
Sebelumnya,
Satpam yang kehilangan jejak Vani dan Evano memutuskan untuk kembali ke sekolahan. Ia masuk ke dalam gedung sekolahan dan berjalan menuju ruang BK. Di tengah perjalanan, ia dihadang seorang guru
"Pak Azka" sapa satpam
"Kenapa kemari? Siapa yang jaga gerbang depan? Bagaimana kalau ada yang masuk?" Ucap Azka
"Saya mau lapor ke bk pak, pas saya patroli keliling sekolahan. Saya liat dua murid cowok cewek di belakang sekolahan, kemungkinan bolos. Karena pas saya kejar, mereka lari" jelas satpam
"Bagaimana ciri-cirinya?"
"Wajahnya nggak terlalu kelihatan, karena jaraknya cukup jauh. Pas di penyebrangan juga wajahnya ditutupin. Tapi saat itu cuma ada satu cewek, dia punya rambut warna putih dan mata biru. Mereka berpisah, cowoknya kemungkinan lari duluan"
"Vani!" Ucap Azka
"Vani?" Tanya satpam
"Kembali aja jaga gerbang depan, saya yang akan mengurusnya" ucap Azka
"Baik" ucap satpam. Ia kembali ke gerbang sekolah
Azka pergi menuju gedung kelas XII dan membuka pintu kelas XII MIPA A, "Permisi bu, maaf mengganggu sebentar"
"pak Azka, ada apa?" Tanya guru yang sedang mengajar
"Saya ingin mendata kelengkapan kelas"Jawab Azka
"Tadi pagi bukannya udah di data sama guru piket" ucap salah satu siswa di kelas
"Oh, ini pendataan siang. Dikelas ada yang tidak masuk? Atau keluar dari kelas dan belum kembali?" Ucap Azka
"Gaada" seru Agnes
Riry menoleh ke arahnya, "Jangan berbohong" Pandangan kembali tertuju pada Azka, "Vani dari istirahat belum kelihatan, dia pasti bolos. Trus Evano, sepertinya dia sakit di uks"
"Kamu yakin dia di uks?" Tanya Azka
"Belum tahu juga. Tapi akhir akhir ini alerginya sering kambuh" ucap Riry
"Bohong pak, Evano yang bolos. Vani di uks, dia sakit perut" ucap Agnes
"Evano nggak mungkin bolos" ucap Riry, "Vani tuh, sering ninggalin kelas"
"Kamu sengaja kan bela kembaranmu, biar dia nggak kena masalah" ucap Agnes
__ADS_1
"Aku nggak membelanya, emang begitu kenyataannya. Dia nggak akan bolos!" Ucap Riry
"Tapi dia nggak ada tuh di uks, uks kosong" ucap Agnes
"Tau darimana kamu!"
"Barusan aku izin ke belakang, trus ngga liat dia disana"
"Bagaimana kamu tahu! Uks lebih jauh dari toilet!"
"Aku ambil jalan jauh, masalah?"
"Berhenti berdebat!" Seru guru yang sedang mengajar
"Maaf" ucap Riry tertunduk
"Hmm.." gumam Agnes
"Bapak akan cek sendiri ke uks" ucap Azka. Ia menoleh ke arah guru, "Silahkan dilanjutkan, saya permisi"
"Iya" ucap guru ramah, "Baik kita lanjutkan ke pembahasan soal selanjutnya..."
Azka menutup pintu kelas itu dan berjalan pergi. ia menelusuri lorong kelas sembari memikirkan sesuatu, ("kenapa tadi dia menelponku dan kirim chat bilang kepencet. kalau kepencet, harusnya langsung di matiin kan? nggak nunggu aku jawab dulu. apa Evano benar benar ikut bolos dengannya? apa memang mereka berdua sekongkol?") batinnya penasaran, "aku harus mengeceknya" ucapnya. ia merubah jalannya menuju ke ruangan CCTV
"apa ada sesuatu yang mencurigakan dari aktivitas anak anak itu?" tanya Azka
"sejauh ini belum ada"
"hmm... tolong putarkan rekaman cctv dekat kelas dua belas mipa A, di jam istirahat pertama"
"baiklah" ucap pengawas itu. ia mengatur monitor di depannya untuk memutar rekaman CCTV yang di minta
'klik..'
"ini"
Azka memantau anak anak yang keluar dari kelas XII MIPA A, Ketika melihat Vani keluar dari kelas, ia langsung menujuknya, "ikuti anak ini, rambut putih"
"oh baik baik"
setelah memutar rekaman selanjutnya dari CCTV lain, Jejak Vani terhenti di samping gedung kelas XI, "rekamanannya hanya sampai sini" ucap pengawas
"kenapa bisa?!" tanya Azka
"dia masuk area tanpa cctv, apa anak itu bolos? dia cukup pintar mencari jalan keluarnya"
__ADS_1
"tempat itu gudang kan?"
"iya gudang, hanya petugas pembersih yang sering kesana. jadi tempat itu tidak di pasang cctv"
"terimakasih bantuannya, saya akan kesana untuk melihatnya" ucap Azka. ia bergegas pergi menuju gudang belakang kelas XI
sesampainya disana, ia mengamati sekitarnya, "memang benar disini tidak terekam cctv. tapi bagaimana dia keluar? disini tidak ada yang bisa digunakan untuk pijakan. hah? apa dia langsung memanjat temboknya?! bagaimana mungkin! dia cewek!"
Di apartemen, Jack selesai mencuci piring kotor dan ia kembali bergabung dengan yang lain. Ia menoleh ke arah Evano, "Namamu Evano kan? Kakimu sakit dan kelihatannya udah di tangani. Baring aja di ranjang buat istirahat"
"Iya, sana tidur. Ntar kalau pulang ku bangunin" ucap Vani
"Kenapa mengaturku! Apa yang kalian lakukan saat aku tidur?" Ucap Evano
"Main game, kamu ngga main kan? Daripada bengong" ucap Vani
"Tcih, membosankan" ucap Evano sembari mengenakan headphonenya. Ia berbaring di atas ranjang untuk beristirahat
"Login" ucap Vani. Vani, Jack dan Adira memainkan game bersama hingga tanpa mereka sadari, hari mulai semakin sore. Saat itu handphone Adira kehabisan daya baterai
"Yah.. lagi seru juga" ucap Adira kecewa, "Eh? Udah jam empat sore!"
"Kita berhenti sampai sini" ucap Jack
"Yah tapi" Ucap Vani kecewa
"Saatnya kalian semua pulang" ucap Jack
"Oh iya lupa" ucap Vani teringat. Ia langsung menghampiri ranjang dan membangunkan Evano, "Woy, Evano bangun.. dah pagi woy"
"Lepas headphone dulu" ucap Jack
"Oiya" ucap Vani. Ia melepaskan headphone di telinga Evano
Evano menyadari headphonenya terlepas dari telinganya. Perlahan matanya terbuka dan samar samar melihat Vani dalam pandangannya, "Emm.." ia tersenyum kecil
"Heh?! Kenapa bangun tidur langsung senyum?!" Ucap Vani terheran
Saat mendengar suara Vani secara nyata, kesadaran Evano langsung terkumpul. Ia membuka matanya dengan lebar dan langsung bangkit dari tidurnya, "Kenapa kamu di kamarku?!"
"Masih ngigo ni anak" ucap Vani
Evano memperhatikan sekelilingnya dan teringat semuanya, "apa udah waktunya pulang?"
"Iya, kamu udah bangun beneran?" Tanya Vani
__ADS_1