Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter212


__ADS_3

Saat Line kembali, ia mendapati keadaan canggung di hadapannya dengan seorang wajah baru yang bergabung di mejanya. Ia tersenyum kecil dan kembali duduk di kursinya, "sorry for taking too long to the toilet. Did you bring another friend?" Ucap Line, ("This is our first meeting, but she brought two of her friends. Maybe, there are other friends who haven't come yet?") batin Line penasaran


["Maaf lama ke toiletnya. Kamu bawa teman lain?"] ["Ini pertemuan pertama kita\, tapi dia bawa dua temannya. Mungkin\, apa masih ada teman lainnya yang belum datang?"]


"To be honest, I don't want to take the two of them along. They themselves decided to follow me here. So, sorry if their existence makes you awkward" jawab Vani. Kaituo dan Darren sedikit terkejut dengan pernyataan Vani dan langsung menoleh ke arahnya


["Sejujurnya, aku ngga mau ajak mereka berdua. Mereka sendiri yang ikutin aku kesini. Jadi, maaf kalau keberadaan mereka buat kamu canggung"]


("Haha.. They looked awkward with each other before. Are they really friends?") Batin Line


["haha.. Mereka saja kelihatan canggung satu sama lain sebelumnya. Apa mereka beneran temenan?"]


"What did you say.." ucap Kaituo pada Vani. Ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah Line, "Did i make you feel awkward?" Tanyanya


["Apa yang kamu bilang.."] ["Apa aku membuatmu merasa canggung?"]


"Emm.. maybe.. a little" Line merasa bingung dengan jawabannya


["Emm.. mungkin.. sedikit"]


"you two heard right?" Ucap Vani dengan senyum kecil


["Kalian berdua dengar kan?"]


"we're sorry if you feel that way" ucap Darren sembari berdiri dari duduknya. Ia menghampiri Kaituo dan menarik paksa lengan jaketnya, "we will wait outside" ucapnya


["Kita minta maaf kalau kamu merasa begitu"] ["kita akan tunggu diluar"]


"why did you pull me?!" Ucap Kaituo ngegas


["Kenapa kau tarik aku?!"]


"just go with me' ucap Darren lirih. Darren menyeret paksa Kaituo keluar dari restoran itu


["Pergi saja denganku"]

__ADS_1


"They finally left" ucap Vani senang


["Mereka akhirnya pergi"]


"Is it okay to kick them out?" Tanya Line


["Apa tidak masalah mengusir mereka?"]


"No problem. They also need time to talk alone" jawab Vani


["Ngga masalah. Mereka juga butuh waktu buat ngobrol berdua"]


("what ambiguous statement she said") batin Line bingung, "what.. they both are.. a couple?" Tanya Line


["Pernyataan ambigu apa yang dia katakan"] ["Apa.. mereka berdua.. pasangan?"]


"How come.. they are.." ucap Vani terkejut. "Not that! I mean, this is also their first meeting. They can chat to get to know each other" sambungnya


["Bagaimana bisa.. mereka.."] ["bukan itu! Maksudku\, ini juga pertemuan pertama mereka. Mereka bisa ngobrol buat saling mengenal"]


["Haha.. aku paham. Tadi kamu ngomong ambigu trus buat aku salah paham"]


"Ahaha.. sorry, but I didn't expect you to think of such a thing" ucap Vani sembari tertawa


["Ahaha.. maaf, tapi aku ngga nyangka pemikiranmu begitu"]


Line ikut menertawai pemikiran anehnya itu, "Ahaha.. Just forget it" ucapnya


["Lupakan saja itu"]


'Line gokil juga. Gaada yang lucu tetep ketawa' ucap Vani lirih


"Kamu juga membuatku tertawa" ucap Line tiba tiba


"Heh?" Vani terkejut mendengar Line berbicara dengan bahasa negaranya. Tawanya terhenti dan langsung menoleh kearah Line, "kamu paham apa yang aku katakan?" Tanyanya

__ADS_1


"Tentu saja, aku bekerja di perusahaan besar. Tentu saja aku harus bisa menguasai banyak bahasa" jawab Line


"Woah.. nice, bicaramu juga lancar ngga kaya Darren" ucap Vani takjub


"Ahaha.. bukan hal besar" ucap Line tersanjung


"Oh ya Line, namamu bukan cuma Line aja kan?" Tanya Vani


"Namaku Caroline. Panggil Line saja supaya singkat" ucap Line. "Kamu Vani Osamu kan" sambungnya


"Heh?! Kok tau nama belakangku?" Tanya Vani terkejut


("oh ***, I forgot that she never said her full name") batin Line tersadar, "You.. Ever said it" ucap Line sembari mengalihkan pandangannya


["Oh sal\, aku lupa dia nggak pernah bilang nama panjangnya"] ["Kamu.. pernah mengatakannya"]


"Kapan?" Tanya Vani serius


("why did she ask? Does she have a good memory? Will she realize that I'm lying?!") Batin Line panik


["Kenapa dia bertanya? Apa dia punya ingatan yang bagus? Apa dia akan sadar kalau aku bohong?!"]


"Em.. itu, saat.. pertama kita berkenalan" jawab Line was-was. Vani terlihat diam seperti memikirkan sesuatu, hal itu membuat Line merasa semakin cemas dengan kebohongannya, "Kamu.. mengingatnya?" Tanya Line


"Ga tau aku lupa" ucap Vani sembari tersenyum


"Hufhh.." Line menghela nafas lega, "trus kenapa tadi kamu hanya diam?" Tanyanya


"Aku mikirin sesuatu. Yang tadi kamu maksud couple, emang cowok sama cowok boleh pacaran?" Tanya Vani penasaran


"Hmm??" Line terlihat bingung dan hanya terdiam, ("What?! She suddenly changed the subject") sambung batinnya terheran


["Apa?! Dia tiba tiba ganti topik pembicaraan"]


Melihat Line hanya terdiam tanpa menanggapinya, Vani tertawa kecil untuk memecah keheningan itu, "Ahaha.. omong kosong apa yang ku tanyain, lupain aja hahahaaa" tawanya

__ADS_1


__ADS_2