharap padaku?!"


"Stop Ray, becandamu ngga asik" ucap Vani


"Hey! Aku lagi serius! liat ekspresiku, kau nggak buta kan?! Coba pikir pakai otak pintarmu itu! Siapa juga yang bisa suka cewek berandal sepertimu?! Aku coba tahan diri pas kamu patahin tanganku dulu karena kamu anak orang kaya!" ucap Ray


Hati Vani mulai merasakan pilu mendengar semua yang Ray katakan kepadanya, ia masih tidak percaya Raylah yang mengatakan semua itu, "Wahh.. sakit banget rasanya pas kamu bilang semua itu"


"Mulai sekarang aku bukan lagi temanmu! Kita berdua akan jadi orang asing saat ketemu. Nggak, kita nggak akan pernah ketemu lagi!" ucap Ray


"Ngga! Aku ngga mau" ucap Vani, "Kamu bilang selama ini cuma manfaatin aku kan? Kalau gitu tetap bersamaku, kamu bisa manfaatin aku sesukamu, aku akan bayar kamu Ray"


"Tcih.. kau terlalu naif!" ucap Ray sembari membuang muka, "Selamanya aku nggak akan mau mengenalmu lagi!"


("Apa yang dia pikirkan?") Batin Vani kesal, "Oke! Aku juga!" Seru Vani, "Ayo akhiri disini sekarang juga!"


"Pilihan bagus!" ucap Ray, "Jangan mencariku lagi! Aku akan blok nomormu!"


"Lakuin aja! Lihat ini..." ucap Vani sembari mengeluarkan handphonenya, "Aku juga akan buang nomormu!"


'prakk!!', Ia membating dengan keras handphonenya ke paving block, "Kamu puas?!"


"Lakukan sesukamu, aku pergi!" ucap Ray sembari berbalik

__ADS_1


"Ray! Padahal aku punya rencana bilang sesuatu nanti sore! Tapi kayaknya ngga bakalan bisa. Aku bilang sekarang! Ray! Aku suka kamu!" Teriak Vani, "Aku bilang yang sebenarnya! Aku nggak lagi bohong atau bercanda! Ray! Kumohon kembalilah! kalau kamu ga balik kesini sekarang juga, aku anggap hubungan kita berakhir!!"


("Jangan ngomong lagi, cukup. aku nggak sanggup bertahan disini") batin Ray sedih. Ia kembali berbalik ke arah Vani, "Nggak guna bilang hal sampah begitu! Aku nggak akan tarik kata kataku! Haha, nggak nggak. Lakukan sesukamu" ucap Ray, "Sampai jumpa.. ah, enggak, selamat tinggal" Ray berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Vani seorang diri


__ADS_2