Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter161


__ADS_3

Beberapa menit duduk di dalam taxi. Akhirnya taxi itu sampai tepat di depan rumah Vani. Ray membayar ongkos perjalanan dan langsung keluar dari taxi. Ia berlari kecil hingga ke pintu utama rumah Vani. Ketika Ray hendak menekan pin pintu rumah Vani, tangannya terhenti. Ia memilih untuk membunyikan bel rumah


'ting.. tong..'


Vani yang masih berbaring di sofa ruang tamu mendengar suara bel dan langsung bangkit dari tidurnya, "Heh? Tamu?" Ucapnya. Ia langsung berdiri dan pergi membuka pintu


'cklekk'


"Iya cari siapa.." ucap Vani terhenti ketika melihat Ray berdiri tepat di hadapannya. Ia langsung memalingkan pandangannya, ("Apa aku lagi tidur trus mimpi?") Batinnya terkejut


"Vani" panggil Ray


"Hah" Vani kembali menoleh ke arah Ray, ("Suaranya asli, aku ngga mimpi kan?") Batinnya, "Ray ya?" Ucapnya


Ray tersenyum kecil dan langsung memeluk Vani, "Maafin aku, nggak seharusnya aku jauhin kamu"


Vani hanya terdiam menerima pelukan itu, ("Nyata banget, ini bukan mimpi") batinnya. Ia langsung melepaskan diri dari pelukan Ray. Ray terkejut diam karena Vani baru saja menolak pelukannya. Ia menatap kedua mata Vani dengan tatapan kebimbangan


Vani mengamati Ray dari ujung kepala hingga ujung kaki, "BENERAN RAY!" teriaknya senang. Ia langsung kembali memeluk Ray dengan erat, "Aku tau kamu pasti bakalan sadar"


Ray terlihat begitu bahagia, "Aku sangat merindukanmu"


"Aku juga" ucap Vani senang


Vani cukup lama tidak melepaskan pelukannya, hingga..


"Apa kamu bakal peluk aku disini seharian?" Tanya Ray


"Iya" ucap Vani


"Lepasin dulu, kamu nggak pengap?"


"Ngga mau, ntar kamu pergi lagi, lagi"


"Nggak akan, aku janji nggak akan tinggalin kamu lagi"


"Ngga mau, janji doang mah ampas"


"Trus aku harus gimana?"

__ADS_1


"Non Vani?" Panggil seseorang


Saat mendengarnya, Vani langsung melepaskan pelukannya dan menjaga jarak dari Ray. Ia langsung menoleh ke asal suara, "Bibi kenapa bisa di luar?" Tanya Vani


"Bibi nggak lihat kok" ucap bibi sembari tersenyum kecil


"Ngga gitu bi" ucap Vani malu


"Gitu gimana?" Goda bibi


Pandangan Vani langsung berpindah ke arah dua orang yang berdiri di belakang pembantunya, "Oh.. bapak yang ketemu di penjara!" Ucap Vani senang, "Sama istrinya juga, selamat siang"


"Siang nak" ucap bapak itu ramah


"Siang juga" sambung istrinya


"Kalian jadi kesini beneran" ucap Vani


"Iya nak, tawarannya masih berlaku kan?"


"Masih masih" ucap Vani, "Bi.. bawa mereka keliling, trus tunjukin tugasnya"


"Siap non" ucap bibi, "Mari pak, bu"


"Iya pak" ucap Vani. Pembantu dan kedua orang itu berjalan melewati taman samping rumah menuju rumah bagian belakang untuk berkeliling


"Kamu ketemu bapak itu di penjara? Gimana kalau dia orang jahat trus rampok rumahmu?" Ucap Ray


"Bukan penjahat dia. Dia ketangkap gegara ambil obat tapi ga bayar, buat istrinya yang lagi sakit, tadi istrinya udah keliatan sehat kan. Semuanya berkat bapak itu. Trus aku tawarin dia kerja dirumahku deh, soalnya dia ga punya rumah"


Ray tersenyum kecil. Ia meletakkan tangannya di atas kepala Vani dan mengusap-usap rambutnya, "Baik banget Vaniku"


Vani menoleh ke arah Ray dan tersenyum senang, "Kamu bilang apa barusan? Vaniku? Sejak kapan aku jadi punyamu"


"Kamu punyaku sekarang" ucap Ray senang


"Enak aja, aku punyanya Khakim ya, kalau berani coba rebut dari dia"


"Berani!"

__ADS_1


"Coba telpon dia sekarang"


"Em.. kalau sekarang belum bisa. Tunggu aku sukses, aku bakalan ambil kamu dari kakakmu"


"Ahahaha.. kenapa ngga sekarang aja?"


"Kamu nggak sabaran ya" ucap Ray sembari mencubit pipi Vani


"Ahahaha.. apaan sih" tawa Vani senang, "Eh.. ayo masuk Ray" ia menggandeng tangan Ray dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Ray duduk di sofa ruang tamu


"Kakakmu nggak dirumah kan?" Tanya Ray


"Ngga" jawab Vani


"Hufhh.."


"Ray mau minum apa?"


"Nggak usah. Kamu duduk sini"


Vani menurutinya dan duduk di samping Ray. Ia menoleh ke arah Ray, "Ray" panggilnya


"Kenapa?" Tanya Ray


"Aku boleh tidur dipangkuanmu ngga?"


"Sini"


"Yeyy" Vani menidurkan kepalanya di atas pangkuan Ray, "Ray" panggilnya lagi


"Iya?"


"Janji ngga tinggalin aku lagi loh"


"Katamu janji itu ampas"


"Kalau kamu yang janji, aku percaya"


"Hmm.. iya, aku janji. Ngomong ngomong, kamu udah banyak berubah ya. Jadi manja gini, kamu nggak manja ke orang lain kan?"

__ADS_1


"Manja?" Tanya Vani tersadar. Ia langsung mengangkat kepalanya dan merubah posisinya menjadi duduk normal, "Aku bukan anak manja ya!"


"Oh.. nggak manja ya? Percaya deh" ucap Ray sembari tersenyum


__ADS_2