
Sesampainya di sebuah mall kota, Vani terus menggandeng tangan Yukki agar mereka tidak terpisah saat menerobos kerumunan pengunjung lain di mall itu, "Rame banget Yukki" ucap Vani
"Iya.. Yukki nggak kelihatan apa apa" ucap Yukki
"Ayo jalan lagi, kita cari yang agak longgar"
"Iya kak, jangan lepasin tangan Yukki loh"
"Ngga lah" Vani menuntun Yukki menuju sebuah lift yang nampaknya tidak terlalu ramai. Para pengunjung lain lebih memilih menaiki eskalator karena tidak perlu mengantre terlalu lama
'ting..' Setelah menunggu beberapa saat, lift terbuka dan mereka berdua ikut masuk bersama pengunjung lain yang sebelumnya mengantre di depannya. Vani menekan tombol lantai tujuan dan pintu lift mulai tertutup, "Yukki mau main ke game arcade ngga?" Tanya Vani
"Iya mau, Yukki mau ke rumah boneka" ucap Yukki
"Gimana kalau kita ke area game tembak aja? Di sana lebih seru"
"Yukki nggak suka, itu kan buat cowok"
"Engga kok, cewek boleh. Kan cuma game"
"Pokoknya Yukki nggak suka tembak tembakan"
"Gimana kalau main VR?"
"VR? Apa? Permainan baru ya?"
'ting' Pintu lift kembali terbuka, mereka berdua keluar sembari melanjutkan pembicaraan sebelumnya, "Bukan, udah lama. Kita bisa balapan, tembak juga ada. Trus yang paling asik, kita bisa bunuh zombie sama monster"
"iiihhh.. Yukki nggak suka"
"Daripada kerumah boneka, asikan kesana kan?"
"Nggak mau, Yukki mau ke rumah boneka"
"Yaudah, sana pergi sendiri!"
Yukki tersentak mendengar apa yang Vani katakan, kedua matanya berkaca-kaca karena merasa begitu sedih, "Kak Vani kok jahat sama Yukki"
"Eh.. ngga ngga, bukan gitu maksudnya. Kakak ngga jahat kok" ucap Vani, "Eee... ayo ke rumah bonekanya. Tadi tuh belum buka, makanya kakak ngga langsung ajak kamu kesana"
"Beneran kan?" Tanya Yukki mengharap
"Iya beneran, ntar beli boneka juga deh" ucap Vani
"Beneran loh, kak Vani beliin boneka baru"
"Iya, boneka yang besar kan?"
"Engga, Yukki sekarang suka boneka barbie"
"Oh.. boneka itu ya, mau yang warna apa?"
__ADS_1
"Kok warna sih? Kan kulitnya barbie putih"
"Oh.. iya kakak tau. Bajunya loh, mau yang apa?"
"Bajunya boleh beli banyak enggak? Kasian barbienya kalau bajunya cuma satu"
"Iya, ntar abis Yukki main di rumah boneka. Kita beli barbie sama bajunya" ucap Vani
"Yey.. makasih kak Vani baik" ucap Yukki senang sembari memeluk Vani
"Dah.. ayo, kakak beliin tiket masuknya" ucap Vani. Ia mengantar Yukki ke area bermain rumah boneka. Setelah membeli tiket, Vani duduk di ruang tunggu dan Yukki pergi bermain
("Kalau aku main kesana, Yukki ilang ngga ya?") Batin Vani bimbang, ("Dahlah, tungguin aja. Ntar ilang repot"), "Main game enak keknya" ucapnya. Ia mengeluarkan handphonenya dan login ke dalam game. Di lobby game, Vani melihat akun Agnes yang juga sedang online di game itu. Untuk memastikan kebenarannya, ia mencoba mengirimkan beberapa chat padanya
Di chat game,
Me : "woy, online ngga?"
Agnes : "menurutmu?!"
Me : "mau mbr ama jack?"
Agnes : "nggk, login klaim rewards doang wkwk"
Agnes : "aku dh pulang, mau duo nggk?"
Me : "hayukk gass!"
Agnes : "invite"
'iya iya denger' balas Agnes, 'eh.. brisik amat, lagi dimana kamu?'
"Mall wkwk"
'njirr, main game di mall. Pulang dulu woy, aku tungguin'
"Ngga ah, sini aja. Eh.. mulai mulai"
Match Game dimulai..
"Turun mana?" Tanya Vani
'biasa aja' balas Agnes
"Okey, aku ikut kamu"
'eh.. aku liat musuh. Di belakang rumah kayu'
"Belum juga turun woy"
'dia kok udah dibawah sih?'
__ADS_1
"Tadi turun duluan"
Character Vani masuk ke dalam rumah dan mulai mengumpulkan beberapa item
"Lootingan sampah gini jirr, masa satu rumah isinya panci ama med kit doang" ucap Vani
'mayan panci buat masak wkwk' ucap Agnes
"Dah di loot semua pasti"
'eh.. Van, ke sini woy. Ada musuh, suara kakinya kedengeran'
"Berapa orang?"
'dua, di luar. Lagi muter muter'
"Ritual sebelum b*ntai wkwk"
'serius woy, sini lah, aku cuma punya pistol ampas'
'drodrdrodoror..' musuh mulai mendekati Agnes dan menggertak dengan tembakan acak
'anjng masuk, Van tolong woy!' ucap Agnes panik
'dorr.. dor..' Agnes mencoba melawan dengan pistol yang ia miliki. Ia berhasil menjatuhkan satu musuhnya. Namun pistolnya kalah telak dengan teman musuh yang memegang senjata lebih unggul
'BURUAN!!, AKU KNOCK!!' teriak Agnes, 'MUSUHNYA KEBURU DI REVIVE BGO'
"Otw bawa panci" ucap Vani. Character Vani menghampiri tempat kejadian. Saat itu, musuh berhasil menghidupkan kembali temannya. Vani mengendap endap di belakangnya dan memukulkan panci yang ia bawa. Ia berhasil menjatuhkan kembali musuh yang baru saja di revive
'satu lagi woy!' ucap Agnes
Vani mencoba memukul musuh keduanya, namun tindakannya selalu gagal, "Woy ngecheat ini, ga bisa di pukul" ucap Vani panik
'nggak kena itu, lagi woy!' ucap Agnes
'drodrdrodoror..' musuh mulai menghujani Vani dengan peluru
"darahku low woy!! Help!" Teriak Vani panik
'palanya incer woy!'
"Susah b"go!!" Vani memutar mutar analognya sembari mempertahankan posisi memukul dengan panci agar musuhnya merasa bingung harus menembak ke arah mana
'itu kena hit, dikit lagi!' dukungan dari Agnes
'dorr!' Karakter Vani mati di tempat
"B*ngsat!!" ucap Vani kesal sembari menaikkan pandangannya, "Dia cheater anj.." kata katanya terhenti ketika ia melihat Yukki berdiri tidak jauh dari hadapannya. Yukki memandang Vani dengan tatapan penuh kekecewaan
'loh Van??'
__ADS_1
Vani langsung keluar dari game itu dan menonaktifkan handphonenya, "Ah.. si b*ngsat ini" ucap Vani, "Eh.. maksudnya bang satria ini, nyusahin aja" sambungnya
"Ohh.. ternyata bang satria" ucap Yukki lega sambil tersenyum. Ia menghampiri Vani dan duduk di sampingnya